
Sudah dua jam Nata di suruh membereskan buku di ruangan Cakra, sampai Cakra tak juga henti hentinya mengerjakan yang entah apa yang dia kerjakan. Nata memutar otak agar bisa keluar dari sini.” Hmm pak.. saya mau ke kelas. Masih ada kelas hari ini.” ujarnya bohong.
Cakra yang masih memeriksa kertas di depannya hanya diam tak menjawab. Nata mendengus kesal dibuatnya. Segera berdiri di depan Cakra dan berdehem.
“ pak saya mau ke kelas. Soalnya masih ada kelas jam 3.” Jelas Nata tegas.
Cakra menghentikan tangannya, mendongak menatap Nata yang bicara tak sopan baginya. Nata yang ditatap begitu berdehem pelan. “ siapa nama dosennya?” Tanya Cakra pelan.
Nata tersenyum lebar.” Pak Dwi..” tegasnya berseru bahagia.
Cakra menganguk tegas mengambil HP nya. Mengetik sesuatu Nata menaiki alisnya bingung.” Bapak mau apa? Bolehkan?” Tanya Nata.
Cakra melirik sejenak lalu menelpon seseorang. Nata bingung mengernyitkan dahinya. Berdehemn saat HP berbunti Cakra bicara tegas.” halo dengan pak Dwi?? Saya mau nanya pak.. katanya ada yang masuk sama bapak hari ini jam 3?” Tanya cakra.
“ halo pak Cakra.. iya pak, jika boleh tau siapa yah pak anaknya? semester berapa?” Tanya dari seberang yang bisa Nata dengar..
Nata melotot hampir mengeluarkan bola matanya. anjing...!!! “ yah atas nam..”
“ BAPAK..” Teriak Nata buru buru hendak merebut hp Cakra. Tapi Cakra menghindar membuat nata tersungkur di bawah.
“ aduh pak itu siapa pak?? Saya anu lagi di luar pak, nggak ada jam hari ini. kosong..” jelas Dwi tegas.
Cakra berdehem pelan.” ohhh nggak yah pak? Bapak sedang diluar sekarang dan hari ini kosong?” tanyanya mengangguk pelan.
Nata mendengar itu kosong, menatap Cakra pias sebab Cakra tersenyum miring. “ oke baik pak Dwi. Terimakasih informasinya..” jelasnya terkekeh.
Mematikan HPnya. melirik Nata yang di bawah nelangsa Cakra menggeleng.” hukuman kamu saya tambah. Nggak boleh pulang sampai nanti magrib dan bereskan semua buku.” Tegas Cakra dingin.
“ tapi poak jam 4 saya ada j..”
“ sama siapa? Biar saya yang kasih izin.” Tegas Cakra,
__ADS_1
Nata menatap Cakra dengan nafas yang naik turun, meniup rambutnya membuang muka.” Ayo sana kerja lagi.” tegasnya.
Nata menatap Cakra penuh permusuhan, baik hari ini ia kalah, tapi untuk besok Nata akan memberikan pelajaran pada dosen busuk ini.
“ Assalamualaikum pak..”
Nata mendongak menatap siapa yang masuk, tapi sosok itu melotot melihat Nata dibawah kaki pak Cakra. Pak Cakra menyadari itu segera berdehem pelan.” dia lagi ngebis ACC. Ada apa?” tanyanya.
Nata menggeleng pelan hendak menolak tapi sinta mengangguk paham.” Oh oke pak.. maaf pak saya mau bimbingan.” Jelas Nata gugup.
Cakra berdehem pelan dan menggeleng,” sudah numpuk, kalo mau lusa saja.. “ jelasnya.
Sinta menatap Cakra ragu.” Oh ba baik pak.” Jelasnya.
Cakra berdehem kembali mengerjakan apa yang ia kerjakan. Sinta melirik nata bertanya tapi Nata menatap Sinta memelas.” Mau apa lagi?” Tanya cakra.
Sinta gelagapan segera menjauh.” Hehe enggak pak hehe. Iya pak permisi, assalamualaikum.” Gumamnya segera menutup pintu.
Cakra melirik Nata yang masih di posisinya.” Masih mau ngemis?” tanyanya.
Sudah magrib Nata baru bisa pulang. menatap jam ditangannya, Nata menatap sekeliling yang sudah gelap. Di sana bisa ia lihat tampa hatinya pak Cakra meninggalkan ia dan menaiki mobilnya segera pergi dari sana.
Nata merindiung melihat suasana kampus dialam hari. Melirik srcurity Nata berdehem segera mengambil motornya. “ sialan.. kampret.” Batin nata.
Ricauan makian untuk Cakra ia lontarkan tak bisa ia hindari. Bapak itu tidak punya hati bagi Nata.. benar benar membuat moodnya rusak.
“ NATA..” Nata melirik siapa yang memanggilnya, didepan gerbang, melihat motor CBR merah Nata tau itu Nanda.
Nada segera mendekati Nata dengan motornya membuat nata mengerjab pelan. “ dari mana aja loe? Kok jam segini belum pulang, nggak ada kabar lagi..!” serunya Nanda sesudah membuka helmnya.
Nata membuka kaca helmnya dan menatap abangnya memelas.” Tadi tadi Nata kena hukum abang. Nata baru keluar jadi laper hiks hiks.” Gumam Nata.
__ADS_1
Nanda menghela nafas mendengarnya.” Kamu ngapain sampek kena hukum? Ayok kita cari café dekat sini.. makan dulu.” Jelas nanda.
Nata mengangguk.” Mau makan nasi liwet bundo. Ayok abang.” Rengeknya.
Nanda berdehem segera mengiringi adiknya menuju tempat yang adiknya inginkan. Di sana Nata memilih duduk di ujung tempat, disini cukup sepi sekarang karena suasana masih malam.” Udah sholat belum kamu? Sholat mahrib dulu aja.” Jelas Nanda pada Nata.
“ lagi haid.” Jelas nata pelan.
Nanda mengangguk pelan. “ kenapa kena hukum? Kamu bolos apa ngapain?” Tanya Nanda pada adiknya dingin.
Nata memajukan bibirnya dan menyangga pipinya di tangannya dengan siku di atas meja.” Karena Nata ngilangin SK pembimbing bang, dan dosennya kiler banget,. Masa Nata dari jam 11 di suruh nyusun buku sampek jam enam sore.” Ketus Nata dnegan kesal.
Nanda menggeleng pelan.” ilang kenapa?” Tanya nanda.
” Karena papa tuh..” seru nata dengan kesal.
” Kenapa nyalahin papa? Memangnya papa ngapain sampek ngilangin punya kamu?” tanyanya.
Nata hendak bersuara tapi kehilangan suara. Apa ia bilang saja dnegan Nanda jik jika ayah mereka selingkuh. Tapi jika Nanda tau ayahnya selingkuh sudah pasti akan ada keributan besar di rumah mereka. Apalagi nanda ini tylpe laki laki yang keras dan emosional. “ Nih kak pesanan.” Jelas pelayan.
Nata tersneyum lebar.” Baksonya mana?” Tanya nata lagi.
” tungu sebentar yah kak.” Jelasnya.
Nata mengangguk segera mengangkat satu kakinya dan mulai makan. Nanda melihat adiknya yang sudah melupakan percakapan mereka menggeleng pelan dan ikut makan ayam pecel miliknya.” Enak banget.” Gumam Nata polos menggoyangkan kepalanya dan badannya.
Nanda mengangguk mengusap pelan pipi adiknya terkena saos..” makan yang banyak, lain kali kalo ada kejadian nggak bagus atau ada yang ganggu kamu bilang sama abang oke?” jelas Nanda.
mata mengangguk pelan.” tapi nanti Nata dibilang penakut, ngadu sama abang.” Jelas nata jujur.
‘'yah nggak apa apa lah, kan nata punya abang mereka enggak. Bilang aja mereka iri.” Jelas nanda tegas.
__ADS_1
Nata mengangguk pelan.” abang pukul aja deh kepala dosen Nata. Rasanya nata mau banget pukul dia tapi kalo Nata pukul nanti Nata nggak lulus lulus gimana dong?? Nata nggak mau lambat tamat dan nilai jelek. Masa gara gara ini dosen sia sia usaha Nata buat dapat IPK predikat cumlaude.” Jelas nata jujur sembari makan dengan kesal.
” Kalo nggak mikir nilai duh udah Nata bejek bejek itu dosen.” Ujarnya mengunyel ayam mengingat Cakra. Nanda mengeleng melihat tingkah lucu sang adik