Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
kerja


__ADS_3

Pulang kerja dengan lelah. Cakra menguap pelan memasuki rumah miliknya, saat pulang melihat rumah kosong dan sunyi ia hanya bisa menghela nafas.


Cakra dan istrinya tinggal di rumah yang terpisah dari ibu atau mertua memang, dan di sini tidak ada siapa siapa bahkan pembantu.


Memang sangat privasi sekali. Cakra tidak menyukai terlalu banyak orang di rumahnya. Cakra termasuk introvert. tidak suka basa basi atau bicara tidak penting.


Memasuki dapur, Cakra mengambil satu bungkus sacet kopi dan menuangkannya ke gelas, lalu baru menuangkan air hangat dari tumbler air hangat kedalam wadah kopinya menyeduhnya dan membawanya ke kamar.


sudah menjadi hal biasa bagi dirinya, sebab Istrinya jarang pulang.


Cakra menghela nafas pelan menatap rumah yang sangat sunyi ini.” kapan yah gue punya anak.” Gumamnya sedih.


Cakra menginginkan anak tapi dengan kondisinya yang begini mana bisa ia punya anak.


Sampai telepon hp nya berdering, Cakra menaruh tasnya di kursi dan juga menaruh kopi di atas meja sebelum mengangkat telepon.


Terdiam dan berdehem pelan.” wes pak dosen ini sibuk banget deh.. ayoklah ke club kayak biasa,... Ini Bisma pulang dari London ngajak kumpul.” Jelas dari temannya bernama Bagas., Bagas, dirinya dan juga Bisma memang berteman sejak SMP.


“ gue nyusul nanti jam 11, sekarang gue mau mandi dulu.” Gumam Cakra tenang.


Bagas berseru di sana mengangguk meski Cakra jauh.” Oke oke gue kabarin Bisma dulu, dia pasti seneng denger loe mau gabung... nanti kabarin.” Seru Bagas. Cakra berdehem pelan dan mengangguk setuju.


Cakra segera membuka jasnya dan juga bajunya tenang, pergi untuk mandi. Rasanya sangat melelahkan hari hari yang ia lewati.


Cakra mandi dengan tenang, ingat terakhir obrolan dirinya dengan Nata. Ia menggeleng kesal.’” Manusia stress.” Gumamnya kesal.


Anak itu membuat hari hari tenang Cakra menjadi buruk, terlalu ramai dan menganggu.


sejauh ini Nata paling jauh merusak mentalnya. Nata terlalu gila mengejarnya. anak perempuan kampus memang banyak yang menyukai dirinya tapi tidak ada yang seterang-terangan Nata yang ingin menjadi pelakor atau istri kedua!!!


manusia sinting.


Cakra berdecak kesal sebab Nata tidak bisa ia lupakan. " Bahkan Sampek di rumah aja dia masih ganggu. sialan!!!" geramnya segera menyudahi acara mandinya.


tolong ingatkan Cakra untuk memukul kepala Nata jika bertemu nanti. agar anak itu bisa sedikit sadar.


Sedangkan Nata menatap café tempatnya akan bekerja nanti, menatap keseluruhan Nata senang senang saja, sebab ini café berada di dekat pinggir pantai, dan pengunjungnya juga ramai. Menyenggol lengan Noah di sebelahnya nata bertanya.


” Ini gue Cuma jadi akustik kan bukannya bakal bersih bersih? sorry banget soalnya Gue pemalas, mager banget gue.” gumam Nata jujur." gue terang-terangan aja yah dari pada bos loe bilang gue pemalas dan berat tangan. " Lanjut Nata serius


Noah terkekeh pelan, padahal didepan Nata masih ada owner dari café ini, café WTF, cukup ramah dikantong.” Hehe mbak nata tenang saja, kami nggak gitu lok. Mbak nanti dapet jadwal daei Noah aja yah, soalnya akustik kita kemarin kecelakaan jadi harus di gantiin. Tapi yah gitu. Gajinya nggak gede.” Jelasnya dengan pelan.


Bagas... calon bos Nata


Nata mengangguk paham mendengar itu.”nggak bisa nambah pak?? 1.7 deh?” gumam Nata menawar. sebab gajinya hanya 1,2 satu bulan.


" maaf mbak Nata tapi enggak bisa,"Bagas terkekeh pelan mengeleng pelan. Gemas pada Nata yang menawar gaji.

__ADS_1


Nata menghela nafas pelan.” yaudah deh nanti aku ambil aja. Tapi jadwalnya kamis, sabtu minggu yah.” jelas nata tersenyum lebar.


” Iya sabtu malam, minggu malam dan kamis malam. “ jelas Bagas lagi.


“ oke deh pak. Makasih yah." Gumam nata sopan bersalaman dengan Bagas.


Bagas mengangguk pelan.”kamu nggak apa apa malam mingguannya disini kan??” Tanya bagas ragu.


Nata mengeleng pelan.” saya jomblo pa jadi santai aja.” Jelas Nata terkekeh


“ Boleh dong kalo gitu.” Goda Bagas dengan kekehan kepada Nata.


” Nggak bisa pak, ini gebetan saya.” Seru Noah menolak Bagas yang mau mendekati Nata.


Bagas melirik Noah mendelik tidak suka. “ siapa yang cepat dia yang dapet.!!!” Balas Bagas mencibir Noah.


Noah mendengus melihat Bagas.” Oke kalo gitu kita coba dulu yah Nata untuk malam ini. kamu mau kan coba manggung??".” Tanya Bagas.


“ oke deh.” Jelas Nata senang.


Segera menaruh tasnya di atas meja, melirik kearah panggung, pelanggan cukup ramai karena malam ini malam sabtu tentu saja sangat ramai, sebab sudah menuju libur.


Nata duduk di kursi yang sudah disediakan dan berdehem pelan, mengambil gitar, ia menjentiknya tenang. treng...


suara itu membuat pengunjung menatap kearah Nata.


Nata terkekeh pelan.” bercanda, bukan dong. Saya kembarannya Nike ardila, cantik parasnya, bagus suaranya...” jelas Nata lagi." Asal jangan umurnya yang sama.!" gumam Nata lanjut.


“ huuu.” Seru orang-orang mendengar pembawaan Nata.


" Iya iya makasih makasih!!" gumam Nata percaya diri.


Nata Tersenyum lebar dan mulai bernyanyi. Nata menyanyikan lagu adista, cemburu tanda cinta. Itu asik di dengar oleh anak anak kalangannya, dengan suaranya yang tidak terlalu bagus tapi pembawaan yang asik, tentu banyak yang mengikutinya bernyanyi.


” Ketika kau marah cemburu kau kelihatan begitu jelek.” Jelas Nata.


Semua orang berteriak.” Cantik.!!? woy cantik!!”


Nata tertawa pelan.” cantik. Kadang mengesalkan kau selalu bertanya, dan penuh curiga ku tau kau butuh perhatianku,


begitupun aku maafkan selalu kasar marah padamu,


Meksi tak lagi ada kata cinta terucap,


sekedar basa basi tapi hati ku, masih milikmu.. milik mu,... “


“ angkat tangannya di atas kita nyanyi bareng.” Gumam Nata pada pengunjung.

__ADS_1


Pengunjung mulai bersorak.” Cemburu tanda cinta..


marah tandanya sayang


kalau curiga, buat ku dilema , tapi hati ku selalu, aiiisiteru....” Nyanyi Nata penuh semangat.l bersama para pengunjung.


“ siteru...” seru berkelanjutan


Bagas mengangguk bertepiuk tangan senang. Nata benar-benar bisa menghidupkan suasana, cafenya terasa sangat hidup dan seru. Jika begini bisa membuat cafenya ramai nanti!


” Dia pacar kamu Noah?” Tanya Bagas pada Noah.


Noah menaik turun alisnya.” Calon bang.” Gumamnya terkekeh. Yah benar bagas adalah kakaknya Noah dan Noah tidak bilang dengan Nata.!


“ yah gue tebak sih nggak akan dapet.” Jelas Bagas mengangkat bahu acuh


” Loh kok gitu?” Tanya Noah tidak terima.


” Iya soalnya yang kayak Nata ini susah di dapetinnya, dia friendly bisa sesuaikan tempat, bikin orang lain nyaman kalo dia mah b aja." Jelas Bagas menatap Nata lagi ragu." Dia nggak mudah baper orangnya!"


” Apa iya?” Tanya Noah tidak terima.


” Loe lihat aja sendiri nanti, tebakan gue nggak akan meleset.” Gumam Bagas mengangkat bahu acuh dan duduk.


Seruan tepuk tangan menandakan Nata sudah manggung. Nata terkekeh.” Thanks yah yang udah mau gabung nyanyi meskipun suara kalian kayak kucing kejepit. Tenang ada suara gue yang dikit nolong.. Enggak makasih , Enggak makasih.” Seru Nata denbgan percaya diri.


” Sa aek loe tante,.” Teriak salah satu anak muda di sini.


Nata menlotot menatapnya.” tante tante. Btw mau apa??? Biar tante jajanin.” Gumam Nata mengedipkan satu mata. Semua orang tertawa keras.


Nata terkekeh segera turun dari panggung mendekati Bagas dan Noah lagi.” jadi gimana nih pak suara saya? Bagus kan? pasti ketrima kan? pastilah suara saya ngak ada duanya loh pak.” Jelas Nata sombong dengan wajah congkak pada bagas.


" Kalo bisa naik gaji sih!" lanjut Nata cengengesan.


Bagas menggeleng pelan mendengar kepercayaannya diri Nata.” Kamu seperti b4bi.” Gumamnya malas.


Nata melebarkannya matanya.” sombongnya yang digedein, tapi btw lumayan juga., gue terima loe kerja disini. Santé aja sama gue.. anggap aja calon ayang.” Jelas Bagas menepuk pelan pundak Nata.


Nata di sana menatap Bagas berbinar.” Ayang nggak tu.” Gumam nata menggeleng dan duduk tenang.


” btw serek yah Noah, disini kayak kemarau gitu?” gumam Nata mengkode Noah sebab tak di beri minum.


Noah terkekeh melihat tingkah Nata.” Uhuk... uhukk.” Batuk Nata pelan. " Aduh dehidrasi seperti di gurun kemarau!"


Bagas mendengus melihat tingkah nata.” Iye iye pesen deh tapi jan lupa bayar.” Ketusnya.


Nata melotot.” Dih pelitnya calon bos.” Bagas melotot pada Nata yang.

__ADS_1


__ADS_2