
Nata agi pagi sudah berkutat dengan memasak makanan. Nanda sama sekali tidak bisa di andalkan dalam hal memasak, untungnya Nata bisa masak, dengan penuh ketelatenan nanda memasak kacang goreng dengan kentang tahu dan anak ikan teri asin ia buat menjadi orek nya, itu ia masukkan ke dalam toples besar , itu totalnya ada dua toples besar, karena itu stoples untuk beberapa hari kedepan.
Nata tidak akan sempat untuk selalu masak di rumah.
Lalu mengungkep ayam, menaruh ungep ayam di dalam toples cukup besar agar langsung di goreng saja saat ingin dimakan, membuat nugert ayam, nuger ikan tuna.
Semua masakan ia buat menjadi instan. Jika nanti lapar ia tinggal makan.” Wah bauknya wangi banget.” Gumam Nanda duduk di kursi meja makan di dekat Nata yang menyalin semua makanan di dalam wadah yang di siapkan.
“ mumping Nata ada waktu bang, nanti siang Nata kuliah bentar. Jadi kalo abang laper abang tinggal goreng aja lagi.” jelas Nata pada Nanda.
Nanda mengambil satu ayam goreng sudah jadi dan mengunyahnya tenang, sangat empuk dengan bumbu marinasi yang menyerap. Ini lezat bagi nanda, bahkan lebih sedap dari masakan gelis.” Gue jadi inget dulu pas gue kuliah suka banget ngejek masakan loe nggak enak, eh pas KKN nemu temen KKN yang nggak bisa masak, masak anak ikan asin aja nggak di cuci, muntah kami satu tim.” Gumamnya ngeri.,
Nata terkekeh mendengarnya.” Ada sih loe cerita dulu.” Gumam Nata mengusap meja makan hingga bersih, dan menaruh makan siang untuk Nanda dan dirinya.” Nih, kalo mau makan praktis loe bisa makan ini, kalo loe mau makan yang cukup mengenyangkan dan pakek ayam loe tinggak goreng, nugertnya juga.” Jelas nata menjelaskan pada nanda.” Tapi harus ditutup rapet dan bagus lagi, takutnya nanti uletan.” Jelas Nata tegas.
Nanda Mengangguk pelan.” gue siap siap dulu ke kampus yah. “ jelas Nata.
Nanda berdehem pelan mengangguk menatap Nata menjauh, ia mulai makan siang dengan nyaman di sana menatap kotak bekal di ujung tempat meja makan, tumben sekali anak itu ingin membawa bekal, biasanya juga tidak pernah bawa bekal batinnya.
Pergi ke kampus membawa mobil, Nata hari ini memilih membawa mobil sebab cuaca siang sangat panas, turun dari mobil menuju ruangan pak Cakra. Waktu makan siang pak Cakra, pelan merapikan tatanan rambutnya yang cantik. Membawa berkas skripsinya tersenyum lebar. ia harus mendapatkan hati Cakra agar bisa bertemu istrinya. Nata yakin jika ayahnya ada di perempuan itu!
” Loh Nata mau kemana?” Tanya Sinta heran pada Nata yang mau masuk ruangan pak Cakra.
Nata menunjukan berkas ditangannya.” Bimbingan.” Jelas Nata polos.
Sinta mengangguk ragu tapi segera pergi.” Duluan yah.”
Nata mengangguk mengetuk pintu milik pak cakra. " oke!"
“ masuk.” Nata Tersenyum lebar segera masuk, saat masuk ia mendapatkan Cakra yang maish duduk menatap komputernya merinding.
” Siang bapak.. bapak udah makan siang?” Tanya Nata polos.
__ADS_1
Cakra mendengar suara Nata seperti mendapatkan alarm horror. Nata segera duduk di kursi depan pak Cakra dan menaruh bekal yang ia bawa di atas meja.” Ini pak masakan dari Nata buat bapak makan siang, hati hati pak ada pellet cintanya.” Jelas nata mengedipkan mata menggoda.
Cakra menatap nata malas.” Buang saja, saya ngak suka makanan wanita penggoda.” Gumamnya malas.
“ saya bukan wanita penggoda bapak.” Gumam Nata polos.
Cakra menaiki alis menatap nata bertanya.” Saya itu wanitanya bapak. Kiw kiw.” Jelas Nata terkekeh.
Pak Cakra memutar bola mata jengah melihat Nata yang gemar sekali menggoda dirinya diu sela begini. Enggan membalas jawaban Nata ia menatap monitor komputernya tenang.
“ bapak bapak.” Panggil Nata menepuk pelan tangan pak Cakra di atas meja.
Pak cakra menaiki alisnya heran menatap Nata, Nata tersneyum cerah.” Bapak tau ngak sih yang penyakit kalo telat makan sakit perut, pusing mual?” Tanya Nata dengan bingung.
“ Magh?” Tanya Cakra bingung.
Nata tersenyum lebar dan menyuel tangan Cakra genit.” Apa papa?” Tanya Nata girang,.
” Magh bukan mama.” Gumam nya Cakra menolak kesal.
“ iya papa nggak apa apa kok, sini ayo makan nanti magh sini di suapin sama mama, “ jelas Nata mendekati Cakra dan membuka kotak bekalnya pelan.” atau mau di suapin sama mama Pakek mulut mama aja?” Tanya Nata dengan gembira memonyongkan bibirnya.
“ BERHENTI BERSIKAP KURANG AJAR,.” Teriak Cakra membentak Nata dan mengeprak meja keras.
Nata kaget menatap Cakra menciut. Wajah Cakra sekarang sangat merah menandakan dia sangat sangat marah.” Say.”
“ saya tekankan sekali lagi Nata. Jangan macam macam yah kamu sama saya, saya bisa laporin kamu ke rector dan bilang kalo kamu kurang ajar. Kamu bisa saya DO. ''Jelas cakra mengancam,
Nata menjadi takut dnegan ancaman cakra, tapi jika dirinya takut dirinya tidak akan bisa balas dendam. “ Bapak nggak boleh gitu.” Gumam Nata memberikan wajah menyedihkan.
Cakra menghela nafas pelan muak melihat drama milik Nata. Nata menunduk ragu.” Bapak memang salah yah kalo saya sukanya sama bapak?” Tanya Nata polos.
__ADS_1
“ salah, saya udah punya istri Nata. Kamu mau jadi pelakor?” Tanya Cakra ketus dan menohok hati nata.
” Ngak apa apa kok pak jadi pelakor, jadi kedua juga ngak apa apa. Soalnya Nata tuh udah cinta mati sama bapak, Nata nggak bisa hidup tampa bapak.” Jelas Nata memelas pada cakra.
“ berhenti membual.” Tegas Cakra mual.,
Nata mengeleng.” Bapak nggak percaya?? Bapak ada pisau? Mana pisau?” Tanya Nata serius,.
” Bapak bela dada nata ini... bapak akan menemukan nama bapak di hati Nata.” Seru Nata dengan pelan menepuk dadanya dramatis.
Cakra membuang muka, sial ia ingin tertawa mendengar semua bualan nata. Nata pun sama hendak tertawa. Ini terlalu lebai tapi dirinya harus bagaimana?
“ jadi mau kamu gimana? Mau di DO?” Tanya Cakra mulai mencoba tidak emosi.
“ jangan dong bapak, kalo saya di DO saya nggak ketemu bapak. Saya suka dan cinta banget sama bapak. Bapak ayolah kita nikah.” Gumam Nata dengan merengek-rengek.
Cakra menghela pelan menatap nata.” Nata keluar.” Tegasnya. Nata hendak bicara lagi.” KELUAR.” Tegas Cakra sekali lagi,
Nata mencebikkan bibirnya segera berdiri mengusap air mata yang jatuh. Cakra melihat itu terunyah. Apa dia benar benar menangis??
Nata segera keluar tampa bicara, meninggalkan Cakra yang tertegun, dirinya salah kah? Terlalu salah atau bagaimana?? Biasanya Nata kebal saat dimarah tapi ini??
mengapa Cakra merasa bersalah usai kasar padanya?
Ia menatap sarapan yang Nata bawah sudah terbuka, sejenak tercium aroma ayam goreng, menggeleng pelan, “ jangan jangan beneran ada pelet.” Gumamnya pelan,
Dan mendekati kotak bekal itu, melirik serundeng dari ikan gorengnya, ia mencoba mengambil sendok di sana dan mulai mencicipinya. Sambal matah kesukaannya, ia melebarkan mata.
Rupanya mata sangat pandai masak sambal matah..!!! dengan pelan menggeserkan pekerjaannya ia mencoba makan dengan tenang. sedikit terganggu dengan wajah Nata tadi yang menyedihkan.
Apa benar dia Nata bersungguh-sungguh mencintai dirinya???
__ADS_1
wanita singing!