Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
penggoda


__ADS_3

Usai kuliah jam pertama. Nata harus menghabiskan waktu bersama dosen seni lukis, karena itu Jane harus membawa peralatan lukis juga hari ini. Dengan tema melukis mahluk hidup. Jane menghabisi waktu lebih dari dua jam sesuai SKS yang diberikan.


“ jane.” Bisik Dinda melirik Nata.


Nata yang masih focus pada lukisannya berdehem pelan.” tolong lukisin bibirnya dong.” Ujar Dinda menunjukan lukisannya.” Entah kenapa kalo gue ngelukis bibirnya gue ngerasa bibirnya itu kayak penyot gitu.” Jelasnya lirih.


Nata melirik Dinda malas.” Lor pikir apaan penyok? Kena totok sama pak Jon tau rasa loe.” Jelas Nata kesal.


Dinda mencebik menatap Nata kesal. Dua jam berlalu lukisan harus dikumpul sesuai apa yang harus mereka lukis. “ uuntuk minggu depan tolong siapkan yah alat music modern.” Jelas dari pak Jon tegas pada anak anak.


'‘ baik pak.” Seru yang lain.


pak Jon menganguk menatap satu persatu lukisan sembari memberi nilai di saat itu juga. Nata menatap pak Jon dengan tenang.


“ loe kayak ngak keurus beberapa hari ini nat.,” seru Kiki. Anak laki laki itu berbisik pada Nata bingung. biasanya Nata paling rapi tapi sekarang ia terlihat sedikit tidak terurus. bahkan bajunya tidak di setrika.


Nata mengangguk menatap Kiki memelas.” Kalo gitu Urusin aku dong."Jelas Nata dibuat manja.


Kiki mengusap wajah Nata dengan tangan lebarnya.” Sadar nat. “ jelasnya kesal. Nata terkekeh pelan.


” Dinda.!! kenapa bibirnya meleot ini? perasaan modelnya ngak sumbing yah.!” seru pak Jon menatap Dinda dingin.


Semua murid tertawa mendengar ucapan dosen untuk Dinda. Dinda menatap Nata kesal., kan sudah ia katakan tadi tapi Nata tak mau dengar.!!! .


“Jane.. mana jane?” Tanya pak Jon.


Jane mengacukan tinggi tangannya. Pak Jon mengangguk pelan.” lukisan kamu bagus, tapi ini kenapa bajunya jadi item? Kenapa ngak di cat?” tanyanya heran.


Nata terkekeh pelan.” cat saya ketinggalan pak.” Jelas jane gugup.


Pak Jon mengangguk pelan.” mau saya kasih cat?” Tanya pak Jon.


“ is bapak kalo sama Nata ada yang kurang di tawarin bantuan. kalo di saya di hina.” Seru Dinda tidak terima.

__ADS_1


Jon menatap Dinda dengan alis terangkat.” Iya emangg kamu siapa sih? mau ngatur saya.” tanyanya ketus. Dinda geram menatap pak Jon, memanglah didunia ini tidak adil bagi Dinda.


Usai perdebatan dari di kelas tadi. Jadilah Nata sekarang sudah berada di kantin, makan dengan tenang. membuka Hpnya tenang.” dimana yah ada part time yang bagus.” Batin nata lamban, mencari cari part time yang bagus.


Nata tidak bisa bergantung dengan uang ibunya padahal ibunya sedang butuh banyak biaya kan?


“ heyyy sendirian aja?” Tanya Noah menatap mata tersenyum sembari membawa nampan.


Nata menatap noah malas.” Nggak, ini sama setan.” Jelas Nata menunjukan sisi nya yang kosong.


Noah terkekeh pelan dan duduk didepan nata.” Gue duduk di sini yah.” jelas Noah.


” Btw loe udah duduk kan?” Tanya Nata lagi. Noah kembali tertawa mendengar Nata yang tidak suka padanya.


Mendekati Nata dan menatap hp Nata dan melihat apa yang Nata lihat. Nata yang tersadar meliriknya melotot tak suka.” nggak sopan yah lihat lihat sembarangan.!” Seru Nata menyembunyikan hpnya di atas dadanya.


Noah menatap mata dengan kerutan kening nya.” Gue penasaran apa yang buat loe gitu banget. Btw kenapa cari kerja?” Tanya Noah tanpa merasa bersalah.


Noah mengangguk.” Di café tempat gue suka manggung ada tu, dia kalo nggak salah lagi butuh akuistik. Loe anak seni pasti bisa kan pakek gitar?” tanyanya.


Nata menaruh HP di atas meja. Menatap Noah berbinar.” Kenapa nggak bilang dari tadi..!” seru Nata dengan senang,


Noah memutar bola mata malas.” Loe baru bilang dan itupun sambil marah marah.” Jelas Noah mengingatkan Nata akan sikapnya barusan.


Nata terkekeh tak enak mendengar itu.” sorry sorry hehe, tadi gue lagi pusing aja.” Jelas Nata mendekati noah.” Btw di sana gajinya berapa yah Noah?” Tanya nata pelan.


” Noah noah. Gue lebih tua dari loe yah.” jelas Noah menatap Nata kesal.


Nata mencibir noah malas.” Eleh iya udah. Nih yah. Noah yang lebih tua, di sana gajinya berapa?” Tanya Nata kembali lempeng.


Noah mendengus.”nggak gitu Nata. Panggilnya kakak atau abang gitu loh. “ jelas Noah geregetan pada Nata.


Nata terkekeh.” Akang aja gimana?” Tanya nata pelan.

__ADS_1


“ gue bukan akang akang sosis.” Gumam noah menolak.


” Aa? Mau aa?” Tanya Nata kembali menggoda Noah.


Noah geli melihat tatapan mata yang sangat genit.” Oh atau mau dipanggil mas??? atau ayah?? atau ayang?” Tanya Nata kembali berturut turut pada Noah.


“ tiba tiba gue ngerasa merinding loh.” Gumam Noah mengusap tengkuknya.


Nata tertawa melihat Noah yang terlihat tak nyaman dengan telinga yang merah. “ Noah noah yaampun.” Gumam Nata di sana mengeleng pelan.” btw berapa gajinya? Gue harus survev dulu lah supaya tau di sana cocok atau enggak, kalo transport aja ngak cukup ogah deh.” Jelas Nata malas.


“ gajinya nggak gede sih. sekitar 1jt aja nat, tapi di sana Cuma main di tiga hari aja di setiap minggunya, dan lagi hanya tiga jam. Dari jam delapan sampek jam 10.” Jelas nya lagi.


Nata mendengar itu mengangguk paham.” Kalo missal ada yanmg kasih bonus nanti bisa loe ambil.” Jelas Noah kembali" kebanyakan sih bonus dari pengunjung yang lumayan!"


’' loe di sana kerja apa emang?” Tanya Nata pada Noah.


Noah berdehem,” gue penyanyi. Kalo konser yah nyanyi Nat, kalo missal cuci piring pelayan.” Jelas Noah malas.


Nata membulatkan bibirnya.” Santé ayang, jangan marah marah ntar cepat tua... nggak jadi kita menua-H bersama nanti.” Ujar manta kembali mengombali Noah.


Noah menggeleng palan mendengar ujaran nata .” udah berapa banyak cowok yang suka kamu gombal Nata?” Tanya Noah pada Nata menggeleng.


“nggak ada, Cuma sama loe doang gue mah.” Jelas Nata menusuk somai yang sudah dingin dan makan.” Btw itu di makan dong ayam gepreknya. Cukup hati gue aja yang loe anggurin., ayamnya jangan.” Jelas Nata terkekeh pada Noah.


Noah mengeleng sembari tersenyum.” Kalo gue nggak anggurin loe ketar ketir kagi.” Jelas Noah membalas nata.


”nggak lah. Gue ketar ketirnya Cuma kalo loe nggak balas perasaan gue doang. “ jelas Nata. Noah pura pura mual. Tapi siapa saja bisa melihat telinga dan lehernya yang memerah.


Di sisi lain, Nata tidak sadar jika ada Cakra yang menghadap ke belakang Nata. Mereka saling berbeda posisi duduk. Nata membelakangi dirinya. Cakra diam menatap kolam didepannya dingin. Mendengar semua yang apa yang Nata dan Noah katakan.


“ rupanya memang suka ganjem sama cowok cowok.” Gumam Cakra mendengus. Rasanya hati Cakra tak suka, tapi Cakra sendiri tidak tau mengapa.


lagi pula itu bukan urusannya kan? tapi lagi, tidak seharusnya nata mempermainkan hati laki laki kan? Nata tidak secantik itu sampai mempermainkan perasaan orang .

__ADS_1


__ADS_2