
Pak Rama terlihat sangat marah saat melihat aku. Ia menatap aku dengan tatapan yang tidak bisa digambarkan. Belum juga aku selesai menuruni anak tangga ini, pak Rama malah duluan yang menghampiri aku.
"Keluar kamu dari rumah ini sekarang juga!"
Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar barusan. Pak Rama baru saja mengusir aku dari rumah ini. Apa salahku sebenarnya, kenapa ia main usir aku seenaknya saja.
"Kenapa bapak malah mengusir saja pak. Apa salah saya sama bapak," kataku berusaha tetap tenang padahal hatiku sangat sedih.
"Perempuan ja*lang, kamu tidak tahu diri sekali. Aku tidak mau melihat kamu lagi dirumah ini. Pergi sekarang juga!"
Pak Rama menarik tanganku, membawa aku kembali kekamar. Ia membongkar semua barangku yang tersusun rapi dalam lemari dan diatas meja belajar. Ia juga membanting bingkai foto aku dan kedua sahabatku yang terletak diatas meja belajar.
__ADS_1
"Pak Rama, apa yang bapak lakukan dengan barang-barangku. Apa salahku pada bapak," kataku sambil menahan air mata ini
"Mulai hari ini, kamu jangan pernah menginjakkan kakimu lagi dirumah ini. Jangan pura-pura tidak tahu apa salah kamu. Cepat pergi dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku," kata pak Rama.
Pak Rama pun meninggalkan aku dengan barang-barangku yang berserakan. Ia keluar dari kamar kami dengan amarah yang sangat memuncak. Aku terduduk disamping barang-barangku yang berserakan itu. Aku pungut satu persatu bajuku yang pak Rama buang begitu saja dilantai.
Tiba-tiba, Salsa datang menghampiri aku, dengan senyum kemenangan yang terlihat jelas dibibirnya.
"Mau apa kamu kesini," kataku sambil tetap menahan air mata.
"Aku kesini untuk melihat kehancuran kamu Nia. Aku ingin melihat bagaimana kamu diusir dari rumah ini, dan kamu tidak bisa lagi berada disamping kakakku," ucap Salsa sambil tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Aku tidak mengerti apa yang Salsa maksudkan. Otakku sangat lambat untuk memikirkan sesuatu, karna yang ada dalam pikiranku saat ini hanyalah kesedihan akibat tingkah pak Rama.
"Kamu masih belum paham apa yang aku katakan ya Nia. Aku kesini untuk melihat kamu kalah tahu gak. Aku ingin kamu pergi dari kakakku. Karna hanya aku yang bisa berada disamping kak Rama."
"Jadi semua ini adalah ulah kamu. Dasar gadis gil*a kamu Salsa."
Salsa tidak menjawab apa yang aku katakan. Ia hanya tersenyum sambil berjalan pergi dari kamar kami. Aku tidak bisa memahami Salsa ini seperti apa. Tapi yang aku tahu, dia adalah gadis jahat yang punya ambisi yang kuat.
Andai saja aku bisa membuktikan siapa Salsa ini sebenarnya, tapi ya sudahlah, aku tetap belum bisa melakukan apapun saat ini.
Aku selesai membereskan semua barangku, aku masukkan semuanya kedalam koper. Aku ingin meninggalkan rumah ini saja, aku memang kalah sekarang. Ternayat, cinta pak Rama itu tidak bisa aku menangkan. Sampai sudah menikah juga, aku tetap saja kalah dalam mengejar cintanya pak Rama.
__ADS_1
Aku meninggalkan rumah itu dengan perasaan sedih. Aku berusaha untuk menerima kekalahanku saat ini. Bagaimanapun, semua hal yang kita inginkan didunia ini, belum tentu bisa kita miliki semuanya.
Aku memutuskan untuk tidak kembali kerumah orang tuaku. Aku memilih untuk mencari sebuah kos-kosan agar aku bisa tinggal untuk sementara waktu. Aku tidak bisa kembali kerumah dalam kondisi yang seperti ini. Karna aku tidak ingin mama dan papa jadi sedih akibat ulahku.