Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
Tau


__ADS_3

“ udah," gumam Cakra pelan kepada Nata.


Nata mengusap air mata yang tetap jatuh. Cakra tersenyum tipis.” Cengeng.” Gumam nya malas.


Nata mendengar utu menatap Cakra memelas.” Nata nggak suka luka pak.” Gumam nata lirih.


Cakra mendengar itu tertegun.” soalnya nata nggak pernah luka, apalagi dipijet. Nata nggak suka.” bisik Nata lirih.


Cakra mendengar itu diam tak menjawab. Nata mendongak menatap cakra.” Terimakasih yah pak.” Gumam Nata pelan.


Cakra mengangguk pelan duduk di kursi depan mata, melirik mata lagi sebab wajah nata sembab, ia ikut prihatin melihat wajah Nata yang begitu menyedihkan. Ia berdehem sejenak.” Kamu mau coklat?” tanyanya ragu.


Nata menggeleng.” nata nggak suka coklat. Nata mau pulang.” bisik nata lirih segera berdiri.


” Mau saya antarkan?” Tanya Cakra.


Nata menggeleng pelan segera berjalan sendiri meksipun kesusahan. Menatap Nata menjauh Cakra menjadi diam. Tapi tunggu.


Nata melupakan sesuatu.” Bapak.” Gumam nata membalikkan tubuhnya. Cakra menaiki alisnya menatap nata.


Nata membuat pinget love di kepalanya menggunakan dua tangan membentuk love.” I love you.” Gumam nata tersenyum lebar lalu segera pergi.


Cakra melihat itu tak tau harus berekspresi apa lagi. tersenyum masam mengeleng menatap nata. Nata ini manusia apa sih? bisa bisanya dia membuat dirinya tertawa begini. Bahkan saat pincang dan sakit saja dia tetap saja menganggu dirinya.


Mendapat notif seseorang dari sakunya. Cakra mengambil HP nya dan membuka siapa yang menelpon. Belle istrinya. Cakra menghela nafas pelan segera memasuki hpnya ke kantong lagi dan pergi dari sana. Cakra tidak menyukai Belle yang menelpon dirinya.


Jika belle menelpon itu artinya belle sedang butuh uang. Cakra sudah sangat mengenal dia.


Pergi mengikuti Nata yang berjalan sampai rumahnya. Cakra di dalam mobil jauh dari Nata, menatap Nata yang memasuki perkarangan rumah berwarnba putih, dengan banyak bunga didepan rumahnya. Bahkan pagar rumah Nata itu terbuat dari bunga yang berbaris rapi dan hijau. Lapangan depan rumahnya cukup luas dengan tanaman.


Sejenak ia melihat Nata yang mendekati sosok di sana Dengan menyipitkan matanya. mendekati seorang perempuan yang duduk di kursi roda sedang berjemur.


Siapa dia??? Tapi ia tertegun melihat Nata yang berusaha untuk berjalan dengan baik saat mendekati sang ibunya.

__ADS_1


Nata melihat ibunya di sana yang sedang berjemur segera berjalan senormal mungkin.” Mama.” Gumam nata pelan mendekati Gelis.


Gelis menatap nata dengan kilatan amarah.” Mana papa kamu Nata? Mana??” Tanya Gelis dengan berteriak. Menarik ujung baju nata.


Nata melebarkan mata mendengar teriakan ibunya.” mama.” Gumam nata gugup.


Gelis menarik kuat baju Nata.” kemana papa kamu..!!!! udah selama ini kalian enggak nemuin papa. Denis mana papa kamu mana nata mana?” Tanya gelis menjambak nata.


Nata menggeleng menahan tangan gelis.” Ma.” Bisik nata.


” Astaga bu. Bu,” teriak perawat panik menahan tangannya milik Gelis.


Gelis di sana malah kembali berteriak menarik rambut Nata. Nata memejamkan mata kesakitan, membiarkan Gelis menarik rambutnya tak ingin lepas. “ kak gunting aja kak. “ bisik Nata pelan pada perawat. sebab rambut Nata sangat perih membuat wajahnya memerah hampir biru.


Perawat mengangguk segera salah satunya berlari mengambil gunting dan menggunung rambut Nata dari genggaman milik Gelis. Nata terdiam menatap rambutnya cepak disebelah kirinya.


Menatap getir Gelis yang berteriak menggila lagi.” kita bawa kedalam .” bisik perawat segera masuk.


“ sayang kamu dimana. Sayang jangan selingkuh sayang. Maafin aku sayang hiks hiks maaf.” Bisik Gelis nanar.


Cakra baru melihat Nata serapuh ini, tadi ia melihat nata menangis karena kesakitan sekarang ia bisa lihat tangis pasrah oleh Nata.


Tangis yang tadi tidak separah ini. cakra meremas pelan setirnya. Nata terlihat sangat rapuh


Cakra baru tau kehidupan nata memiliki banyak kesusahan. Cakra segera menarik gas mobilnya dan menjauh dari perkarangan rumah nata.


“ dek..” panggil Nanda segera keluar mendekati nata.


Nanda melihat Nata menangis memegang rambutnya yang cepak segera memeluk adiknya erat.” Abang mama kapan sehatnya.” Bisik nata menangis.


Nanda ikut menangis menggeleng pelan.” sabar yah. mama pasti sehat.” Bisiknya lirih. Nata mengangguk pelan, sesak dan sakit di dadanya benar benar dalam.


.....

__ADS_1


“ mas..” tegas belle menatap Cakra yang memasuki rumah kesal.


Cakra yang mendapatkan Belle di umah menaiki alisnya. Tumben sekali wanita ini ada di rumah batinnya.


Belle segera mendekati cakra dan menggelayut manja di lengan cakra.” Mas.. aku telepon tapi kamu nggak angkat. Kamu kemana aja dari tadi?” tanyanya dengan kesal.


Cakra mengelak dengan pelan melepaskan tangan belle dari tangannya.” Saya dari jogging.” Jelas Cakra segera masuk ke dalam rumah.


Belle berdecap kesal mendengar jawaban Cakra.” Aku ini dari tadi telepon, kenapa enggak di angkat? Bilang kalo kamu lagi jogging. Itu sama sekali nggak bakal sita seluruh waktu kamu kan mas?” Tanya Belle lemah.


Cakra menggeleng.” nggak sih, Cuma kalo kamu telepon kamu artinya lagi butuh duitkan.” Jelas Cakra dengan santai.


Belle mendengar itu kicep.” Belle saya udah bilang, saya nggak bakal kasih kamu budge lebih dari 70juta perbulan. Kamu pikir saya ini siapa? direktur? CEO? Saya ini Cuma dosen asal kamu tau.” Jelas Cakra tegas dan dingin.


Belle menggeleng pelan.” aku telepon karena aku mau ketemu kamu mas bukan karena uang.” jelas Belle dengan getir.” Kamu mikirnya aku sejauh itu yah? aku emangnya sejelek itu dimata kamu iya?” tanyanya lagi getir.” Lagi pula kan aku ini istri kamu, kamu nggak ngasih nafka batin aku, seenggaknya nafkah fasik aja dong. “ jelas Belle dengan kesal.


“ kamu kan kerja??” Tanya Cakra kesal.” Nggak cukup yah ? kamu udah ke Labuan bajo, ke luar kota ke Palembang sana ke situ buat jadi modeling. Emang gaji kamu nggak cukup? harus banget pakek gaji aku?” Tanya Cakra malas.” Aku bukan nggak kasih gaji aku ke kamu, bukan aku nggak kasih kamu nafkah, kamu aja yang enggak bisa jaga keuangan. Kalo istri diluar sana juga udah lebih dari cukup.” tegas cakra dingin.


“ perawatan aku aja 20 juta mas. belum lagi baju dan lain lain.” gumam Belle lemah kesal menjadi satu.


” Baju apa yang sampek puluhan juta? Perawatan apa lagi belle? Kamu udah jauh lebih dari cukup buat perawatan.” Seru cakra tegas


. “ kamu nikah aja sama orang kaya gimana? Jangan sama saya, saya nggak mampu kalo ngasih semau kamu. Yang gede itu bukan pengeluarannya tapi gengsihnya. To tas harga 100ribu juga bakal cukup sama cewek biasa. Kamu? 100 juta?? Kamu pikir dapet uang kayak mungut dari pohon?” Tanya cakra mengomel.


Belle meremas tangannya sendiri. Cakra melihat Belle yang diam saja mendengus segera masuk.” Kalo gitu kamu harus mau bermalam sama aku, aku mau kamu kasih aku kehangatan mas. aku capek nikah sama kamu 4tahun tapi kamu nggak pernah sentuh aku. ‘” teriak belle nanar.


“ kalo gini ngapain kita nikah? Kasih nafkah uang nggak mau. Nafkah batin nggak mau.” Teriak Belle lagi murkah.


“ terus kamu sekarang maunya gimana? Cere?” Tanya Cakra malas.


Perempuan itu terlihat suram menatap cakra.” Silahkan pergi ke pengadilan bilang kalo apa yang kamu mau. Cerai ayo kita cerai.” Jelas Cakra malas.


Belle mendnegar itu terlihat nanar.” kamu bahkan nggak perjuangkan aku. Kamu bener bener yah mas.’' bisiknya lirih.

__ADS_1


Cakra membuang muka dan menjauh. Belle mengepalkan tangannya. Andai saja tidak ada cinta di dadanya untuk Cakra. Sudah pasti ia pergi dari rumah ini.


__ADS_2