Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
Kemarahan Nanda


__ADS_3

Semalaman Nata tidak pulang, sampai sore besok Nata baru pulang ke rumahnya.. Nata memilih untuk menginap di hotel saja semalam, ia belum siap melihat wajah ayahnya, sudah pasti rasa ingin memukul dan membunuh ayahnya.


Karena itu Nata mengalah. Ia memilih untuk sendiri dan menenangkan diri dulu.


Saat memasuki rumah, gelis dan yang di dalamnya rumah kaget melihat kedatangan Nata, “ Nata? Kamu dari mana saja??” Tanya Gelis kepada anaknya segera mendekat, melihat mata anaknya yang sipot ia menatap anaknya khawatir, mengusap pipi anaknya lembut ia kembali bertanya.” Sayang ada apa? Kamu ada masalah? Ada masalah apa sayang?” Tanya Gelis berkali Kali karena sangat khawatir.


Didalam ruang tamu rumahnya, bukan hanya Gelis yang ada, tapi juga ada kakaknya, Denis, dan juga Polisi.


menyadari seseorang yang ia hindari, Nata menatap Denis mendatarkan wajahnya, menatap polisi yang menatap nata dengan tenang nata menatap ibunya. “ nata nggak apa apa. Nata cuma butuh sendiri aja ma..” Jelas Nata pelan segera menuju kamarnya.


“ sayang..” gumam Gelis bersedih melihat keadaan anaknya.


” dia masih sedih karena di selingkuhan sama mantannya kali bu?” gumam Nanda kepada sang ibu sedih. ibunya menatap Nanda mengangguk lalu melirik suaminya yang diam saja dengan pandangan takut dan sulit.” Jadi anak ibu sudah pulang? nggak jadi di cari kan?” Tanya polisi kepada Gelis.


Gelis dan Nanda mengangguk.” Makasih yah Can, udah mau bantu gue buat cari adek gue. Untunglah balik adek gue.. “ jelas Nanda tulus.


Candra adalah teman semasa SMA Nada, dan sekarang sudah menjadi polisi, karena khawatir adiknya tak ada kabar dan tak pulang Nanda meminta bantuannya untuk mencari sang adik, tapi adiknya sudah pulang jam segini.


Nata menutup pintu pelan, lalu bersandar didepan pintu, tatapan Nata masih koosong menatap kedepan, keadaan ini sulit, jika saja keluarga Nata sebelumnya memang berantakan mungkin tidak akan sesakit ini.


Nata duduk didepan pintu dan menatap kosong kedepan.


Ini bukan persoalan selingkuhnya saja, dimana Nata menaruh wajahnya saat semua orang tau ayahnya selingkuh? Sedangkan semua kebanggaan Nata kepada ayahnya selalu ia luapkan kemana mana. Begitu juga dengan Gelis. Nata sebagai anak saja sangat patah, apalagi Gelis. Nata tidak mau melihat keadaan orang sekacau dirinya, ia tak mau keadaan orang orang menjadi buruk karena ayahnya.


“Nata...” panggil Gelis pada anaknya yang tak membuka pintunya sedari tadi.” Nata. Nak mau makan dulu ngak? Kamu udah makan belum? Sini cerita sama mama kalo ada cerita nak.. kamu masih punya mama nak.” Bisik Gelis didepan kamar anaknya, air mata Gelis jatuh karena melihat keadaan anaknya yang enggak baik.


Gelis mengusap bulir bulir yang jatuh kembali dimatanya, mendengar suara ibunya begitu lembut, apa Nata siap untuk melihat dia menangis?? Mengapa ayahnya tega menduakan ibunya yang begitu baik dan juga tulus? Apa kurangnya ibunya??


“ ma...” bisik Nanda mendekati Gelis yang berada didepan kamar Nata sembari membawa kan susu dan juga nasi beserta lauknya.

__ADS_1


Gelis menatap Nanda sedih, dibelakang nanda ada Denis yang diam menatapnya.” Nata nggak mau keluar kamar bang. Nata ..” gelis kehilangan suaranya.


” Dia kenapa?” tanyanya lagi.


Denis membuang muka, tak bisa ada yang paham apa yang dia pikirkan. Nata mengusap bahu ibunya. “ mau Nanda dobrak aja nggak?” tanyanya.


Gelis menggeleng pelan.” dia mungkin masih butuh waktu sendiri..” jelasnya pada sang anak.


Melirik sang suami yang diam saja Gelis berdehem.” Mas nggak mau coba panggil nata? Siapa tau dia mau keluar? mas kan dekat sama Nata.” Tanya Gelis pada suami.


Denis gelagapan, segera menggeleng menolak.” Dia m- mungkin butuh waktu sendiri.” Jelasnya


Gelis diam menatap suaminya, melirik Nanda yang juga mengangguk.” Iya mungkin adek lagi ada masalah.. ayok keluar nanti biar abang yang ngomong sama adek.” Jelas Nanda di sana dengan tegas. Gelis mau tak mau mengangguk setuju.


Tampa mereka sadar Nata dibelakang pintu menangis terisak, bagaimana jika keluarganya hancur? Nata menghela nafas pelan, jika saja posisinya seperti ini. Nata lebih memilih untuk tidak tau apa apa ketimbang tau tapi tak bisa mengungkapkan semuanya.


Nanda segera ke kamarnya dan mengambil jaket dan kunci motornya. “ mau kemana nan?” Tanya Gelis melihat Nanda yang keluar.


Membawa moyornya menjauh dari sana., Nanda membawa motor dengan kecepatan tinggi, menuju kampus milik adiknya. di jalan tak jauh dari sana ia berhenti, menatap segerombolan anak laki laki yang duduk dan nongkrong di depan café mini dekat kampusnya. Tempat anak anak kampus di malam hari main dan juga ngopi.


Turun dari motor tanpa melepaskan helmnya, Nanda mendekati satu laki laki yang ia kenal.


Leo.. Leo dan teman teman mlihat siapa yang datang bingung, tak mengambil luang mereka bertanya Nanda memukul kuat wajah leo.


bugg...


Revo, rezi dan yang lain kaget. Leo pun mendongak menatap Nanda kaget, belum Leo bicara Nanda kembali menarik jaket Leo dan memukulnya dengan kuat.


” hei.” Teriak teman leo hendak membantu temannya tapi Nanda menarik tubuh Leo menjauh dari sana dan memukulnya kuat berkali kali, tampa membiarkan Leo mengelak atau memberontak, cengraman tangan Nanda sangat kuat.

__ADS_1


Dengan sekali pulan terakhir Leo mencekik leher Leo dingin, Leo tak bisa bernafas, mendongak menatap nanda dengan nafas tersengal-senggal.


” Anjing loe udah nyakitin adik gue..” bisiknya dan melempar tubuh leo lagi dan menginjak lehernya.


” Woy.”


" Siapa loe!!"


Teriak orang menggema tapi tak ada yang berani mendekati leo atau bahkan membantunya untuk berdiri.


“ lee...leo.. loe ngak apa apa?” Tanya Revo mendekati leo. Tapi leo sudah tak sadarkan diri.


“ anjing gimana nih astaga pingsan." Gumam Revo pada teman temannya. Mereka menatap motor milik Nanda yang sudah menjauh linglung.


“ bawa ke kosan cepet.” Jelas mereka. Segera membawa Leo menjauh dari sana.


Nanda menghela nafas pelan selesai menghajar Leo. Ia tidak tau itu benar salah Leo atau bukan, tapi beberapa hari kemarin Nata menangis Leo. ia pikir leo yang menyakiti nata...


dan Nata hanya gimic saja saat menangis, biasanya Nata memang suka sekali caper.


dengan perasaan gunda mengetuk pintu kos Dinda.


Nanda menghela nafas pelan saat Dinda keluar. Dinda yang melihat Nanda yang didepan rumahnya kaget, sontak menutup sedikit pintunya sebab ia hanya menggunkan tangtop.” Eh bang ada apa yah?” Tanya dinda gugup, sebab kakak nya Nata ini sangat tampan.


Nanda menatap dinda kusut.” Loe tau nggak kenapa Nata.??" Tanya Nanda serak.


Dinda menggeleng pelan.” emang Nata kenapa?” Tanya Dinda bingung,


mendengar jawaban itu Nanda menghela nafas pelan.

__ADS_1


Dinda juga tidak tau. tatapan Nanda mengkilat marah. siapa yang sudah membuat adiknya begini?


__ADS_2