
Menunggu ibunya di rumah sakit. Nata tak lagi kuliah. Nanda pun mengambil cuti untuk menjaga ibunya di rumah sakit. mengusap pelan pipi ibunya Nata menghela nafas pelan.
” papa pulang,.maafin mama .. “ isik gelis lirih.
Nata membuang muka. Apa yang ayahnya lakukan sampai ibunya begitu terpukul Usain ia tinggalkan?? Nata jadi bertanya Tanya hal itu. ibunya begitu baik mencintai ayahnya. Dan ayahnya begitu tidak tau dirinya begini.
Nanda di dalam kamar tertidur membuka matanya menatap Nata sedih.
” Nata mau keluar dulu bang mau beli makan, abang mau nitip nggak?” Tanya Nata pelan.
Nanda berdehem.” Kamu pulang aja dulu buat mandi dan bersih bersih. Nanti sekalian belikan makan buat ke sini lagi sama bawain baju abang dan baju mama.” jelas Nanda bangun.
Nata mengangguk pelan mendengarnya itu.” nanti kabarin yah bang kalo ada apa-apa.” Jelasnya.
Berdiri dari duduknya ia menadakan tangan.” Minta kunci motor abang aja. Nata mau bawa motor.” Jelas nata.
Nanda memberikan kunci motornya.” Hati-hati yah, nanti kalo ke sini bawain motor kamu aja soalnya biar bisa barang banyak. Atau mau bawa mobil aja biar ngak repot?” Tanya nanda, soalnya motor Nanda motor gede, tidak ada tempat pengait barang, tidak ada tempat menaruh brang besar, bahkan bok motor saja tidak ada.
“ ngak akh. Macet nanti.” Jelas Nata serius. ia tak suka bawa mobil.
Nanda mengangguk saja mendengarnya itu, Nata segera keluar dari ruangan ibunya, keluar dari ruang. Mata sipit, baju karut marut berjalan menjauh dari ruangan dengan wajah suram penuh pikiran.
dan bugh.
Nata kaget mendapatkan dirinya menabrak seseorang. Pikiran Nata benar benar kosong sampai berjalan tak melihat siapa siapa lagi.
Mendongak menatap siapa yang ia tabrak.” Sorry y-.” Bisiknya tertahan menatap Cakra,
Cakra yang ia tabrak disana menatap Nata tajam, Nata yang sadar itu. Nata menatap ke bawah dengan pikiran kacau, sejenak mendapatkan kertas yang jatuh milik cakra. Sengaja ia mengambilnya tenang tapi tunggu ia melihat hasil milik nya .
Cakra.. ha?? Dia impoten, batinnya.
Brek. Nata melebarkan mata saat Cakra menarik kertas itu cepat hingga sobek. Nata mengerjab pelan dengan mata sipitnya menatap Cakra polos.
__ADS_1
Cakra menatap nata tajam.” kamu kurang kerjaan apa bagaimana ha? Gangu saya sampai sini begitu?” tanyanya murkah.
Nata dengan pikiran blank menatap Cakra polos.” Maksudnya gimana yah pak?” Tanya Nata pelan.
Cakra mengepalkan tangannya menatap nata dingin.” Kamu pasti ngikutin saya kan sampek ke sini??” tanyanya dengan kesal kepada nata.
“ saya..” Nata terhenti menatap tangan cakra yang memegang bahunya dingin.
Nata mendongak nyaris bersentuhan wajah mereka sebab sangat dekat. Hanya sejengkal jaraknya.
Cakra menatap nata dingin.” Saya nggak suka diganggu, jadi kamu jauh jauh.” Tegasnya dingin. Nata dengan senyum miringnya mendekati wajahnya dan mencium bibir Cakra secara singkat.
Cakra kaget mendorongnya Nata menjauh. Nata mundur, terbentuk miring dibibir nya menatap cakra yang melotot.” Wahhh bibir bapak rasanya manis kayak kayu dingin kenyalnya. Harum lagi, Nata jadi pengen lagi deh.” Ujar Nata terkekeh pelan.
Cakra melebarkan mata memegang bibirnya. Ini memang bukan ciuman pertama tapi tidak, ia merasa ada sesuatu ditubuhnya tapi tidak tau itu apa. Lalu menatap Nata lagi marah. Anak ini terlalu brani. Nata menjilat bibirnya dan mendekati cakra,.
Cakra menatap nata dingin.” Kamu sekali lagi bertingkah saya kasih kamu nilai E” jelasnya dengan tatapan dingin.
Nata mendengar itu tersenyum lebar.” Ngak apa apa artinya kita akan lebih lama bertemu bapak.” Seru Nata hendak mendekat.
Caktra mengepalkan tangan segera menjauh meliputi surat yang ia pegang tadi buru buru. Berhadapan dengan Nata hanya membuat nya emosi saja.
Nata segera mendekati kertas yang Cakra jatuhkan, lalu membukanya lebih besar, di sana sudah sibek tapi ia bisa melihat nama Cakra terpampang nyata di sana sebagai pasien organ tubuh yang artinya cakra yang di diagnose tidak bisa memiliki keturunan karena impoten.
“ haa kalo ginikan mudah.” Gumamnya pelan. ingat ibunya semalam Nata meremas kuat kertas itu.” belle yah?” gumamnya dingin.
Ia membuang kertas itu dan segera menjauh., Cakra akan ia rayu, ia rebut dari istrinya. Dan belle akan ia hancurkannya seperti Bele menghancurkan keluarga nya. Lihat saja nanti.
..
Cakra memegang dadanya saat sudah jauh dari sana, melirik lagi di belakangnya yang tidak ada Nata. Cakra memegang bibirnya. Sial bagaimna bisa bibir Nata begitu lembut dan akh.
Cakra tidak bisa biarkan tapi bibirnya dingin sekali. Cakra membasahi bibirnya sendiri. Dan menyentu dadanya. Ia tak mau jadi gila karena wanita setres itu.
__ADS_1
Ia segera mengambil HP nya yang berbunyi, menatap siapa yang menelpon Cakra menghela nafas pelan. mengangkatnya tenang.” Haloo sayang..” chakra diam mendengar suara seksi itu di telinganya.
Nyatanya suara seseksi apapun tidak berpengaruh apapun kepadanya.” ada apa?” Tanya Cakra dingin.
Belle di ujung seberang sedang berpelukan dengan seorang laki laki tersenyum tipis,.’ “ sayang aku mau minta uang, bisakah kamu kirimkan aku uang 100 juta dulu nggak?” tanyanya mendayu.
Cakra mengernyitkan dahinya.” Kamu gila yah? saya sudah kirim kamu uang awal bulan kemarin, kamu taukan kalo aku ini Cuma dosen biasa?” tanyanya tegas.
“ is kamu mah pelit banget sih.” gumam Belle pelan.
Cakra mendengus mendengar itu.” kirim 10juta deh buat aku shoping.” Jelas Belle manja.
Cakra memutar bola mata malas.”nggak.” tegasnya mematikan HPnya. ia mendengus pelan bukannya pelit tapi ia sudah mengirim uang bulanan senilai 40jhuta itu bukan hanya uang bulanan tapi uang belanjanya juga ia kirim 70juta. Jika begini terus KO dirinya.
dan jika dikasih , Bele akan tetap meminta terus menerus nanti.
Belle Mendengar disana. menatap Denis yang berada di dadanya dan melakukan hal tak pantas ia mendesah.” Ahmmm akh mas.” gumamnya.
Denis tersenyum senang. Bele mengusap kepala Denis. Jarak usia mereka 10tahun tapi Denis benar benar membuat ia gila berbeda dengan Cakra Suaminya yang bahkan tidak bisa di sentuh.” Kapan kamu mau ceraikan suami kamu itu?” Tanya Denis kepada Belle dingin.
Belle mendengar itu menatap Denis dingin.” Akukan udah bilang, aku nggak mau cerai sama dia, aku sama kamu itu cukup jadi teman. Teman tidur."Jelasnya menjilat telinga Denis.” Kamu juga kan udah ada istri.” Jelasnya pelan.
“ istri aku udah tau.” Jelas Denis tegas membuang muka dingin.” Dan aku mau cerai sama dia. Kita bisa menikah setelah aku cerai dengan istriku dan kamu cerai dengan suaminu. Ayolah belle. Jika kita sudah menikah akan mudah untuk kita melakukan apapun yang kita inginkan.” Jelasnya mengusap pelan bibir Belle.
Belle mendengar itu menatap denis malas.” Aku cinta sama mas Cakra dan aku ngak mau tinggalin dia, kamu sama istri kamu aja. kita bisa kayak gini setiap hari kok tapi kalo buat ninggalin suami aku maaf aku nggak bisa.” jelasnya tenang.
Denis mendengar itu menatap Belle dingin, “ jadi kamu milih suami kamu dibanding aku?” Tanya Denis tegas.
Belle mengangguk.” Im sorry aku cinta sama suami aku sayang.” Bisiknya dan ******* bibir Denis. Denis pun melayaninya dengan perasaan suram.
.
.
__ADS_1
maaf yah ga up 2 hari ini. hehe