
Karena pesan kakaknya Nata, ia harus menyelesiakan skripsinya. Nata kembali harus berkutat dengan krispinya di perpustakaan sampai jam empat sore, saat dimana anak lain sudah bersiap pulang Nata masih berkutat dengan berkas berkas yang di butuhkan.
Tag... suara enter laptop Nata terhenti sebab batre Laptop nya sudah merah, Nata meregangkan tubuhnya merasa nyeri di sekujur tubuh. Melirik sekeliling ia berdehem pelan, sejenak ia menegakkan tubuh dari posisinya dan berdehem pelan, merasa mengantuk kembali bersandar dan memejamkan mata " lima menit nggak apa apa kali ye!"
dan tak sadar tertidur.. satu jam, dua jam, tiga jam.. sampai suasana menjadi gelap.
....
Saat Cakra yang saat jam lima sore harus mencarinya buku penelitian mencari buku di perpustakaan dengan tenang dan fokus hingga tak sadar hari sudah gelap, ia tersadar saat mendengar suara azan magrib,.
Segera ia menutup buku yang ia baca tadi membawanya tenang untuk keluar. Saat hendak keluar ia melihat keberadaan Nata yang tidur di meja tempat di depannya ada laptop yang sudah mati.
Cakra melihat jam yang sudah ingin malam. Hendak meninggalkan Nata tapi ia tak tega. Ia berdehem pelan menatap nata.” Eh,.. bangun.” Jelas Cakra tegas pada Nata., tapi Nata tak terganggu sama sekali, ia bahkan Masih tidur dengan mulut mangap, sedikit menderu, untungnya tidak ngeces.
Xcakra melihat itu mendesis tak suka.” Nata bangun. Sudah mau malam.” Teriaknya enggan menyentu Nata.
Tapi Nata sama sekali tak teranggu. Cakra sampai geram dan menarik tangan Nata kasar. Nata shok di tengah tidurnya membuka matanya lebar, menatap eekeliling.” Naon anying?” Tanya Nata gagap.
Cakra menatap itu datar.” Udah malem. “ jelas Cakra tegas segera pergi dari sana.
Nata mendengar itu menghela pelan mengusap wajahnya. Tersadar menatap Cakra yang menjauh, Nata menatap sekitar sudah gelap melotot.
Gila ia ketiduran berapa lama??? segera membereskan bukunya Nata segera berdiri dengan cepat hendak keluar.
Saat didekat pintu ia mendapatkan Cakra yang berdiri di sana membuka pintu beberapa kali. sejenak tak terbuka, kembali berusaha lebih Kuat hingga menimbulkan suara cukup keras.
” Loh loh ini kenapa pak?” Tanya Nata heran dan kaget segera membawa barang-barang nya.
Cakra enggan menatap Nata. Masih berusaha membuka pintu lebih kuat.” seperti nya Kita terkunci.” Jelasnya datar.
” HAH.” Teriak Nata kaget tepat ditelinga nya cakra.
Cakra memejamkan mata merasa suara Nata berdengung di telinganya.” Sumpah? kita kejebak disini pak?” Tanya Nata lagi lagi berteriak ditelinga cakra.
__ADS_1
“ bisa tidak nggak usah teriak?” Tanya Cakra geram dan eksal.
Nata berjengit kaget menatap Cakra horror. Cakra menghela nafas pelan menatap nata dingin.” Telinga saya bisa budek!!! dan kamu tau, jarak telinga sama bibir itu ngak sampek satu jengkal.” Jelasnya dingin.
Nata menatap Cakra dengan pandangan nanar.” tapikan jarak bibir saya sama telinga bapak hampir setengah meter pak.” Jelas Nata bergumam lirih.” Atau mau saya deketin aja bibir saya sama telinga bapak ? atau Saya ulangin.” Jelas Nata mendekati Cakra dan menahan tangan Cakra.
“ mau ngapain kamu?” Tanya Cakra shok melihat nata di dekat dirinya begini.
Nata menggeleng pelan dan mendekati bibirnya ketelinga cakra.” HAH?? Sumpah kita kejebak disini pak?” Tanya Nata serak di telinga Cakra lebih pelan.
Cakra merasakan nafas hangat Nata menerpanya telinganya meremang memandang Nata dingin dan mendorong Nata kuat.
Nata tersentak dan jatuh di lantai karena Cakra yang begitu kasar. “ jangan main main kamu sama saya Nata.” Jelas cakra dingin.
" saya masih dosen kamu dan bisa kasih kamu nilai E.” tegas Cakra lagi mengintimidasi Nata.
“ kan udah Nata bilang, nggak apa apa dapat nilai E. itu artinya Nata masih ada waktu buat dekat sama bapak. Nata bisa lama lama sama bapak.” Jelas Nata terkekeh senang.
Pak Cakra memandang Nata suram dan kesal, dimana anak ini meletakkan otaknya?.
“ dimana kaca disini?” Tanya Cakra lagi tegas.
Nata menunjuk lantai dua.” Dilantai dua pak, kalo disini yah ngak ada.” Jelas Nata jujur. perpustakaan ini sangat besar, terdiri dari tiga lantai. Bahkan perpustakaan milik kampus ini dinobatkan perpustakaan terbesar di kotanya!
Cakra berdecap kesal memukul kuat pintu yang tertutup. Menatap nata heran.” Kamu nggak takut terjebak disini?” tanyanya heran. Terlihat Nata santai saja.
Nata mengeleng masih di posisi duduknya.” Kalo sendiri yah pusing dan juga takut tapi kan sama bapak, jadi Nata malah senang soalnya bisa berduaan terus sama bapak.” Jelas Nata cekikikan. Nata berkata jujur kok soal tak takut. Nata tidak takut jika berdua. Jika sendiri baru takut.
Cakra menekankan matanya.” bisa ngak kamu nggak usah bicara Otong kosong di saat begini?” Tanya nya dingin pada Nata.
Nata diam dan menggeleng.” Saya bicara nggak kosong loh pak.” Jelas nata.
Cakra menggeleng pelan.” mana HP kamu???” Tanya Cakra cepat.
__ADS_1
Nata segera mengambil tasnya dan membuka hpnya.” oh iya. Batre saya udah soak pak, udah habis.” Jelas Nata menunjukan hpnya.
Cakra memandang Nata dengan datar.” Bawa carger?” tanyanya lagi dengan tegas.
Nata menggeleng polos.” Laptop laptop?” tanya Cakra lagi.
saat Nata hendak memberiokan laptop tapi Cakra memukul kepalanya sendiri.” Sial disini ngak ada wifi.” Gumamnya tegas.
Nata paham jika Cakra ingin menghubungi orang untuk meminta bantuan.” Hp bapak mana?” Tanya Nata heran.
” Kalo saya ada saya nggak bakal nanya atau ngomong sama kamu..!!!” tegas Cakra kesal. hp Cakra tinggal di ruangannya, sebab ia kesini tidak membawa hp untuk fokus mencari buku tadi.
Nata menggaruk tengkuknya yang gatal dan gerah. Nata mengerjab pelan memandang Cakra dengan takut.” pak udah gelap banget.” Gumam Nata lagi berdehem.” Disini lampunya dimana yah?” Tanya nata gugup.
Cakra mendengus.” Tadi bilang nggak takut kamu.” Ketusnya mengejek
Nata cemberut didepan cakra, segera meringsut mendekati Cakra. Cakra di sana mendelik menatap Nata tak suka.” pak saya takut. “ jelas Nata dengan gugup.
" Takut apa kamu? Hantu aja lihat kamu lri!" Ketus Cakra kesal pada mata.
Plak.. Kyakk.. suara buku terjatuh. Nata segera memeluk lengan Cakra hebat. Cakra melotot menatap Nata juga takut.” suara apa tu Nat?” tanyanya takut.
Nata menggeleng cemas dipelukan cakra.” Suara buku jatuh pak.” Gumam Nata gemetar.
Cakra yang reflek memeluk Nata memandang sekitarnya ngan kosong. tidak mungkin buku itu jatuh saja kan?
Plak plak plkak.'' Kyakkkkkk Nata.” Teriak Cakra heboh memeluk Nata lebih erat usai mendengar buku yang semakin banyak berjatuhan.
Nata mendesis kesakitan saat tubuhnbya dipeluk erat. Ini bukan lagi masalah hantu tapi masalah di bunuh dengan pelukan.” Pak pak aduh sakit pak.” Gumam Nata lirih.
Cakra menatap mata dengan horror, segera melepaskan pelukannya tapi tangannya masih bertengger di tas milik nata. Nata menatap cakra mendengus. Bisa bisanya dosen ini takut hantu. padahal dia lebih menyeramkan dari pada hantu!
Suara suara buku jatuh dan beberapa barang lagi Semakin terdengar. Nata mendengar itu cemas cemas juga.” Pak dimana saklar lampunya ini?” Tanya Nata mulai sesak nafas karena gelap.
__ADS_1
Cakra menggeleng takut.”nggak tau Nata.. itu ada dilantai dua.” Jelasnya menatap semua kegelapan gemetar. Nata menatap Cakra horror, sebab lantai dua itu cukup jauh, mereka harus melewati rak tak yang menjatuhkan buku buku itu dengan keadaan gelap!!! No No No!!!!