
“ terus kita gimana sekarang?” Tanya Cakra pada Nata ketar ketir.
Nata menmejamkan matanya diremas tangannya okeh cakra.” Pak kalo mau remas di sini jangan ditangan.” Jelas Nata menunjukan dadanya.
Cakra melotot mnatap nata kaget.” Kamu apa bilang?” tanyanya dingin.
" Bilang apa kamu pak!!! typo typo awokawok" seru Nata terkekeh, Cakra menggerling menatap Mata tidak terima
“ maksud saya itu bapaknya remas ke baju gitu loh pak, kan tangan saya bapak remas sakit gini.” Jelas Nata.
Cakra menghempaskan tangan Nata. Nata meringis meliriknya kesal. Ini dirinya dicampakkan di hempas tak berperikemanusiaan sekali.
Nata segera melepaskan jaketnya” kamu mau ngapain?” Tanya Cakra tak suka melihat Nata yang membuka jaketnya.
” Panas pak panas., bapak nggak panas?” tanyanya.
Cakra menggeleng." enggak.” Ketusnya.
Nata mengangkat bahunya. Hanya menyisahkan tangtop crop top miliknya.
Cakra melihat Nata yang berkeringat mengusap lehernya dan mengikat rambutnya meneguk Saliva kering.
Nata sama sekali tidak sadar sebab disini hanya remang remang, tak bisa Nata lihat dengan jelas, hanya ada cahaya dari jendela yang tampa kunci membuat ruangan ini ada warena abu abu gelap. Nata mengipas tubuhnya dengan buku yang entah ia dapat dari mana.” Panas banget pak.” Jelas nata pelan.
Cakra mengeleng pelan.” itu buku dari mana?” tanyanya.
Nata mengeleng pelan menatap buku yang ia pegang. Sontak Cakra menegang memegang tangan Nata lagi. suara buku kembali berjatuhan cukup banyak,.” NATA..” teriak cakra pingsan.
Nata melihat Cakra yang pingsan shok.” Duh pak? Pak.. astaga.. jangan pingsan saya sendiri ini gimana.” Gumam Nata ketakutan, melirik sekeliling cemas cemas. hantu beneran ada apa gimana yah?
__ADS_1
” Pak..” gumam Nata menepuk kepala Cakra keras. Cakra sama sekali tidak bangun.
“ he hantu jangan ganggu ganggu. Gue nggak ganggu kalian yah. gue hafal ayat kursi.” Teriak Nata mulai bergumam.
” Bismillah horioh roh hor h-astaga.” Gumam Ntaa latah.” Apa yah” gumam Nata ragu dan gugup,. Lupa dengan awalannya ayat kursi. sumpah Nata hafal!!!!
Prang. "kyakkk lahaulawalakuata illka billa uyaallahmafakanlah hambamu ini yallah jika ada yang salah. Maafkan hamba yallah maaf." Gumam naya gemetar ketakutan menyusut cemas didekat cakra.
Suara berhenti dan suara tikus menyusul. nata menahan nafasnya yang terasa sesak dan sempit. Menggeleng pelan menatap cakra yang pingsan.
Nata segera memilih tempat paling sudut membiarkan Cakra di sana sendirian, tapi merasa dirinya sendiri ada yang melihat nata menarik kaki Cakra dan membiarkan cakra untuk tidur dihadapannya. Nata menaruh kepala Cakra di atas jaketnya agar lebih nyaman.
Memejamkan matanya. tangan nata tak henti hentinya bertasbih meminta sama Tuhan agar dilindungi. Ia lupa bacaan ayat kursi tapi ia yakin jika Tuhan pasti melindungi dirinya meskipun dirinya banyak dosa..” Yaallah mana aku belom solat.” Gumam Nata lirih.
Sampai beberapa jam nata sama sekali tidak bisa tidur, ia hanya memejamkan mata tak berani apapun, melupakan Cakra yang pingsan.
Cakra yang pingsan meringis saat merasakan bau bau melati disekitarnya. Ia membuka matanya lebar dan berteriak.” Nata kamu dimana?” Tetiaknya hebat.
Cakra memegang dadanya sakit.” nata..” gumamnya meringsut duduk didekat Nata dan memeluk lengan Nata.
“ nata saya lapar, kamu ada makan atau minum?” Tanya Cakra lemah.
Nata merasa cakra yang terlihat manja mengernyitkan dahinya.” Bapak nggak kerasukan jin kan?” Tanya nata heran.
” Jangan bicara smebarangan kamu.” Tegas Cakra dingin.
Nata menjadi kicep.
Membasahkan bibirnya Cakra menatap Nata memelas. Nata mengambil tasnya, dan mengeluarkan roti gepeng yang ia sempat beli, dua biji, lalu akua yang tinggal setengah.” Hanya ini pak.” Gumam Nata ragu. Nata bahkan lupa jika ia belum makan sejak pagi hingga malam ini.
__ADS_1
Cakra mengambil roti ditangan nata. Nata pun mulai membuka miliknya dan makan. Cakra meringis memegang perutnya yang perih. Nata melihat itu menaiki alisnya.” Bapak jangan meninggal dulu, saya belum mau jadi janda.” Jelas Nata horror.
Cakra menatap nata tajam dan dingin.” Bicara omong kosong saja terus. Saya magh.” Jelasnya.
Nata membuat bibirnya berbentuk o kecil. Lalu membuka tas nya lagi.” Cuma ada ini pak, saya punya soalnya saya juga punya magh tapi nggak parah.” Jelas nata.
Cakra menerimanya dan segera memakannya. Nata melihat itu berdehem mengunyah roti di tangannya. Sampai cakra merasa lemas dan mulai makan dikit demi sedikit.
Nata menguap pelan dan meminum air sedikit. “ pak tadi bapak udah pingsan sekarang saya juga yang tidur yah.” jelas Nata menyenderkan kepalanya di paha cakra.
Cakra shok melihat Nata dingin.” Ngapain kamu?” Tanya Cakra nyaris berteriak.
Nata menutup telinganya.” Bapak heboh banget. Teriak terus kayak jablay deh. Saya mau tidur bapak tadi tidur di paha saya loh.” Jelas Nata tak suka.
Cakra yang tak tau ia tidur tadi diam menatap letta tak percaya
Nata membuang muka dan tidur. Cakra berdehem pelan, menatap Nata dalam.” tapi jangan gini Nata. Saya takut sendirian Nata. Kamu bangun lah.” Gumam nya lirih.
Nata berdehem.” Nggak usah takut kita masih punya Tuhan. “ jelas Nata pelan.
Cakra menghela nafas pelan, benar sih tapi tetap saja dirinya takut. karena ketakutan itu Cakra memilih diam dan menghabisi roti milik nya yang diberi Nata. Tak berani menatap sekeliling tak sengaja ia mendapatkan wajah damai dan tenang Nata yang tertidur.
Melihat nata tertidur Cakra selalu salah fokus pada bibir nata yang terbelah, itu seksi dan tebal. Lalu hidungnya yang kecil namun mancung. Bulu mata yang lentik. Nata jika tidur dan diam begini terlihat lebih cantik, berkali kali lipat.’” Kalo kamu pendiam dan nggak petakilan gini cantik.” Gumam Cakra pelan.” sayangnya kamu gila.” Decihnya kesal ingat tingkah Nata selama ini.
Tubuh nata berbalik dan Cakra kaget. Nata menghadap kearah pusaka miliknya. Sedikit ketar ketir ia mendorong kepala Nata pelan.” nata jangan begini.” Jelasnya gugup.
Tapi nata malah lebih mendekatkan wajahnya ke perut Cakra. Cakra hanya bisa diam melihat Nata lebih seksi dengan posisi begini. Cakra memegang dadanya yang berdebar hebat. Ini pertama kali ia berdebar melihat wanita berpenampilan begitu menggoda. Dengan istrinya saja tidak pernah.
Sedangkan Nata sendiri pura pura tidur mendengar semuanya, melakukan secara sengaja.
__ADS_1
Nata memang seberani itu agar mendapatlkan hati Cakra, lagi pula tak ada resiko sebab Cakra kan impoten hahaha..
sampai pagi pun mereka tetap begini dengan Cakra yang tidak bisa tidur semalaman akibat ulah Nata.! Cakra mengepalkan tangan kesal akan keadaan dirinya. " Natanjing!" gumamnya kesal. dia tidur ngorok dirinya yang kualahan