
Sesuai perkataan nata, ia akan bimbingan sore ini. jadi Nata mengusap pelan wajahnya didepan cermin, tatapan tajam menatap tajam dirinya di cermin. Mengambil lipstick yang terlihat merah merona baru saja ia beli dan dikirimkan kemarin.
Nata menggeraikan rambutnya dan membuka jaketnya, membuat tubuhnya yang tadi tertutup menjadi seksi sebab itu adalah croptop.
Nata mengangguk pelan membuarkan jaket itu terbuka hanya lengannya yang tertutup. Nata juga menggeraikan rambutnya dan menggunakan lipstiknya nakal.” Oke.. semisal kalo keluarga gue hancur keluarga cewek itu juga harus hancur. Apalagi Papa, papa harus dapat karma.” gumam Nata tenang dan tersenyum datar.
Nata tak akan membiarkan orang lain bahagia sedangkan dirinya tidak., apalagi mengenai keluarganya yang awalnya Cemara dan sekarang menjadi suka.
Segera menggunakan tas miliknya tenang. Nata keluar dari toilet menuju ruangan pak Cakra dengan tenang.
Nata memiliki kulit yang putih dan bersih, hanya saja biasanya ia selalu berpenampilan biasa saja. Nata tidak suka mencolok, dan terlihat oleh orang orang tapi tidak kali ini.
Mengetuk pintu Cakra pelan. “ Permisi pak.” Seru Nata sopan.
“ Masuk..” Nata tersenyum miring membuka pintu, saat masuk ia menemui Cakra yang di sana sedang menatap komputernya. Nata melihat itu tersenyum tipis dan segera duduk didepan pak Cakra.
Cakra melirik Nata dengan alis terangkat seakan bertanya mengapa Nata ke sini. Nata menaruh berkasnya di atas meja.” Pak saya mau bimbingan dong.” Jelas Nata mendayu.
Cakra menatap Nata dingin sebab croptop Nata itu sangat ketat dan jaket terbuka. Hanya lengan yang tertutup., Dia terlihat seksi dan dewasa.
Mau apa lagi ini anak? batinnya
Batinnya. Apalagi penampilan Nata yang tiak seperti biasanya. Biasanya ia mengunakan baju tertutup dan kalem, bahkan pagi tadi masih menggunakan pakaian tertutup.
kenapa siang ini jadi begini?
Make up yang tenal, rambut yang di urai., dia terlihat sangat dewasa dan cantik. Cakra akui itu. Nata memiliki fitur wajah dan kulit yang cantik. Pipi yang gembul dan bibir yang terbela dan tebal., itu tidak dimiliki banyak orang. jika dilihat lebih teliti bola mata Nata yang Hazel juga membuat kesan dia yang menjadi manis. perawakan Naga juga mirip seperti orang dari timur.
Cakra mengambil skrispi Nata dan membukanya tenang. Nata mengipasi dirinya.” Kok panas banget yah pak akhir akhir ini.” jelas Nata tenang.
Cakra tak menjawab dan Nata tersneyum miring. Membuka jaketnya membuat ia terkesan tambah terbuka dan seksi. Cakra melihat itu melebarkan matanya.” apa yang kamu lakukan ?” tanyanya shok berat.
Nata menatap cakra polos.” Panas pak jadi saya buka jaket saya, nggak apa apa kan?” Tanya Nata polos.
__ADS_1
Cakra menatap nata dingin.” Ini ruangan ber AC tidak panas. Kenakan buka jaket.. jangan membuat orang orang curiga kepada saya..!” tegasnya dingin kepada Nata.
Nata menatap cakra heran.” Memangnya kenapa sih pak?” Tanya Nata pelan tanpa rasa bersalah.
Segera menggusuk lehernya yang berkeringat Cakra meneguk Saliva keringnya, merasa darah ditubuhnya mengalir lebih deras menatap setiap gerakan nata.
” Gerah pak lihat nih keringetan.” Jelas Nata menunjukan tangannya yang basah dengan peluhnya sendiri.
Cakra menghela nafas pelan menenangkan dirinya. “ Nata.. saya katakan lagi kenakan jaket kamu sekarang!!! jangan sampai saya mengusir kamu dari sini.” Tegansya menutup ksrispi Nata.
Nata mendengar itu menatap Cakra malas lalu mengambil jaketnya tenang, lalu menggunakannya kembali. Sengaja ia menunjukan tubuhnya idi depan cakra. Cakra melihat itu membuang muka, sial juga sebab Nata memiliki bentuk tubuh yang bagus.
“ bapak tau nggak sih pak apa yang lebih panas dari hari ini?” Tanya Nata pelan.
Cakra mendengarnya menaiki alisnya dengan perasaan was-was. Nata tersenyum tipis menunjuk kebawah.” Ngelihat bapak nggak mengancing resleting celana uhh panas.” Gumam Nata mengipasi dirinya sendiri cekikik.
Cakra menatap kebawah. Menatap resleting celanaya, melotot garang dan juga malu.” Mana warnanya merah membara lagi. saya juga pakek warna merah loh pak apa jangan jangan kita jodoh?” Tanya nata kembali terkekeh peda Cakra.
Cakra yang dipermalukan menatap Nata dingin dan segera mengancingkan resleting celananya sendiri Kasar.
Nata melihat itu menahan tawanya.” Mau saya bantu pak” Tanya Nata pelan hendak mendekati Cakra.
” KELUAR KAMU.” Teriak Cakra murkah.
Nata menatap cakra polos.” Loh pak saya mau bimbingan ini.” jelas Nata tak mau.
” Saya bilang keluar yah KELUAR.” Teriak Cakra lagi murkah. wajahnya hingga lehernya sudah memerah karena nata.
Nata segera berdiri menatap Nata.” Yaudah deh kalo gitu saya keluar. Semisal kalo butuh bantuan bilang yah muach.” Gumam Nata mengecup tangannya sendiri dan mengedip satu matanya. Segera keluar meninggalkan Cakra ,.
Telinga sampai leher milik cakra benar benar merah karena malu. Ia meringis memegang pemilikannya dan mengepalkan tangan. Ini sangat memalukan.
seumur hidup Cakra tidak pernah semalu ini!!
__ADS_1
Sedangkan nata diluar terbahak bahak tertawa sembari mengancing kembali jaketnya. Mengucir rambut nya dengan tenang. sial tadi sangat lucu. Nata bahkan menggeleng pelan berkali kali membuat banyak siswa yang melihat dia.
” Hayo ketawa kenapa loe?” Tanya seseorang yang di dekat nata.
Manta mmelihat siapa yang menegurnya,. Menaiki alisnya bingung sebab ia tak kenal, tapi dia tampan kok, tubuhnya tinggi, rambut yang gondrong tapi kurus di arahkan kebelakang seperti rambut jaguar begitu, lalu mata yang terlihat amber, kulit putih. Buzet Nata baru sadar jika dia tampan banget banget banget..!!!
ia terlihat terkekeh pelan pada Nata yang mlihatnya shok begitu.” Hehe santé aja ngeliat gue. jangan kayak lihat hantu gitu.” Jelasnya.
Nata mengerjab pelan menatap pria didepannya malu.” Loe siapa?” Tanya Nata mulai bicara.
Tangan pria itu mengarah kepada Nata dan berdehem.” Kenalin nama gue Noah. Yang kemarin ketemu sama pak Cakra di ruangannya dia dan loe ketiduran.” Jelas Noah kepada Nata.
Nata menatap Noah dengan bibir terbuka kecil.” Ohhh begindang. Gue lupa sih hehe.” Gumam Nata tak enak.
Noah mengangguk pelan.” btw udah semeter berapa?” Tanya Nata pelan.
Noah tersenyum masam.” Semester 10.”: bisiknya tak enak.
“ buset..” gumam Nata kaget.
Noah tersenyum tipis.” Gue sibuk soalnya, baru baru ini ngurus skripsi lagi dan pak cakra susah banget ACC sama dia, “ jelasnya pelan.
Nata mngangguk plan mendengarnya.” Sibuk apa emang loe?” Tanya Nata
“ loe nggak tau sama gue?” Tanya Noah heran. Nata mengernyitkan dahinya bingung. Lalu menggeleng pelan.
Noah terdiam menatap nata.” Gue Presma kampus.” Jelansya.
Nata menatap Noah mengangguk. Sejenak sampai melebarkan mata.” Loh kok gitu??” Tanya Nata kaget.” Bukannya presma harus pinter yah?” Tanya Nata lagi kaget.
” emang gue bodoh gitu?” Tanya Noah kesal sebab respon nata begitu.
Nata tertawa dibuatnya.” Yah enggak bodoh sih, Cuma udah sampek semester 10. Why brother? Why?” Tanya Nata pada Noah heran.
__ADS_1
Noah yang ditanya begitu menghela nafas pelan.” mau ke café bareng??” Nata yang di ajak mendelik. Lumayan juga sih tapi.
" Traktir tak??" Ujar nata dengan kekehan. Noah mendengar itu tersenyum lebar. anak ini tak tau malu!