Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
kesal


__ADS_3

karena kesal kepada Nata, Cakra segera pergi ke klub di mana ia dan Bagas janjian. menutup pintu mobilnya keras dan segera masuk menatap banyak orang yang sedang bergoyang ke kanan ke kiri, ada yang sedang berciuman ada yang saling berpelukan atau bahkan ada yang sedang melakukan hal yang tidak pantas di sudut ruangan.


Cakra menatap satu arah di mana keberadaan Bagas saat ini, Bagas yang sedang duduk bersama dua perempuan.


kedatangan Cakra mendekati Bagas membuat Bagas melepaskan salah satu perempuan yang sedang ia cium. Ia menatap Cakra dengan pandangan senang. " dah Sampek bro?? gue udah pesan cewek yang lo mau. ''jelas Bagas kepada Cakra lalu menunjukkan salah satu perempuan yang berada di dekatnya.


Cakra yang baru saja datang menatap Bagas dengan pandangan datar, lalu melirik perempuan yang Bagas katakan, perempuan itu menatap Cakra dengan senyum ramahnya. " halooo saya Icha!" ujar Icha sembari berjabat tangan pada Cakra.


Cakra menatap Icha dengan pandangan jijik, bahkan tangan Icha yang hendak berjabat tangan kepadanya sama sekali ia tidak diterima. Bagaimana tidak? Icha menggunakan pakaian yang sangat seksi, hingga gunung kembar milik Icha tumpah-tumpah. nyaris put*ngnya terlihat.


lalu wajah yang penuh dengan make up, lipstik yang merah merona, dan baju yang menurut Cakra sama sekali tidak sopan. Cakra menatap Bagas yang menatap dirinya dengan pandangan bertanya., "gue nggak mau sama dia, gue mau cewek yang nggak minor dandanannya! "tegas Cakra kepada Bagas.


Bagas mendengar perkataan Cakra mengenai wanita yang dia inginkan mendengus kesal. "Icha ini cewek yang paling disukai sama semua pengunjung di sini karena permainannya yang uhuyy!" ujarnya menatap Icha. Icha tersenyum dengan mendadak kan dadanya, melirik Cakra senang. siapa yang tidak senang jika pembelinya kali ini sangat tampan?


''Gue jamin deh, lu bakalan suka sama dia, soalnya dia primadonanya di sini sekarang! "jelas Bagas kepada Cakra.


Cakra tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh Bagas, Ica memang cantik, tapi bahkan Entah mengapa tubuh Cakra sama sekali tidak bisa menyentuh dia, kau merasakan akan jangankan untuk melakukan hal yang lebih untuk menyentuh Icha saja dia tidak mau. " loe udah sama dia?" tanya Cakra geram


Bagas menaik turun alisnya. ''karena itu gue saranin dia sama loe, gue yakin sih lo bakalan suka banget sama dia!! dia j4lang yang paling the best sih!" ujar Bagas terkekeh.


Cakra berdehem pelan menatap Icha dengan pandangan yang mengintimidasi, sekali lagi ia menilai Icha dari atas hingga bawah membuat Icha sedikit tidak nyaman terhadap pandangan Cakra kepada dirinya yang seakan-akan sangat merendahkan dirinya.


" oke!!! godain gue!" seru Cakra kepada Icha tegas, ia tidak bisa menilai Icha jelek sebelum tes sendiri.

__ADS_1


Icha segera melakukan tugasnya mendekati Cakra dengan gerakan yang menggoda Cakra, tangannya menyentuh dada dan menggerayangi dada Cakra.


Cakra tidak suka. tiba-tiba cakra merasa mual saat disentuh oleh Icha, hingga ia segera pergi dari sana dan memuntahkan semua isi perutnya di toilet.


" mau kemana loe?" teriak Bagas pada Cakra yang lari terbirit-birit.


Cakra sendiri memuntahkan isi perutnya di dalam toilet, sial penyakit Cakra menjadi-jadi sekarang, ia bahkan sama sekali tidak bisa disentuh oleh perempuan sembarangan, Cakra menatap wajahnya yang berada di depan cermin. Mengapa dirinya menjadi semakin aneh seperti ini.


setelah kejadian tadi , Cakra segara mencari wanita lain untuk ia test drive hari ini, tetapi rupanya satupun wanita tidak ada yang bisa membangkitkan gairahnya, bahkan Cakra sempat kerap kali merasa mual-mual jika disentuh oleh mereka, hal fatal lainnya saat ada yang terasa menggelikan jika disentuh, Cakra mati-matian memaki dirinya. Mengapa dirinya bisa seperti ini.


" sumpah yah Cakra!!! loe kayak bapak-bapak yang lagi mual-mual karena istrinya hamil. jangan-jangan Belle hamil, coba deh loe cek dulu!" tegas Bagas kesal sebab malam ini hanya menemani Cakra mencari wanita yang ingin ia sentuh tapi Cakra sendiri seakan jijik dan tak bisa di sentuh.


bagaimana bisa hamil ia saja tidak pernah menyentuh nya!!


salat dengan nyaman, Nata juga melakukan murojaah sejenak untuk mendoakan agar ibunya segera pulih.


Cakra yang baru saja pulang saat sudah pukul 05.00 subuh saat ini, tak sengaja mendengar suara mengaji dari arah kamar milik Nata. Cakra segara menuju ke kamar Nata untuk melihat Nata sedang apa.


Ia tertegun melihat Nata yang sedang mengaji dengan suara halusnya, sesekali Nata juga menjatuhkan air matanya saat mengaji. Cakra tidak tahu apa yang dipikirkan oleh mata, tapi Cakra benar-benar terhanyut dengan suara Nata yang mengaji dengan merdu.


apalagi tingkah Nata yang selama ini menggoda nya, sangat tidak cocok dengan yang sekarang ia lihat.


setelah Nata menyelesaikan mengajinya, Nata mendongak dan tak sengaja mendapatkan chakra yang sedang mengintip dirinya. "eh Papa ngapain di sana? baru sudah pulang ? " Panggil Nata kepada Cakra buru-buru.

__ADS_1


papa?


apa lagi ini batin Cakra Suram.


Cakra buru-buru menjauh dari kamar Nata, tapi Nata segera menarik ujung baju milik Cakra dan menatap Cakra tajam. ''kenapa baru pulang sekarang??" ngapain aja semalem?" tanya Nata menatap Cakra tajam.


Cakra Mendengar " bukan urusan kamu!" tegas Cakra kepada Nata dingin.


" urusan saya dong bapak, tugas saya kalo masalah beginian. apalagi bapak bau alkohol.." seru Nata dingin dan tegas.


Cakra menatap Nata dingin." ini bukan urusan kamu!!" tegas Cakra dingin dan tegas.


Nata yang dibentak oleh Cakra sedikit kaget, "sebenarnya memang bukan urusan saya sih Pak, tapi kata ibu saya mau kita senakal apapun, seburuk apapun jangan pernah suka main cewek, jangan suka mabuk-mabukan itu semua bakalan merusak diri kita di masa depan . mungkin sekarang itu rasanya enak, nikmat yang Bapak rasakan tapi untuk di masa depan? itu benar-benar bakalan ngancurin bapak!! " seru Nata dengan tegas.


Cakra diam mendengar hal itu, melirik Nata yang bicara dengan serius. "kalau misal Bapak capek pusing, bapak nggak boleh melampiasin itu semua keminuman atau main cewek!!! cari hal yang fositif aja!" tegas Nata lagi


" nggak usah sok ceramah yah Nata!! kamu bukan siapa-siapa saya!" ketua Cakra


Nata menghela nafas pelan. " saya ceramah dan ngingetin bapak itu karena saya sayang sama Bapak, saya nggak mau suatu saat nanti bapak tersesat!! kalo bapak nggak mau anggap saya ada itu urusan bapak. tapi yang jelas bagi saya bapak adalah orang yang saya cintai, dan di masa depan bapak harus sehat dan bahagia!" seru Nata tersenyum lebar.


"Saya mau orang yang saya cintai sehat dan bahagia terus.!!" lanjut Nata dengan lembut sembari tersenyum hangat.


Cakra terdiam mendengar ucapan Nata. jantung Cakra berdenyut lebih cepat dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2