
" Ini kamar untuk kamu Nata, "ujar Cakra tegas kepada Nata.
Nata menatap kamar yang diberi oleh Cakra untuk dirinya tidak terlalu besar Cuma cukup luas, nyaman juga, ruangan ini berwarna tema dari rumah itu sendiri. "loh loh loh. bentar, kita nggak satu kamar Pak? "tanya Nata kepada Cakra tengil.
Cakra melotot kepada Nata." Ngaur kamu!" ketua Cakra kesal kepada Nata.
Nata memajukan bibirnya " katanya mau bikin bayi??" tanya Nata menggoda.
Cakra memutar bola mata malas. " udah, pokoknya kamu jangan ganggu saya. saya akan hubungi orang tua saya dulu dan kamu tinggal di sini jangan membuat ulah. "tegas Cakra mewanti-wanti Nata agar tidak melakukan sesuatu yang Di luar batas.
Nata mengganggu paham kepada Cakra "ya Nata kan anak bayi nggak bakalan ngapa-ngapain paling cuman main." ujar Nata terkekeh.
Cakra malas menjawab segera menjauh. Nata melihat Cakra menjauh segera melambaikan tangannya " good night bapak, I love you.." seru Nata dengan senang. Cakra meliriknya malas. seperti angin lalu ia pergi begitu saja
Nata terkikik pelan lihat Bagaimana tanggapan Cakra kepada dirinya, Nata senang sekali karena apa Karena Cakra tidak baperan dan juga enak jahili.
menutup pintu kamarnya secara pelan Nata segera masuk dan menaruh kopernya di sudut ruangan Nata memeriksa kamar ini secara baik Apakah ada kamera atau ada sesuatu yang mengganjal tapi sepertinya tidak, Nata segera ke kamar mandi untuk mandi lalu setelahnya Nata memilih untuk tidur karena dirinya lelah.
tapi Nata bukan sosok yang mudah tidur di rumah orang lain, apalagi ini rumah orang yang tidak dirinya kenal secara baik, sehingga Nata tidak tidur secara lelap.
ketika Jam sudah menunjukkan pukul 05:00 pagi Nata segera melakukan salat subuh, setelah selesai melakukan salat subuh Natal segera menuju ke dapur untuk melihat isi dapur pagi ini.
rupanya di sana ada wortel kol Dan beberapa makanan lainnya seperti ayam beku dan lain-lain, Nata segera melakukan rutinitas sebagaimana yang sering ia lakukan di rumah.
Cakra yang masih tidur mencium aroma wangi dari dapur mengeringitkan dahinya, mengucap matanya yang terasa Masih berat. rumah ini sangat wangi membuat dirinya lapar sebab semalam dia juga tidak makan karena menjemput Nata.
mencoba untuk bangun dan membersihkan muka Cakra segera turun dari kamarnya menuju dapur. sakit dapur ya melihat keberadaan Nata yang sedang masak menggunakan celana pendek bahkan setelan dari lutut itu pahanya terlihat jelas. " Apa yang kamu lakukan??" tanya Cakra pada Nata dingin.
Nata mengerjab pelan menoleh menatap ada Cakra di belakangnya. " eh, Selamat pagi calon suami.!" gumam Natal segera mendekati Cakra hendak mencium pipinya.
__ADS_1
tapi sebelum ciuman itu mendarat di pipinya Cakra, Cakra sudah lebih dulu menahan kepala Nata untuk mundur. nata melotot menatap tangan Cakra yang berada di kepalanya. " mau ngapain kamu??" tanya Cakra melotot.
Nata menggelengkan kepalanya karena tidak senang tangan Cakra berada di kepalanya, " Mau kiss morning lah, seperti ala-ala pengantin baru dia romantis gitu loh bapak!!" jawab Nata polos.
Cakra merasa kantuknya seketika hilang" Nata, kamu jangan macam-macam ya sama saya!" tegas Cakra dingin
Nata malah menunjukkan gigi kelincinya kepada Cakra dan segera mundur agar tangan Cakra melepaskan kepalanya. " saya nggak macam-macam loh pak, cuma satu macam!" gumam Nata menunjukan tangannya angka 1.
Nata menatap kebelakang Cakra " itu siapa pak??" tanya Nata melotot.
Cakra segera melihat kebelakang tapi Nata tersenyum lebar mendekati bibirnya ke pipi Cakra. tapi Cakra keburu berbalik dan
cup...
Nata dan Cakra melotot sebab bibir Nata dan Cakra bersatuh. Cakra melebarkan mata kaget saat bibir dingin Nata menimpah bibirnya. nata shok. " Nata!" tegas Cakra saat bibir mereka terlepas.
Nata mengerjab polos. " sumpah, Nata nggak sengaja Pak tadi maunya cium pipi bapak eh malah kena bibir!" seru Nata jujur.
" tapi enak kok!" lanjut Nata lagi. Cakra mendengar jawaban Nata kehilangan suara. nata tersenyum lebar " mau lagi!" Bisiknya berjinjit.
Cakra menahan kepala Nata dingin. " kamu--" Cakra kehilangan suara ingin meladeni Nata yang tak habis habisnya membuat dirinya darah tinggi
Cup. nata mencium telapak tangan Cakra. tersenyum lebar. " I love you!" seru Nata lalu segera mendekati sayur yang ia masak.
Cakra menganga menatap tangannya masih mengambang, bekas ciuman Nata. Cakra kehilangan suara, kehilangan akal Cakra benar-benar tidak lagi paham bagaimana untuk menghadapi tingkat nyata yang kurang ajar. Tubuhnya suka dan tidak menolak, bahkan ia ingin lebih, astaga tidak!!!!
tapi mengapa Cakra sama sekali tidak bisa memukul, mendorong atau bahkan berteriak lebih keras kepada Nata. seakan-akan tubuhnya kaku dan tidak bisa dirinya gerakan atau kontrol.
Cakra segera duduk di kursi makan mereda tubuhnya yang seperti lemah usai Nata cium, melirik Nata yang malah bersiul santai seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
ini apa-apaan!!! sangat tidak adil!! Batin Cakra geram. Mengapa Nata masih santai sedangkan dirinya tidak!!!
dirinya mau lagi! akh tidak, dirinya tidak suka Nata maksudnya!
" gila saya lama-lama begini!!" batin Cakra segera pergi dari sana.
Nata melihat Cakra yang pergi menghela nafas pelan. menepuk pipinya. "hahahaha!!" tawanya meledak, bagaimana tidak jika Cakra yang ia kenal sebagai dosen killer dan juga pemarah seperti orang yang tak bisa berkutik usai ia cium.
apalagi telinga hingga lehernya merah. Nata suka sekali melihat wajah Cakra yang merah merona begini. itu sangat lucu baginya!!
cara memasuki kamar mandi, segera mandi dengan cepat, tapi ia merasa sesuatu yang berbeda. melotot hebat saat sadar. burungnya hidup!! pantas saja ada yang tak nyaman.
" Astaga!! Joni!!" serunya bahagia melompat lompat. astaga astaga batinnya. " akhirnya loe bangun juga setelah sekian purnama! kalo gini kan gue bisa Ninaninu kayak yang orang lain bilang!!!" seru Cakra semangat.
Cakra buru-buru menyelesaikan mandinya, lalu segera bersiap-siap untuk menggunakan baju ke kampus "gue harus kasih tahu sama Bagas!!!! gue sehat!!" gumam Cakra berbinar riang.
sesekali Cakra menoel joninya tapi sudah tidak lagi hidup, tapi setidaknya tadi hidup!!!!!
keluar dengan girang menatap kebawah. ada Nata yang menyiapkan semua masakan yang sudah siap menaiki alisnya. " Bapak ngapain lihat ke bawah terus?" tanya Nata heran.
Cakra mendengar pertanyaan Nata segera melebarkan mata kaget, mundur memegang dadanya. " nata kamu ngagetin saya!" tegas Cakra dingin.
Nata mengangkat bahu acuh. " Bapak dari tadi melihat ke bawah terus, emangnya Buyung Bapak kenapa??" tanya Nata polos.
Cakra menutup miliknya kesal. " mau tau aja urusan orang. nggak malu kamu nanya kaya gitu?" tanya Cakra ketus.
nata tersenyum lebar " Kenapa malu? saya mau kenalan boleh??" tanya Nata mendekat
" Nata!" tegas Cakra marah. Nata malah terbahak bahak. astaga mengapa dirinya mesum sekali setelah tau Cakra impoten?
__ADS_1