Ku Kejar Cintamu Pak Rektor

Ku Kejar Cintamu Pak Rektor
Rasa aneh


__ADS_3

Aku tidak ingin memikirkan itu lagi. Aku pun langsung berjalan mendekati pak Rico, ia pun tersenyum manis menyambut aku yang baru datang ini.


"Ayo duduk sini Nia, ini minum dulu jus naganya. Kamu pasti haus bukan?" kata pak Rico.


Aku tersenyum, kenapa pak Rico begitu manis padaku. Sedangkan pak Rama tidak bisa manis sedikit pun padaku. Andai saja hati ini bisa mencintai pak Rico, pasti aku sangat bahagia saat ini. Karna perlakuan pak Rico sangat manis dan istimewa sekali.


Aku langsung duduk dan mengambil minuman yang pak Rico ulurkan padaku. Aku pun menikmatinya, sedangkan pak Rico senyum bahagia saat melihat aku begitu menikmati minuman yang ia berikan.


Sangking hausnya, aku lupa mengucapkan kata terima kasih pada pak Rico tadi. Aku baru ingat, kalau aku lupa mengucapkan terima kasih setelah jus naga milikku tinggal setengah gelas.


"Kamu haus sekali ya Nia," kata pak Rico.


"Hehehe ... iya pak. Maaf pak, Nia sampai lupa mengucapkan terima kasih pada bapak," ucapku sambil tersenyum malu.


"Tidak usah diambil pusing Nia, mau diucapkan atau tidak, intinya aku senang kalau kamu menerima apa yang aku berikan."

__ADS_1


Aku tersenyum mendengarkan apa yang pak Rico katakan. Ia begitu manis saat bersamaku.


Rama POV


Sial banget aku hari ini, sudah bagun telat dan kekampusnya kesiangan. Aku malah melihat pemandangan yang tidak enak untuk mataku.


Aku melihat Nia dan Rico duduk di taman kampus. Rasanya, hatiku saat ini ingin sekali menghampiri mereka. Aku ingin marah-marah pada mereka, dan mengatakan pada Rico, kalau gadis yang ia ajak tertawa bersama itu adalah istri sah. Tapi apalah daya, aku tidak bisa melakukan hal itu, karna aku ingat perjanjian aku dan Nia. Perjanjian itu aku sendiri yang membuatnya, tidak mungkin kalau aku yang melanggar perjanjian itu. Aku yang meminta Nia untuk tidak ikut campur dalam urusan kami masing-masing.


Ada yang salah dengan hati ini, aku tidak tahu kenapa bisa jadi begini. Rasanya sakit dan tidak enak sekali. Selama ini, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini. Aku benci melihat Nia tertawa bersama lelaki lain.


Aku sangat benci berlama-lama disana, menyaksikan Nia tertawa sambil menikmati segelas jus yang diberikan oleh Rico padanya. Aku marah dengan kedekatan dan kebahagiaan Nia dengan lelaki lain, walaupun itu Rico temanku sendiri.


Aku putuskan untuk meninggalkan taman dengan membawa hati yang sangat kesal. Aku coba menghilangkan rasa kesal yang sangat kuat dihati ini. Aku menuju ruanganku, mencoba melupakan apa yang aku lihat barusan.


Aku buka semua buku-buku pelajaran yang bertumpukan diatas meja ini. Namun, bukannya melupakan apa yang aku lihat, aku malah semakin ingat bagaimana Nia dan Rama berdekatan saat ditaman tadi.

__ADS_1


"Ah ... sial, sial. Kenapa aku sangat kesal, sial."


Aku banting buku-buku itu hingga berserakan di bawah meja. Duduk kembali sambil memegang kepalaku yang rasanya sakit, itu adalah pilihan terakhir yang bisa aku lakukan.


Rania POV


Dari tadi, aku merasa ada yang mengawasi kami dari kejauhan. Tapi, setelah aku lihat sekeliling kami, tidak ada yang memperhatikan kami. Memang banyak para mahasiswa yang berada disana, tapi tidak ada yang begitu memperhatikan kedekatan kami ini.


"Nia, apa yang kamu cari sih?" kata pak Rico saat melihat aku seperti mencari seseorang.


"Eh, gak ada apa-apa kok pak. Hanya saja, Nia merasa, seperti ada yang mengawasi kita tadi."


Pak Rico pun ikut melihat sekeliling kami. Ia ingin memastikan apa yang aku katakan tadi benar atau tidak.


"Sepertinya, itu hanya perasaan kamu Nia. Tidak ada yang mengawasi kita saat ini, mereka hanya melihat saja, tidak mengawasi," ucap pak Rico sambil melihat mahasiswa yang berlalu lalang.

__ADS_1


__ADS_2