
Sudah satu jam Nata belum juga bangun. Cakra sedikit panic melihat Nata, mengecek beberapa kali nafas Nata tapi Nata tetap bernafas kok.
Cakra menghela pelan melirik rambut Nata. Akh rupanya rambut Nata sekarang pendek. Apa karena kemarin saat dimana ibu Nata menarik rambutnya sehingga rambut Nata harus dipotong.?
Tring... Cakra menatap Hp nya yang berdering. Dari ibunya. Cakra menghela nafas pelan, isi chat ibunya yang terus meminta ia untuk memberikan anak, apa yang bisa ia berikan jika dirinya saja tidak normal? Sudah beberapa waktu ini Cakra tidak memberikan kabar kepada ibu dan ayahnya. Cakra tidak ingin membuat dirinya dipojokkan terlalu jauh.
Eugh. Cakra kaget segera melepaskan rambut Nata saat Nata terbangun.
Nata menerjab pelan, mata Nata terasa panas, dan hidung yang terasa bau minyak kayu putih. Nata tidak suka bau ini.
Nata mengeryitkan dahi membuka matanya. ia bisa melihat Cakra yang segera membuang muka dan berdiri dari duduknya. Ia mengambil kursi di sana dan duduk pelan.” sudah bangun?” Tanya Cakra pada Nata.
Nata mengerjab pelan, memijit pelipisnya yang terasa pening. Cakra melihat itu menahan tangan Nata. Nata melirik cakra dengan alis terangkat.” Jangan terlalu keras, nanti merusak syaraf kamu.” Jelas cakra dengan pelan.
Nata tak menjawab. “ saya mau minum pak.” Gumam Nata lemah.
Cakra segera mengambil air putih di galon terdekat lalu memberikan pada nata. Nata menerimanya tapi lemah sekali. Cakra segera mendekati Nata dan membantunya bangun.
Nata meringis karena kakinya kesakitan. Nata segera meneguk minum yang Cakra berikan. Cakra diam menatap Nata yang pucat begini. Cakra jadi tidak tega.
Nata segera memberikan minum yang masih tersisa pada cakra" udah pak!". Cakra berdehem menaruh gelas di brangkar sebelahnya.
Menatap Nata yang di sana meluruskan kakinya. Cakra membantu nata pelan. nata menatap cakra kaget. Cakra berdehem pelan.’” aya Cuma Kasihan sama kamu.” Jelas cakra pelan.
Nata diam di sana, menatap kaki yang bengkak.” Ini gara gara kemaren?” Tanya Cakra pelan. " kenapa tadi malam enggak di urut lagi?" tanya Cakra.
Nata mengangguk pelan.” dulu kaki saya pernah terkilir juga, ditempat yang sama.” Bisik Nata pelan. ingat saat masa kecilnya.” Dulu umur saya masih 9 tahun kayaknya deh. Terus manjat pohon rambutan. Tapi malah jatoh.” Gumam Nata terkekeh pelan.
Cakra menatap Nata Nata yang bercerita. ‘” terus papa saya pijet kaki saya. Itu sakit banget buat saya trauma dipijet. “ bisik Nata bercerita lebih lama.
Cakra jadi tau alasan mengapa Nata sampai pingsan di pijet. Menatap Nata yang bersedih.” Sekarang papa kamu dimana?” Tanya Cakra berbisik.
“ selingkuh.” Jab Nata pelan.
__ADS_1
"selingkuh sama istri bapak.” Bisik Nata lanjut.
Cakra melebarkan mata mendengar itu. nata mengambil hp nya pelan dan membuka galerinya. Cakra diam menatap nata ragu.
Nata melihat lihat chat dari pak Dedi rekan ayahnya yang memberikan video ciuman dan beberapa adegan panas ayahnya dengan Belle.
Ia memberikan itu pada cakra. Cakra diam menatap itu tak percaya. Nata menatap cakra lama.” bapak, ayah saya sama istri bapak. Saya mau ketemu bapak saya.” Bisik nata lemah.
Cakra melebarkan mata melihat istrinya dengan ayah nata. Ia menatap Nata kaget.” Kamu dapat videonya dari mana?” Tanya cakra.
Nata menggeleng.” dari rekan kerja nya ayah saya.” Bisik Nata pelan. " istri bapak suka ke kantor ayah saya!"
Nata bersandar lemah dengan pandangan sedih. saat bnegini ia merindukan ayahnya. Nata merasa dirinya sangat merindukan sosok ayahnya. Nata tiba tiba menangis.” Bapak keluarga saya hancur karena istri bapak. Saya udah nggak punya papa, ibu saya sakit.” bisik Nata menangis.
Cakra melihat itu tertegun, ia bisa lihat wajah lelah Nata. Nata mengerjab pelan mengusap air matanya menatap cakra.” Bapak kembalikan papa saya.” Bisik nata lirih.
Cakra melihat manta terlihat lemah segera mendekati Nata dan memeluknya erat.” Bapak balikin bapak saya hiks hiks.” Bisik nata lirih. naluri Cakra memeluk Nata sangat erat.
Cakra menatap hp Nata lagi runyam, ia baru tau Belle berselingkuh begitu jauh. Selama ini Cakra tidak banyak peduli pada Belle, ia tidak banyak mencari tau., Belle bebas tapi ternyata Belle malah menjadi penghancur keluarga orang.
Merasa Nata sudah lebih tenang Cakra melepaskan pelukannya. Ia bisa lihat wajah nata yang sembab dan mata yang bengkak.” Maaf Nata saya tidak tau kelakukan istri saya diluar sana.” bisik Cakra lemah.
Nata menggeleng pelan menatap Cakra lama.” Bapak mau nggak nikah sama saya??? Kita nikah boongan aja biar ayah saya nggak nikah sama istrinya bapak, dan istrinya bapak bisa jauhin keluarga saya?” Tanya Nata pelan dan lirih.
Cakra menatap nata mendelik.” Kamu ngak cari cari kesempatan kan nata?” tanyanya mengintimidasi.
Nata mengangguk.” Dikit pak.” Bisiknya.
Cakra melebarkan mata memanang Nata yang menatap dirinya polos.” Bapak cinta sama istri bapak? Kalo neggak ini salah satu cara biar bapak lepas dari dia.” Bisik nata pelan.
Caktra menatap Nata lebih sulit.” Saya tau bapak Impoten.” Bisik Nata lemah. Cakra melebarkan mata kaget.” Saya juga nggak akan minta apa apa sama bapak. Yah biar papa saya pulang aja, terus enggak nikah sama Belle Bele itu, istri bapak, kita saling menguntungkan gimana?” Tanya Nata lagi polos.
“ nata.” Bisik Cakra dingin.” Nggak semudah itu juga nikah. Nikah itu sakral.” Bisiknya dingin.
__ADS_1
Nata menggeleng.” kita nggak sakral. Kita Cuma pura pura aja. Biar bapak saya pulang dan istri bapak sakit hati.” Jelas Nata serius,.
Cakra menyipitkan matanya, sebenarnya ini menggiurkan., jika sudah beginikan nanti Belle tidak akan meminta uang terus pada dirinya. Dan dirinya bisa pergi jauh jauh dari belle yang sangat metrelialistis.
Melihat Nata yang terlihat serius Cakra berdehem pelan. “ kalo bapak nggak mau nggak apa apa. Biar saya cari cara sendiri aja nanti.” Jelas Nata pelan.
“ tapi Cuma pura pura aja kan?” Tanya Cakra tegas.
Nata mengangguk.” Syaratnya juga ada.” Tegas Cakra.
Nata menaiki alisnya heran.” Kamu pura pura hamil anak saya biar orang tua saya nggak nanyain lagi tentang anak.” Tegas Cakra dingin.
Nata segera melebarkan mata yang sudah sipit. Cakra berdehem tak enak.” Kamu sudah tau saya tidak akan bisa punya anak dan mereka terus bertanya tentang anak. Saya pusing. Jika begini saya ada alasan untuk memutuskan hubungan dengan Belle dan beralasan menikahi kamu siri.” Tegas Cakra.
“ terus nanti gimana?” Tanya Nata.
Cakra mengangkatnya bahu acuh.” Kita cari orang aja buat hamil terus beli anaknya. mudah itu.” tegas cakra.
Nata sedikit tidak percaya akan hal ini. Cakra menatap nata lamban.”emang bapak impoten beneran?” Tanya Nata polos.
Cakra menatap nata malas.” Tes Drive?” Tanya Cakra kesal.
" boleh sih!" gumam Nata tengil.
Cakra menatap nata malas." Nata mau saya pukul??"
Nata mengeleng pelan.” diel yah pak?” Tanya Nata mengajukan tangan untuk berjabat tangan.
Cakra menerimanya tenang.” kita perlu bikin surat pra nikah pura pura pak agar dikedepan hari nggak ada yang disalah gunakan.” Tegas Nata serius.
Cakra melirik nata malas.” Saya yang rugi harusnya saya yang ngajuin.” Tegas Cakra malas.
” Saya normal yah pak ajdi saya rugi bapak impoten.” ketus nata.
__ADS_1
Cakra kaget mendengar hinaan nata. " apa kamu bilang??" tanya Cakra dingin
“ hehe.” Gumam Nata nyengir tampa hati lalu menjulurkan lidah mengejek.