Ku Kejar Cintamu Pak Rektor

Ku Kejar Cintamu Pak Rektor
Rama kesal


__ADS_3

Aku hanya diam saja, apa yang bisa aku katakan untuk membuat Rico pergi dan tidak membahas hal yang tidak ingin aku dengar sama sekali.


"Ram, aku hanya mau bilang nanti malam aku dan Nia akan kencan untuk yang pertama kalinya."


"Keluar kamu sekarang, aku tidak ingin membahas hal yang tidak penting. Apalagi hal pribadi kamu ini," kataku mencoba tenang, padahal hati ini rasanya sangat marah.


"Baiklah pak rektor, kamu sedang tidak enak hati. Aku akan pergi sekarang yah," kata Rico sambil tersenyum dan sangat bahagia.


Aku tidak bisa menahan rasa kesalku lagi saat ini. Aku langsung saja melampiaskan kekesalanku dengan membanting buku-buku yang ada diatas mejaku saat ini.


"Aaaa ... sial, sial, sial. Aku tidak akan membiarkan Rico mengambil kesempatan untuk mendekati Nia."

__ADS_1


Aku keluar dari ruanganku dengan wajah yang semakin mengerikan buat semua mahasiswaku. Mereka yang biasanya menyapa, kini malah diam saja mekihat ekspresi marah yang tergambar jelas diwajahku.


Aku memilih menunggu Nia pulang, aku akan mencegat Nia dan memintanya untuk ikut pulang bersamaku. Aku tahu, Nia mungkin sangat marah padaku saat ini. Ia pasti sangat benci padaku, saat aku mengusir ia keluar dari rumah saat itu. Tapi saat itu, aku memang sedang terbakar oleh amarah, sama sekali tidak berniat untuk benar-benar mengusir Nia dari rumah.


Lama aku menunggu Nia, akhirnya, ia keluar juga dari kampus dan menghampiri mobilnya. Saat itulah, aku menghadang Nia dan memintanya untuk bicara denganku walau sebentar saja.


Nia terlihat tidak mau awalnya, namun, akhirnya ia setuju juga untuk bicara empat mata denganku. Aku masuk kedalam mobil Nia. Ini pertama kalinya aku naik mobil wanita yang telah menjadi istriku beberapa bulan yang lalu.


Aku lihat Nia sangat kaget dengan apa yang aku katakan. Ia seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia menatapku semakin tajam saja.


"Aku melakukan ini karna mama yang memintanya, bukan karna aku menginginkan kamu pulang."

__ADS_1


Ntah kenapa, kata-kata itu yang malah keluar dari mulut aku. Aku lihat Nia tidak kaget lagi saat mendengarkan apa yang aku katakan barusan.


"Pak Rama bisa pulang duluan, dan bilang sama mama, aku belun bisa pulang sekarang."


Aku tidak percaya dengan apa yang Nia ucapkan. Awalnya, ia terlihat menerima apa yang aku katakan, tapu pada akhirnya, Nia malah menolak ajakan pulang yang aku tawarkan.


Aku yang terlalu meninggikan egoku ini, akhirnya tidak punya niat lagi untuk meminta Nia pulang bersamaku. Tapi aku tidak bisa melepaskan Nia begitu saja, aku menyuruh seseorang yang bisa aku percayai untuk menjaga dan mematai Nia. Kemana saja dia pergi, dan apa saja yang ia kerjakan. Aku minta orang itu melaporkan padaku semua tentang Nia.


Aku pun memutuskan untuk keluar dari mobil Rania tanpa bicara sepatah katapun. Nia tidak mencegahku sama sekali, ia hanya memandang kedepan saja.


Aku tahu, ia pasti masih marah dan juga kecewa padaku. Apa yang bisa aku lakukan sekarang, aku ingin sekali rasanya bilang pada Nia, kalau yang sangat ingin dia pulang kerumahnitu bukan hanya mamaku saja, melainkan aku sendiri.

__ADS_1


Tapi aku tidak bisa melakukan hal itu. Aku tidak bisa menghilangkan egoku yang sangat tinggi ini.


__ADS_2