Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
jatuh


__ADS_3

Karena terusir dari hotel, Nanda dan Nata menatap Denis yang di amankan di dalam. Nata mencibir kakaknya.” Harusnya jangan langsung di serang tadi.” Gumam nata pelan.


Anda melirik adiknya menaiki alisnya.” Langsung tusuk aja.” Gumam Nata lanjut.


“ masuk penjara gue setan.” Gumam Nanda kesal.


Nata terkekeh pelan.” seneggaknya dia mati.” Gumam nata pelan.


” terus loe gimana? Mama gimana kalo gue masuk penjara???” Tanya Nanda.


” Serius banget sih.” gumam Nata malas.,


Nanda menghela nafas pelans egera menuju motor mereka.” Terus sekarang gimana?” Tanya Nata pelan.


” gimana apanya? Loe mau nemuin papa di sana? gue sih ogah. “ ketus nanda.” Gue jujur aja yah nat. mau mama gila kek, mau gimana kek. Gue ngak rela dia balik sama sih bajingan itu.!! nanti deh gue cari dukun, temen gue ada tuh yang bisa ngobatin hal ginian. Bisa jadi kan mama dulu di pelet sama dia.” Ketus Nanda pada nata.


Nata duduk di jok belakang bingung.” Bang loe percaya sama hal begituan?” Tanya nata heran.


” Percaya nggak percaya Nata.!! Emang ada orang yang cinta banget sampek gila gitu kalo bukan hal hal aneh?” Tanya Nanda segera menbarik gas motor.


“ tapi nggak mungkin juga kali bang.” Gumam nata.


” Plis deh Nat. kita cari semua usaha buat mama sehat. Jangan mikirin apa apa lagi.” ketus nya. Nata berdehem pelan mendengar itu, ia melirik lagi kebelakang tapi para security menatap mereka menggeleng pelan. soalnya Nata tidak ikut menghajar papanya. Tangan Nata rasanya gatal.


" harusnya Anata video tadi bang biar kita virallkan!" gumam Nata pada Nanda.


" gue aja nggak mikir megang hp!" Ketus Nanda. Nata menghela nafas pelan. benar juga yah!


.....


“ kamu nggak apa apa mas?” Tanya Belle padsa Denis di dalam kamar.


Denis meringis menggeleng.” sakit banget.” Gumam Denis menunjukan rahangnya yang terasa bengkak.


Belle menghela nafas pelan. khawatir.” Tadi itu anak kamu? Ganteng banget.” Gumam Belle tersenyum lebar mengingat Nanda.


Dneis mendengar pernyataan itu menatap tajam Belle.” Kamu mikir begitu maksudnya apa? Mau sama anak aku?” tanyanya.

__ADS_1


Belle menggeleng pelan.” eng enggak gitu, aku Cuma ngomong aja kok.” gumam Belle segera mengelak.


” Yaudah aku panggil dokter dulu aja kamu tunggu disini.” Gumam Belle segera mengambil hpnya.


Denis menghela nafas pelan. ingat perkataan anaknya. Gelis gila??? Denis memejamkan matanya lagi rasanya sesak dan sedih jika sudah begini.


...


Kejadian semalam seperti angin lalu di hidup nata. Nata yang selama ini mencari ayahnya dan bertemu malah dihajar oleh kakaknya. Nata menghela nafas pelan memilih jogging di arah lapangan dekat konplek sebelah rumahnya, di sana memang ada taman untuk jogging. Sendirian sebab Nanda yang mengurus ibunya pagi ini. mumpung libur.


Nata menghela nafas lelah susai tiga kali mengelilingi taman, tapi senjenak ia diam menatap sosok yang ia kenal juga sedang jogging. Nata tersenyum segera berlari mendekatinya Cakra. “ haloo sayang.” Gumam nata yang sudah berada di sebelah cakra.


Cakra menghentikan langkahnya, menatap keberadaan Nata di sebelahnya. Nata tersenyum lebar kepada cakra.” Halooo “ gumam nata terkikik senang.” Gimana? sehat kan?” Tanya Nata lagi dengan riang.


Cakra menghela nafas pelan segera menjauh. Anak ini ada dimana mana. Nata melihat cakra yang kembali berlari ikut berlari. Bugh auh.


Nata terjatuh dengan kuat, lututnya tertimpa semen jalanan yang cukup tajam hinga terluka. Cakra yang mendengar itu melirik nata malas, tapi sejenak ia terdiam, kaki Nata memang berdarah.


Cakra mendekati Nata dann berjongkok menatap lutut Nata yang berarah.” Mangkanya kalo jalan lihat pakek mata.” Jelas Cakra malas.


Nata melirik Cakra dengan memelas.” Kalo sama bapak mata Nata tu di ciptakan buat lihat bapak semata.” Jelas Nata polos.


Cakra menggeleng segera membantu Nata berdiri. Nata terpekik sakit, sebab memang kakinya sakit. Cakra mengernyitkan dahinya.” Kamu jangan drama yah Nata. Masa gini doang sakit.” gumam Cakra kesal pada Nata.


Nata menggeleng segera membuka sepatunya.” Akh sakit banget pak, aduh kayaknya terkilir deh.” Hgumam Nata hampir menangis.


Cakra melihat itu segera menatap kaki Nata. Merabanya, memang bengkak sedikit.” Aduh sakit hiks hiks.” Tangis Nata mulai menyebar luas


.” Kamu jangan nangis nanti saya dikira ngapain kamu lagi.” gumam cakra panik.


" yah nggak apa apa, tinggal nikah kita!" gumam Nata.


Cakra mendengus. " kamu sedang luka loh!" Ketus Cakra kesal.


Nata menarik ingusnya dengan mata penuh air mata. Cakra segera menggendong tubuh Nata cepat.” merepotkan.” Ketusnya.


Nata disana tersenyum tipis memeluk Cakra dengan erat.” Jangan modus kamu.” Gumam cakra melotot.

__ADS_1


Nata menatap cakra polos.” Saya Cuma takut jatuh pak.” Gumam nata. Cakra menatap lagi kedepan malas meladeni nata.


Nata disana memutar bola mata tengil dan menempelkan wajahnya di dada Cakra memeluknya erat. Cakra mendapatkan pelukan Nata merasakan sesuatu berdesir hangat ditubuhnya. Seperti ada yang nyaman dan juga akh cukup Cakra merasakan sesuatu yang tidak dirinya rasakan sebagai impoten. Ia menggeleng pelan membawa nata ke tempat duduk didepan nya tempat belanja.


Nata di sana diam dengan memandang cakra polos.” Saya belikan dulu batu es sama obat. Kamu diem disini.” Tegasnya.


Nata mengangguk pelan memandang Cakra memasuki tempat belanjaan, menatap lama sekelilingnya Nata mengangguk pelan. Nata menatap kakinya yang semakin bengkak dan biru. Dirinya tidak drama ia memang terkilir dan kakinya berdarah cukup banyak.


Berselang beberapa menit Cakra datang mendekati nata. Ia meringi melihat kaki nata yang sudah berdarah sampai ke betisnya. Cakra pikir Nata tadi hanya drama. “ sini kaki kamu taro disini.” Tegasnya pada nata di pangkuannya.


Nata menggeleng nanar.” sakit pak.” Gumam Nata lirih.


Cakra menghela pelan segera berjongkok mengobati nata.” Saya gini karena merasa kasihan sama kamu, jangan mikir macem macem.” Tegas Cakra


Nata berdehem pelan.” Kalo lebih nggak apa apa kok pak. Nata suka. aku au-- sakit bapak.” Rengek Nata di ujung suara sebab Cakra menekan lukanya.


Cakra menghela nafas pelan.” banyak omong.” Tegasnya.


Nata diam tak lagi bicara takut cakra menekan lukanya. Melihat luka dilutut nata cukup dalam, bahkan masih bersihkan batu kerikil yang menancap. Nata meringis saat batu itu di keluarkan, tak sengaja memegang pundak cakra keskaitanm. Cakra diam tak bicara apapun meskipun sakit. memberikan obat merah dan penghenti darah.


Cakra juga menatap pergelangan kaki Nata yang bengkak. Mencoba memijatnya.” Akhh sakit napak akhh.” Tangis nata mulai meraung.


Cakra melepaskan tangannya di kaki nata. Menatap wajah nata yang menangis, ia hampir tertawa., pertama kali melihat Nata menangis begitu lucu.” Nggak usah diobatin biar diamputasi aja mau?” Tanya Cakra dengan dingin.


“ jangan hiks hiks.” Nata masih menangis menggeleng pelan.” di obation tapi pelan pelan gitu loh pak, sakit Nata ngak bisa diurut.” Gumam nata jujur.


” Tadi saya baru pegang loh nat.” gumam Cakra gemas.


Nata menggeleng.” lebih pelan lagi.” Gumam nata pelan.


” mau dielus aja gitu?” Tanya Cakra menggeleng.


Nata mengangguk. Cakra kembali mencoba memijit kaki nata.


Nata kembali menangis.” Nata diem atau kakinya di bawa ke dokter bakal lebih parah loh.” Seru Cakra geram.


Nata menatap Cakra dengan bibir bergetar, air mata yang jatuh dan mata yang sebab. Cakra melihatnya jadi tak tega.” Sakit banget?” Tanya cakra.

__ADS_1


Nata mengangguk lirih. Cakra baru tau jika nata memiliki sisi lucu dan manja begini.


Cakra menghela nafas pelan dan mencoba memijit kaki Nata lebih pelan. Nata menggertakkan giginya menahan diri, meremas lagi bahu Cakra kuat. Nata memang tidak suka dipijat. Ia tidak suka dipijat, benar benar tidak suka.!!!


__ADS_2