
” Mau apa kamu?” tanyanya dingin
Nata tersenyum jail .
” kecup aja.” Jelas Nata mengedip satu matanya lalu memajukan bibirnya. Cakra sekakin shok melihat tingkah Nata.
“ kamu kurang ajar yah.” tegas Cakra pada Nata.
Nata menatap bapak Cakra tersenyum lebar.” Kurang kasih sayang bapak.” Gumam nata terkekeh.
” Cepat kerjakan tugas kamu.” Teriak cakra dingin pada nata. Nata yang diteriak sedikit kaget, tapi menahan diri untuk tidak memaki pak Cakra. Andai bukan untuk menghancurkan rumah tangga pak Cakra dan istrinya, ia tak akan mungkin ingin bersikap begini.
Memeriksa hasil ujian dari murid. Nata sedikit linglung, ini sulit sekali, pusing melibet kemana mana. Kepalanya benar benar pusing. Pusing skripsi yang belum jalan eh malah disuruh ini itu. Nata rasanya ingin meledak saja.
Sampai pada Cakra yang pergi dari ruangan Nata menghela nafas legah, mengusap kepalanya kasar.” Ah asal asalan aja kali y....” Nata melirik tak sengaja ada cctv, memutar bola mata malas.’ Yah..” gumamnya sedih, kembali memeriksa seluruhnya dengan tekun dan juga benar.
Sampai pak Cakra datang kembali dan membawa nasi kotak dua buah, lalu minuman kopi. Nata tersenyum dengan lebar melihat itu. Cakra melihat itu menaiki alisnya. “ apa kamu?” Tanya cakra mendelik.
Nata menggeleng pelan.” bapak ganteng deh. Bagi satu dong..” gumam Nata dengan mata yang dibuat semenggemaskan mungkin.
Ckra menatap nata jijik.” Jauhkan mukamu, saya jijik.'' Gumamnya memberi pada nata nais kotak.
Nata tersenyum lebar.” Maaci bapak ganteng.” Gumam Nata bergoyang kepala dan menerima nasi miliknya dan meminum kopi pemberian Cakra.
Sejenak matanya meredup.” Bapak kopinya pahit loh.” Gumam Nata dengan mengernyitkan dahi menatap cakra.
Cakra malas menajwab, ia memilih meminum kopi menatap Nata yang bicara, tapi miliknya manis. Nata tersenyum lebar.,” apa karena manisnya di ambil bapak semua yah?” Tanya Nata tersenyum malu malu.
Cakra membuang muka malas mendengarnya. Nata terkikik pelan melihat cakra yang begitu jijik. “ bapak bapak umur bapak berapa sih?” Tanya Nata lagi.
Cakra melirik Nata lagi, menaiki alisnya. Tak menjawab tapi Nata tersenyum lebar.” 48 yah?” Tanya nata polos.
” Enak saja kamu.!!” Serunya tak suka.” saya masih 29tahun.,” Tegasnya dingin.
Nata mengangguk pelan.” oh... kita nggak seumuran yah.” gumam Nata memelas, Cakra menaiki alisnya mendengar apa lagi yang akan Nata katakan.
__ADS_1
” Yah nggak apa apa deh, yang penting bisa seumur hidup sama kamu.” Gumam Nata menunjukan bentuk love di kepalanya. Sambil terkekeh pelan., Cakra melihat itu mengulum bibirnya agar tidak tersenyum.
Ini sedikit lucu baginya.
Ingat yah sedikit!!!
Nata melihat pak Cakra hendaknya tersneyum tertawa keras” ih bapak senyum jangan dipaksa, cukup Nata aja yang memaksakan cinta Nata pada bapak.” Seru Nata tergelak.
“ Nggak jelas kamu.” Ketus Cakra melirik Nata malas, tapi bibirnya tak bisa berbohong. Nata kembali tertawa keras di sela sela dirinya yang tersedak.
Cakra yang melihat itu menggeleng.” ngeyel kamu. Ketawa lebih keras biar cepat meninggal.” Ketusnya. Sembari memberikan air putih.
Nata terbatuk merasa pedas dan pangar di hidung dan juga tenggorokan, segera menghabisi meminumnya. Melirik Cakra dengan nafas yang masih sulit Nata menggeleng.” Nata nggak boleh mati pak, tapi kalo sehidup semati sama bapak ayok.” Gumam Nata masih sempat gombal.
Cakra mendengar itu mendengus.” Edan kamu.” Gumamnya menjauh.
Nata terkekeh mendekatinya cakra.” Jangan jauh jauh dong sama Nata pak, soalnya jauh sama bapak tu kayak Nata kehilangan dunia Nata.’' Jelas nata. Cakra melotot menatap nata garang.
Nata malah menatap cakra dengan gemas. Menggeleng pelan Cakra menjulak bahu nata.” Jauh jauh.’ Tegansya dingin.
Dengan kekehan Nata segera meminum kopinya.” Btw ini nggak ada peletnya kan pak?” Tanya Nata.
Cakra mendengus mendengar ucapan nata. Anak kampret." Keluar kamu!!!!"
...----------------...
Mengingat wajahnya Cakra yang tertekan tadi. Nata terbahak bahak memegang perutnya yang sakit. seusai makan. Nata di usir oleh Cakra karena Cakra sudah tak tahan lagi dengan kelakukannya yang sangat berlebihan. Nata sampai sampai melihat wajah Cakra fristasi dibuatnya.
“ nata nata..!!!” teriak laki laki dari arah lain. Nata melirik siapa yang meneriaki namanya. Menyipitkan matanya mencari siapa pelaku sampai pada sosok kak Arma, kakak tingkat yang belum tamat sampai semester 12. Nata menaiki alisnya menatap kak Arma.” Sini dulu Nata.” Teriaknya.
“ siapa yang butuh dong ke sini.” Teriak Nata menolak.
Arma menatap nata kesal.” Eh anak kampret. Ini ada traktiran somai sama pak Abi, mau nggak lu?” tanyanya.
Nata mendengar itu berbinar buru buru mendekati mereka.” Dih tinggal gratisan aja mau. Sialan.” Gumamnya kesal melihat tingkah Nata.
__ADS_1
Nata mendekat dengan wajah polosnya.” Mana punya nata?” Tanya nata.
Di sana memang kumpulkan anak anak kakak tingkat yang belum tamat sedang makan somai. Nata hanya kenal beberapa saja.” Yah dah habis.” Gumam salah satu namanya kak Rasyied. Nata mendengus menatap kak arma. Kak arma cengengesan di sana.
“ nih buat kamu.”
Nata mengerjab menatap siapa yang bicara. Melotot sebab itu pak Abi. Pak abi Tersenyum lebar.” Haloo Nata,,, baru udah bimbingan yah??? bimbingan sama saya kapan?” tanyanya dengan polos. Nata mendelik menatap pak Abi.
Abi kan pembimbing pertama dirinya.
“ ih bapak baik banget sih.” gumam Nata dengan senang membuat abi menatap nata girang.” Tapi lebih baik bapak menjauh dari Nata syuh syuh.. soalnya Nata ufah ada target ini.” jelasnya sembari mengambil somai pemberian pak Abi dan memakannya.
“ he somai di ambil orangnya di tolak. Anak kurang ajar kamu.” Ketus kak Arma kepada mata yang songong..
Nata yang di dorong oleh Arma menaiki alisnya.” Kenapa? Cemburu yah? pal pale pal pale..” gumam Nata mengejeknya menggunakan lagu terkini.
“ anjir loe mirip bocil kematian Nat.” gumam Rasyid menggeleng pelan sembari tertawa.
Nata mendengar itu mendengar rasyid bicara.” Gue bukan bocil kematian tapi nocil pembawa berkah hua hua jhokhok.”
“ mampus loe.” Ketus Arma pada nata.
Pak abi buru buru memberikan air miliknya. Segera di serobot oleh Nata. Sudah dua kali ia terbatuk batuk karena tersedak.
Menggeleng pelan Nata kembali berdehem pelan mereda rasa nyeri di dada.” Wahhh kayaknya kita harus nikah deh Nat.” gumamnya pak abi polos.
Nata menatap Abi dengan alis terangkat.” Sih Kenapa?” Tanya Nata geli.
” Soalnya kita udah ciuman, saya harus tanggung jawab.” Gumam Abi dengan mimik wajah sedih.
Nata melotot menatapnya sama dengan yang lain shok” nggak usah fitnah yah pak.. mana ada saya ciuman sama bapak. Bibir saya masih suci belum ternodai” Ketusnya tidak terima.
” Tapi itu buktinya kita satu botol dimenit barusan dan itu bekas minum saya dan artinya kita ciuman secara nggak langsung.” Gumam Abi dengan tegas. Nata memandang Abi lempeng sama dengan yang lain.
” Jadi kita harus merried. Btw kita mau pakek adat apa yah?” Tanya abi terkekeh.
__ADS_1
” Najis alay.” Gumam Nata ketus.
Arma dan yang lain terbahak mendengarnya. Nata tripel kill, sangat berani dengan dosen. Pak Abi sampai melotot mendengar penolakan Nat. Padahal dirinya ganteng loh..!!! " Ngomong nya kok gitu? tak cium nanti loh!!!"