Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
bertemu papa


__ADS_3

Cakra memijit pelipisnya yang terasa pening lantaran selalu di ganggu Nata, apalagi sekarang Nata terang terangan menyatakan perasaannya.


Cakra menjadi kesal, menatap bekal yang Nata berikan, Cakra menariknya mendekat dan membukanya pelan. isinya adalah sayur semur tempe dan tahu. Ayam bakar kecap manis, dan sayur tumis capcai.


Cakra mengambil sendok dan memakannya pelan. Enak, Cakra menghela nafas pelan.” seenggaknya dia ada kelebihan dikit.” Gumam Cakra pelan.


mengingat semua tingkah gila Nata. Cakra pikir Nata sosok yang memiliki bakat dalam masak kok." ingat yah. Uma dikit, selebihnya kayak anak setan!" gumam Cakra mendengus.


...----------------...


Nata menghela nafas pelan menatap langit, sudah dua minggu ibunya belum juga pulih, Nata sedih, Nata kalut, Nata resah, tak pernah Nata rasanya tidur nyenyak lagi, tidak pernah merasa tenang dan nyaman. Semua yang dirinya lakukan adalah palsu, palsu agar semua orang tidak mengetahui perasaan yang Nata saat ini rasakan.


Nata mengusap pelan lengannya yang terasa dingin, tentu malam ini dingin, Nata memilih sendiri dengan suasana sepi. Nata sudah lelah menangis, Nata sudah lelah meraung.


Nata hanya butuh ketenangan di tengah kesunyian begini. “ Nata..” panggil Nanda mendekati Nata.


Nata menatap kakaknya tersenyum tipis.” Kamu belum makan yah?” Tanya Nanda.


Nata terdiam, Nata tidak pernah makan dengan nyaman berapa hari ini, rasanya masuk tenggorokan saja sakit. rasanya sulit untuk dirinya cerna. Nanda menghela nafas pelan duduk di sebelah Nata sedih.


” Mau makan diluar?” tanyanya pelan.


Nata menatap kakaknya mengangguk.” Mama?” Tanya Nata pelan.


” mbak Lena ada di dalem, kalo mau ayok, kakak keluarin motor dulu.” Jelasnya.


" Boleh sambil cari angin deh bng.!" Nata mengangguk pelan, menunggu Nanda mengeluarkan motor.


Nanda mengeluarkan motor matik milik Nata dan Nata segera duduk di jok belakang motor.


” Mau makan apa?” Tanya Nanda pelan.


“ kebab.” Gumam Nata semangat.


Nanda mengangguk.” Lest go.” Nata terkekeh memeluk perut Nanda.

__ADS_1


Nanda Tersenyum tipis, tidak heran.


Sebenarnya Nata memang sosok yang manja, sangat ingin di kasih sayangi dan diperhatikan.


Nata sejak kecil selalu diperhatikan oleh ayahnya, di prioritaskan apa yang dirinya butuhkan. Dan sekarang Nata harus mandiri. Ia harus memikirkan dirinya dan keadaan sekitar.


Nanda sedih melihat adiknya yang sekarang.


Nata menatap jalanan mengernyitkan dahinya, ia melihat sosok mobil milik ayahnya dan orangnya di dalam mobil itu .” Kak kak... itu papa?” Tanya Nata pada Nanda.


Nanda sontak menghentikan motornya, menatap kearah dimana Nata katakan. Mobil yang memasuki lobi hotel. Nanda segera membelokkannya motor tampa melihat kanan kiri.


Tit... suara klakson keras hampir tertabrak mobil.


Akhhhh


Nata shok memeluk Nanda erat. “ abang hati hati.” Tekan Nata takut.


Nanda tak mendengar, ia mengejar mobil ayah mereka. Memasuki lobi hotel. Di jalan dihadang oleh satpam sebab mereka memasuki lobi untuk area mobil.


Tapi Nanda menerabasnya.” He berhenti berhenti.” Teriak satpam.


” Abang.” Teriak Nata segera berlari mengikuti Nanda. Mengikuti dari belakang tapi Nata cukup ketinggalan jauh.


Nanda menatap sekeliling lobi, menuju resepsionis, melihat sosok yang selama ini mereka cari sedang bergandengan dengan perempuan menyipitkan matanya. ia segera mendekati sosok itu dan menarik belakang baju belakangnya.


Bugh..


Resepsionis berteriak kaget. Pengunjung lain pun sontak menatap Nanda dan juga Demis. Denis kaget saat tiba tiba dipukul oleh seseorang. Merasakan kebas di kepala yang sudah berdengung, Denis bisa lihat jika Nanda kembali memukul kepalanya kuat dan membantingnya kuat.


“ pak.” Teriak satpam mendekati Nanda.


Nata pun mendekati kakaknya tapi sama sekali tidak menghentikannya.” Lagi kak. Tonjok mukanya kak. Kelaminnya kak biar nggak bisa en* en*, biar nggak gatel.” Tegas Nata serius kepada nanda.


” Huis.” Ketus dari penjaga hotel. Tapi Nata malah meliriknya malas.

__ADS_1


Denis menatap nanda dingin, Nanda ditahan oleh security di sana dingin.” Pulang nggak loe lihat bini loe gila di rumah dan loe di sini enak enakan ng*we sama l*nte. Otak loe dimana anjing.” Teriak Nanda kasar kepada ayahnya.


Semua orang mulai mencoba merekam.


Denis mengepalkan tangan mendekati Nanda dan menamparnya kuat.” saya enggak ngajarin kamu kayak gitu selama ini.,” tegas Denis dingin.


Nanda merasa tamparan kuat menghempaskan penjaga yang menahannya.” Emang nggak pernah, tapi loe bajingan. Loe bajingan dan itu nggak bisa loe ubah. Loe lebih binatang dari pada gue.” sinis nanda.,


“ bicara kamu kurang ajar setan.” Teriak denis.


” Gue setan loe apa? Binatang?” Tanya Nanda menyalkang.” pulang nggak loe? Istri loe di rumah noh gila nyriin loe. Nyariin suaminya yang selingkuh sama orang lain.” gumam Nanda sinis beresedekap dada.


” Gue jadi bertanya Tanya sama loe. Loe apain sih mama sampek dia gila gitu ? gue lihat lihat loe ngak punya apa apa sampek harus di cintai segitunya? Yah nggak sih Nat?” Tanya Nanda pada Nata.


Nata mengangguk.” Cuma modal burung doang sih nlbelagu.” Ketus Nata.


Nanda tertawa sinis mendengat jawaban adiknya.” iya emang. Segede apa sih burung loe sampek mau sangkar sana sangkar sini.” Lanjut Nanda lagi dingin.


“ pak, jika mau ribut mohon diluar, jangan menganggu pengunjung kita.” seru sucurity di sana tegas kepadanya nanda.


Nanda disana mengangkat tangan tinggi.” Gue juga nggak mau cari ribut disini. Cuma mau manggil nih binatang buat pulang.” jelas nanda.


” Nanda kamu durhaka..” teriak denis.


” Anak ada durhaka kalo orang tua apa? Durjana?? iya?” Tanya Nanda sinis.


“ dosa kamu sama saya, masuk neraka kamu setan.” Tegas Denis dingin.


Nanda mengibas tangannya dengan wajah remeh.”nggak usah biucara soal dosa deh, dosa dosanya gue masih dosaan loe yang nelantarin bini loe sampek gila., anak anak juga demi janda. Btw janda nya spek apa sih sampek loe kejar kejar begini?” tanyanya melirik wanita di sebelah denis.


Wanita yang sejak tadi diam menggunakan pakaian tertutup dan masker. Ia tersenyum sinis.” Loe tau dia punya bini tapi maish mau??? Kenapa? Gatel??? Mau gue aja yang nusuk gimana?” Tanya nanda sinis


” Berapa sih bayaran loe?” Tanya nanda dingin. " Gatel loe sama suami orang?? apa sih yang lie lihat dari bapak gue? udah tua gini!!!" lanjut Nanda dingin.


” Pak tolong keluar.” Tegas scurity membawa rombongan menarik Nanda. Nada di sana menghela nafas pelan sata sudah ditarik paksa.

__ADS_1


Nata melihat kakaknya ditarik tarik mendengus.” Dia gratisan bang mangkanya papa mau, kan papa sukanya yang murahan.” Seru Nata. Nanda tertawa bersama Nata. Denis dan wanitanya terlihat suram. Anak anak kurang ajar.


" fakyu Bich!!" teriak Nata menunjukan jari tengahnya sembari diseret keluar. setidaknya hari ini mereka puas


__ADS_2