Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
genit lagi


__ADS_3

Semenjak kejadian kemarin ibunya mengurung diri di kamar. Ayahnya tak pulang semalaman membuat Nata dan Nanda saling tatap khawatir.


Nata yang terus tak kuasa menahan tangis melihat keluarga cemaranya hancur hanya bisa ditenangkan oleh Nanda dengan pelukan hangatnya.


“ kamu udah tau duluan?” Tanya Nanda pada Nata.


Nata di sana mengangguk pelan.” kenapa nggak bilang?” Tanya Nanda lagi pelan.


Nata menggeleng dengan bulir air mata menyenderkan kepalanya di bahu sang kakak sedih.” Nata nggak mau lihat mama sedih kayak gini.” Bisiknya lirih.


Nanda membuang muka.” Jangan bilang mama kalo kamu udah tau lebih dulu, mama pasti beneran sakit.” jelasnya lirih.


Nata mngangguk pelan.” mama gimana? Nggak mau keluar kamar mama abang.” Bisik Nata merengek kepada Nanda.


Nanda menggelengkan pelan.” Biar abang intip dulu dari pentilasi kamarnya.” Jelasnya.


Nata menganguk menyuruh Nanda mengintip ibunya. Nanda dan nata takut ibunya bunuh diri. Melihat dari pentilasi di atas pintu. Ia bisa lihat gelis yang menangis terus menerus di kamarya, terlihat sangat kacau.” Ma... kami bisa kok denger mama kalo mama mau apa.” Jelas Nanda serak.


Gelis tak menjawab. Nata pun berdehem.” Mungkin mama butuh endiri bang.” Jelas Nata serak.


Nanda mengangguk pelan segera turun dari kursi.” Biar mama sendiri kita sama sama jagain mama yah. jelas Nanda pada nata. Nata mengangguk pelan memilih tidur di ruang depan ibunya. Nanda pun sama, mengusap kepala Letta yang berada di kakinya dan bersandar di pintu kamar milik ibunya.


Mereka akan tidur di sini malam ini.


...----------------...


Sudah satu minggu Gelis sangat jarang keluar kamar, Nanda dan Nata sudah berusaha keras membujuknya keluar dan makan.


Nanda sengaja merusak kunci kamar Gelis agar pintu tidak di kunci. Saat itu lah mereka bisa masuk ke kamar Gelis untuk mengantar makanan atau pun untuk bertanya kabar ibu mereka.


Lalu Denis? Denis sama sekali tidak pulang dalam seminggu ini, di telepon tak di angkat, di perusahaannya pun tidak ada.


Nanda sudah berusaha keras mencari dimana ayahnya tersebut tapi sulit, sulit menemui ayahnya sekarang. ketidak pulangan Denis membuat keadaan Gelis kian memburuk, ia tak mau makan dan terus mencari suaminya.

__ADS_1


Bahkan sering kali mengamuk di rumah. Nata dan Nanda sudah berusaha keras menenangkan sang ibu tapi tetap saja. Lebkih sulit mempringati dan mengajari orang tua dari pada anak kecil.


Sudah satu minggu pula Nata tak kuliah, hari ini memilih kuliah agar nilainya tidak buruk. Nata tidak mau menambah masalah dalam hidupnya.


“ woy dari mana aja loe? Semingguan nggak kelihatan.” Seru Dinda mendekati Nata heran.


Biasanya Nata sangat rapi dengan bluse warna cantik, tapi hari ini tidak, wajah nata suram, ia hanya menggunakan Jaket hitam besar milik Nanda kakaknya, celana cargo, rambut yang diikat kusut dan kaca mata bulat membingkai diwajahnya.” Loe kenapa nata?” Tanya Dinda heran.


Nata menggeleng pelan menaruh tasnya di atas meja, menatap Dinda lemas.” Ada tugas nggak?” Tanya nata berhubung kemarin ia tak mausk.


Dinda mengangguk.” Tapi yang loe udah gue jokiin kok btw. Nanti loe bayar aja oke.” Jelasnya dengan senang.


Nata mengangguk pelan. itu semakin membuat Dinda tak bisa berkata kata lagi. Nata pasti ada apa apanya.


Pelajaran seperti biasa, tanggung satu hari hanya masuk 2sks, Nata juga akan bimbingan hari ini tapi nanti saat sudah dzuhur saja, “ ke kantin yuk.” Jelas Dinda pada Nata.


Nata berdehem pelan menuju kantin. Nata loe kenapa sih? loe kalo ada apa apa cerita dong sama gue.” jelas Dinda takut pada Nata.


Nata menatap Dinda sedih.” Nggak apa apa.” Jelas Nata." Bagi Nata urusan rumah tak perlu orang lain tahu.


Nata menatap dinda kesal.” Gue Cuma lemes dinda kenapa malah kesana ke sini pertanyaan loe sih.” jelas Nata malas.


" habis nya loe diemin gue mulu dari tadi.” Gumam Dinda merengek-rengek.


Nata malas bicara.” Tuh kan loe diemin gue lagi.” serunya sedih.


“ tempeleng nih.” jelas Nata menunjukan lima jarinya. Hal itu cukup membuat Dinda diam.


Melewati dosen yang dikenali. Cakra melihat keberadaan nata yang sudah tak nampak beberapa minggu ini menaiki alisnya. Kenapa dia tidak mengangu dirinya??? Apalagi penampilan Nata yang suram. Cakra jadi bingung dibuatnya.


Nata melirik Cakra yang jauh dingin, mengingat ngingat lagi istri dari Cakra. Ia tau jika ayahnya pasti bersama wanita itu entah dimana sekarang, segera ia mundur dan mendekati pak Cakra yang melewati mereka.


“ Siang bapak Ganteng .” Panggil Nata dengan pelan. Dinda melotot menatap Nata yang menggoda Cakra.

__ADS_1


Cakra mendatarkan wajahnya, baru saja ia berfikir sekarang sudah ditemukan jawabannya, ia melirik Nata malas dan nata menberikan wajah polosnya.


” Bapak nggak kangen sama nata??? Nata kangen loh sama bapak.” Jelas Nata dengan kekehan pelan.


Cakra melirik Nata dari atas hingga bawah.”nggak sopan. “ tegas Cakra dingin.


Nata menatap cakra tengil.” Sama calon sendiri ngak usah sopan atuh pak, nanti juga udah kelihatan semua.” Jelas Nata mengedipkan satu matanya.


“ hih.” Gumam cakra melotot pada Nata.


Nata melihat itu terkekeh.” Btw kemarin saya lihat istri bapak sama cowok loh di mall.” Jelas Nata dengan genit.” Bapak nggak mau gitu ngajak Nata juga ke mall biar kayak istrinya bapak?” tegas Nata lagi.


“ngaur kamu.” Jelas Cakra tak terima.” Istri saya lagi tugas di Surabaya buat show. “ jelanya ketus.


Nata mendengarnya mengangguk paham.” Di Surabaya yah?” gumam Nata pelan, ini keinginanya berarti ayahnya sekarang di Surabaya. “ bapak emosi aja. Sesekali kek senyum gitu sama Nata.” Jelas Nata menaik turun alisnya.


Cakra menaiki alisnya.” Najis.” Gumamnya. Nata kicep di buatnya.


Nata menunjuk arah atas. ''pak ada pelangi siang bolong.” Jelas nata menunjuk langit.


Cakra menatap langit tapi tertegun saat Nata malah menarik kedua pipinya ke atas.


Sehinga menatap kebawah dimana Nata berposisi sangat dejat dengannya.” Nah kan kalo gini ganteng.” Gumam Nata Tersenyum lebar..


Tangan nata ditepis oleh Cakra, wajah nata memerah menatap nata garang. Nata terkikik pelan melihatnya.” Yaudah deh pak nata mau makan dulu nanti Nata mau bimbingan yah.” jelas Nata hendak mendekat dan memajukan bibirnya.


Cakra shok melihat itu segera mendorong kening nata kuat.” Mau apa kamu?” tanyanya melotot.


Nata menatap cakra polos dan mencebikkan bibirnya.” Mau cium bapak lah.” Jelas Nata dengan kekehan.


Cakra melihat nata melotot.” Kurang ajar kamu yah. mau saya kasih Hukum--, he mau kemana kamu?” teriak Cakra saat Nata kocar-kacir kabur dari hadapannya.


Cakra hanya mengusap dada dibuat oleh tingkah Nata. Sedangkan sang empu hanya tertawa di sepanjang jalan.

__ADS_1


Cakra melirik Dinda yang diam saja dingin. " Kamu temannya Nata kan??" Tanyanya dingin.


" Kali ini bukan pak. saya musuhnya!" seru Dinda segera kabur. ia tau mau kena getahnya.


__ADS_2