Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
ternyata istri


__ADS_3

“ udah dapet yah?” tanya seseorang dingin.


Nata meringis merasa jantungnya terjatuh. Sial ini musibah. bulu kuduk Nata rasanya merinding mendengar suara yang terdengar seperti kabar buruk!!


Meneguk Saliva kering. Nata melotot menatap Cakra dibelakangnya dengan berkas yang di tangannya. Jantung Nata seperti jatuh berserakan, berkeping keping tidak bisa lagi ia pungut.” Eh ganteng,,” gumam nata keceplosan.


Buru buru menutup mulutnya.” Eh bapak.” Gumam Nata malu-malu anjing.


Cakra menatap Nata datar dan dingin. Melirik vera yang duduk menatap Cakra takut. “ ini mahasiswa mana?” tanyanya pada Vera.


Vera menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinga dan tersenyum manis.” Anak fakultas kita pak. Bagian Seni” Gumamnya malu malu.


Nata kehilangan' suara dibuatnya saat Cakra merampas berkas di tangannya. Membaca di sana secara saksama. " Pa--ppakk--" Gumam Nata gugup.


Tatapan Cakra terjatuh pada nama yang tertera di sana. nama dirinya sebagai dosen pembimbing ke dua. Ia menatap Nata lagi dingin tapi dibalas senyum manis oleh nata.” Jadi kamu salah satu mahasiswi yang pamongnya saya?” tanyanya.


Nata buru buru mengangguk, tapi melotot saat pak Cakra merombek SK di depan matanya. nata menahan nafas menatap Cakra.” Saya nggak suka anak kurang ajar seperti kamu.. “ tegasnya dingin.


Nata menatap cakra memelas,.” Pak... saya capek loh nyari ini berkas.” Gumam Nata sedih.


“ saya nggak peduli.” Gumam cakra menggeleng.” menghilangkannya SK, mencari berkas arsipan dan menghina saya. Kamu pikir kamu siapa mau mengatur saya hmm?” Tanya Cakra dingin.


Nata menatap Cakra tak suka. tapi tak bisa bicara apapun. “ kenapa? Mau ngelawan?” Tanya Cakra semakin menambah kesan intimidasi.


Nata mengangguk.” Mau nya sih pak. Cuma nanti bapak kasih saya nilai E lagi.” gumam Nata memelas.


Vera tersenyum tipis mendengar itu, Cakra menggeleng pelan menatap nata.” Kamu ikut saya..” tegasnya pada Nata.


“ jangan pak.. saya masih kecil.” Gumam nata memelas.


Cakra melotot pada Nata. “ maksud kamu apa? Kamu pikir saya cabul apa?” tanyanya dingin.


Nata buru buru menggeleng.” Anu pak bukan gitu. Bapak mau hukum saya kan?maksud saya jangan hukum saya. Saya masih kecil gitu.” Gumam Nata memainkan ujung jari nya ke ujung jari lain. memberi wajah memelas.


Cakra menatap Nata dingin.” Kalo ngak mau yah sudah saya kasih kamu nilai .."

__ADS_1


" iya pak saya mau. Ayok pak ayok.” Teriak Nata buru buru menggandengnya tangan Cakra.


Tapi Cakra segera menepisnya membuat Nata buru buru menjauh. Cakra menatap Nata tajam segera di balas dengan tatapan polos Nata. Cakra mengeram kesal.” Jangan sembarangan sentuh saya kamu.:” tegasnya dingin.


Nata menatap Cakra mencibir. Cakra mendengus memberikan berkas pada Vera dan segera keluar diikuti oleh Nata dari belakang.


Nata menatap Vera yang di balas dengan gelengan kepala. “ masa nggak tau pak Cakra. Mau cari mati.” Gumamnya.


Tidak akan ada asap kalo tidak ada api, tidak akan ada rumor jika bukan karena sesuatu.


Nata mengintil jalan Cakra yang sangat cepat membuatnya harus setengah berlari, menaiki lift yang sama. Nata gugup saat hendak masuk juga.


Cakra menatap Nata dingin” ini lift untuk dosen. Kamu mahasiswa naik tangga,.!!!” Tegasnya dingin.


Nata melotot tak terima.” Yah kan pak tap..." Ucapan Nata tertahan dengan tatapan Cakra yang tajam." Iya iya!!!!!!.” Gumam nata kesal segera menjauh.


Cakra memencet tombol lift segera ke atas. Meninggalkan Nata yang mengepalkan tangan dan menginjak injak lantai kesal.” anjing dosen ini.” gumam Nata depresi.


Ia menyugar rambutnya kesal. Segera ke tangga untuk naik ke lantai atas menemui pak Cakra. Jangan sampai ia tidak tamat kuliah tahun ini..!!


“ Nata Nata..” panggil Sinta pada Nata.


Nata tak minat menjawab segera ke atas.” Sombong. ''Gumam Sinta kesal segera menjauh.


Naik ke lantai empat dengan naik tangga. Nata hampir kerompos, mengusap kepala yang penuh peluh dan mengetuk pelan pintu milik pak cakra di ruangan dekan.


Nata terduduk didepan pintu pak Cakra. Cakra menatap Nata kaget sebab mata memegang dadanya.” Kamu jangan mati di sini.” Gumamnya Datar pada Nata.


Nata melirik Cakra dengan pandangan kesal memejamkan matanya,.” he..” tegas cakra.


” IYA IYA PAK, SAYA NGGAK MATI DISINI. PUAS KAN?” Tanya Nata kesal menatap cakra..


Cakra berdehem pelan.” ingat yah saya dosennya.” Jelas cakra tegas.


Nata menatap Cakra dengan intimidasi Cakra segera menatap mata dingin.” Kamu Carikan buku tentang pelatihan KKN dari 2013 sampai ke 2023 dan itu di susun rapi secara berderetan. Nanti saya suruh yang lain jika sudah selesai,.” Jelas Cakra pada Nata.

__ADS_1


Nata bergumam pelan segera masuk.” Kalo tau gini ngak usah cari arsipan gue.” gumamnya menolak dalam batin.


” Kamu ngomong apa?” Tanya cakra dingin.


” Bapak kiler.” Jelas Nata keceplosan.


” Apa?” Tanya Cakra lebih dingin.


Nata menatap Cakra dengan mata melotot kaget.” Hehe bapak ganteng.. saya cari dulu yah. hehe..’' gumam Nata segera lewat dari pinggir ke pinggir menuju lemari kaca besar di belakang kursi Cakra.


Nata tidak takut Cakra ingat yah!!! ia lebih takut tidak wisuda tahun ini!!!


Cakra menyipitkan mata. Kaget ada anak yang sebar-bar Nata.


Nata melihat semua buku yang di raknya malas, duduk di bawah dan menyusun satu persatu secara rapi... 2013 2014... sampai seterusnya. Sampai sampai ia mengantuk dibuatnya.. “ Diana meletakkan ini pak?” Tanya Nata pada Cakra.


Cakra menunjukan rak di atas lemari didepannya yang sudah ada kotak kotak berisikan tahun kotak.


Nata mengangguk segera berdiri menuju kotak kotak tersebut, tapi terhenti. Ia salah focus pada foto yang ada di atas meja. Foto wanita yang seperti ia pernah lihat.


Nata menyentuh foto itu sulit. Melirik Cakra yang masih mencoret revisi skripsi, Nata menatapnya secara teliti hingga tersadar.


Bayangan wnaita yang mendesah dan juga dipelukan papanya berlindung dibelakang hordeng. Nata menatap hal itu datar. Sampai tak sadar menjatuhkan frime itu.


Cakra mendongak menatap Nata mendengar suara yang terjatuh keras. Nata melirik Cakra dengan pandnagan polos.” Sudah rapuh pak, jatuh dia... “ jelasnya menunjukan bingkai yang memang sudah pecah keseluruhan.,


Cakra melirik foto itu datar.” Ini istri bapak?” Tanya Nata pelan.


Cakra kembali menatap Nata dingin. Nata ditatap begitu mengernyitkan dahinya.” Jelek banget istri bapak padahal bapak ganteng. Mau selingkuh sama saya aja nggak pak?” Tanya Nata menaik turun alisnya dan tersenyum tipis.


Cakra menyipitkan matanya.” kamu ayam kampus?” tanyanya dengan mengejek pada Nata.


Nata melotot.” Enak aja.. saya ayam kampus.” Jelas Nata mengibas rambutnya kebelakang.


” Bidadari kayak gini...” jelas Nata lagi pada Cakra. Segera mengambil foto yang jatuh.

__ADS_1


Cakra menghela nafas pelan kembali bekerja. Nata menatap lagi foto ditangannya dan meremasnya. Wanita sialan..!!!!


Ia akan membalasnya nanti!!!


__ADS_2