
Nata pulang dengan keadaan lelah, memasuki rumahnya dan menuju kearah dapur, lalu membuka tempat makanan.
Kosong. Tidak baisanya kosong biasanya Gelis sudah memasak untuknya dan nanda. Ia menatap jam menunjukan pukul 7 dan ibunya tidak masak lagi. nata menghela nafas pelan nata segera ke kamar ibunya. Mengetuk pelan pintu kamar ibunya.
” Ma..” pangil Nata." Mama udah makan??? Mau Nata masakin atau beli aja??" Tanya Nata keras kepada sang ibu, melihat tak ada makanan Nata yakin jika ibunya belum makan seharian ini.
Tapi tak ada sahutan. Nata segera membuka pintu Gelis, sontak saat itu juga Nata melebarkan mata menatap keberadaan gelis dengan tangan yang sudah berlumburan darah di lantai.
” MAMA..” Teriak Nata menggelegar mendekati gelis nanar.
Memegang hidung ibunya menatap tangan kiri Gelis yang memegang pisau. Gelis maisho sadar dnegan tatapan kosong menatap nata. “ nata.. papa mana?” tanyanya.
Nata menatap ibunya dnegan perasaan sakit. “ mama gila.” Teriak Nata murkah. Nata menghela nafas segera belari keluar rumah meninggalkan Gelis.” Tolong.. mama nata tolong.” Teroak Nata nanar.
Beberapa tetangga yang sekitar segera datang membantu Nata. Nata segera mengeluarkan mobil di rumah dan membawa ibunya ke rumah sakit dibantu oleh tetangganya. Nata menangis dalam melihat jalanan. Ibunya di belakang dengan salah satu tetangga bernama bu Intan, “ sabar nak. Sabar ayp fokus.” Jelas bu Intan, suaminya Andi mengangguk tapi nata keburu panic.
Sampai didepan rumah sakit Naya bahkan menabrak pembatas jalan. Nata tak peduli. Scurity segera mendekati Nata. Nata menatap andi dan bu intan membawa ibunya keluar di sambut oleh perawat membawakan brangkar mendekatinya. Nata menatap ibunya menjauh dengan sedih.
Nata memegang dadanya sakit.” mama..” bisiknya menangis lirih.
Nata memukul dadanya sedih. Nata harus apa dengan keadaan begini?? Nata tak pernah berfikir jika ibunya akan bunuh diri karena ayahnya selingkuh dan tidak pulang begini.
“ Nata..” teriak Nanda yang datang mendekati adiknya. Nata menatap Nanda kembali menangis.” Abang mama abang..” Gumam Nata menangis keras di hadapannya kakaknya.
__ADS_1
Nanda mengusap pelan kepala adiknya.” Dimana mama? Mama dimana Nata, kenapa mama?” Tanya nanda dengan keras kepada sang adik. Ia mendapat kabar dari tetangganya jika ibunya dilarikan kerumah sakit tepat saat ia baru pulang.
Nata menggeleng pelan dipelukan Nanda.” Mama bunuh diri abang.” Bisik Nata bergetar.
Nanda mendengarnya menarik wajah Nata yang penuh tangisan.” Kamu yakin mama bunuh diri?” Tanya Nanda kepada nata bergetar shok
nata mengangguk, bibirnya masih bergetar dengan hidung kembang kempis.” Nata lihat mama pegang cutter ditangan kirinya dan tangannya udah luka, kayaknya pas Nata datang mama baru udah bunuh diri. Soalnya mama sempat bilang’ Nata mana papa?’ gitu abang.” Bnisik Nata kembali menangis.
Nanda mendengarnya itu terdiam shok.” Keluarga pasien.” Poanggil dokter.
Nata dan Nanda segera mendekati suster yang keluar dari riuang UGD.” Keluarga atas nama bu Gelis?” tanyanya pada Anda dan Nata.
Nanda mengangguk tegas” bagaimana keadaan ibu kami dokter” tanyanya kepada suster khawatir.
Uster mengangguk pelan.” ibu anda mengalami kekurangan darah cukup banyak. Dengan golongan darah A plus. Dan saat pengecekan di stok darah kita, kita belum amil di PMR rumah sakit, kami bisa minta tolong untuk ambilkan di rumah sakit XX., kami sudah menghubunginya dan katanya stok tersedia. Tolong ambil.” Jelasnya memberilkan kertas.
Nata mengangguk pelan menatap dokter lagi.” dok darah kami bisa jadi buat mama.” Jelas nata. Tak mau ditinggalkan.
“ maaf mbak, tapi prusedurnya cukup rumit sedangkan kami butuh secepatnya.” Jelas suster penuh penegasan.
Nata menatap Nanda yang hendak pergi. Nata menganguk pelan memberi kunci mobilnya untuk nanda pergi.
Nata duduk didepan UGd,. Berdoa agar ibunya baik baik saja. Tapi nata tak bisa bodong. Dada nata benar benar sakit, seperti terhimpit sesuatu yang menyakitkan. Nata tak bisa berfikir apapun sekarang, yang ada sekarang hanya ibu nya ibunya. Tatapan Nata benar benar kosong sampai sampai tak bergerak sedikitpun dari posisinya.
__ADS_1
Nanda membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, saat datang ternyata sudah di siapkan ngan tempat nya sendiri. Lalu ia segera kembali lagi. satu jam Nanda kembali dan mulai duduk disebelah nata.
Nata sudah tak lagi menangis seperti tadi tapi tatapannya kosong. Nanda sangat cemas sekarang,
Dua jam akhirnya mamanya sudah selesai di tangani. Nanda sibuk mengurus berkas berkas ibunya, dimulai dari administrasi, tes labor, tes jantung dan sebagainya. Sampai jam 11 malam baru selesai. Nata hanya menatap dari luar saja, sebab tak bisa ke dalam.
Nanda keluar menatap Nata yang berdiri di sana sendiri menatapnya dengan mata bengkak.” Mama gimana bang?” Tanya nata.
Nata takut kehilangan mamanya. Nanda mengusap air matanya sendiri di hadapan sang adik,. Lalu memeluk Nata kuat.
Nata kembali menangis sesak dibuat nanda.” Mama dek.” Isiknya lirih.
” Iya mama kenapa? Mama nggak pergi kana bang??? Nata nggak mau kehilangan mama.” Seru Nata dengan tangisan bergemeru.” Mama udah selesai ditangani.” Jelas Nanda maish memeluk Nata erat.
Tangisan keduanya saling menguatkan satu sama lain beberapa saat hingga Nanda melepaskan pelukannya pada Nata. Memilih duduk didepan UGD. Nanda mengusap air matanya dan ingusnya pelan menggunakan ujung bajunya.
Nata hanya diam melihat hal itu.” Mama di diagnose mengalami depresi ringan.” Jelas nanda dengan berat hati.” Menuju berat karena sudah melukai dirinya sendiri.” Jelas Nanda lagi berat hati. Ia tak bisa menyembunyikan hal ini kepada adiknya.
Nata menghela berat nafasnya mendengar itu, “ tangannya urat nadinya hampir putus tapi untungnya kamu segera sampai ke rumah dan segera dibawa ke rumah sakit dan ditangani. Kalo lewat satu menit aja kita kehilangan mama Nat.” jelas Nanda lirih,.
Nata memejamkan matanya.” mama kenapa sampek begininya sih.. ini yang Nata takutkan bang mama tau kalo papa selingkuhan. Nata takut mama kayak gini soalnya Nata tau gimana cintanya mama sama papa. Nata tau mama nggak bisa kehilangan papa.,” serru Nata sedih dan sesak.
Nanda mendengar itu menatap nata nanar.” kamu nggak bilang abang, kamu tau dimana papa sekarang?” Tanya Nanda lagi.
__ADS_1
Nata menggeleng.” nata nggak tau papa dimana, tapi Nata akan cari tau dia dimana. “ tegas nata.
” Mau kamu apakan? Nata jangan gegabah. Mama pasti benci kamu kalo ketahuan ngapa ngapain papa.” Jelasnya lirih. Nata melirik abangnya dengan lirikan kesal tapi ia memilih diam saja. Lihat saja, ia akan memberikan pelajaran kepada ayahnya!!!