
Sampai pagi, matahari mulai bersinar, suara burung sudah berkicau, anak anak kampus mulai berdatangan.
keadaan perpustakaan sebenarnya sudah cerah karena cahaya dari jendela kaca. tapi karena Cakra dan Nata kelelahan semalam mereka sama sama tidak sadar dan terbangun.
Hingga ruangan perpustakaan terbuka oleh penjaga perpustakaan, penjaga perpustakaan dikagetkan dengan keberadaan Nata dan pak Cakra yang berada di dekat pintu, bersandar di dinding dengan posisi Nata tidur di paha pak Cakra dengan baju yang cukup terbuka lalu pak cakra yang hanya menggunakan kemeja putih dengan dua kancing atas terbuka.
sedikit memiliki prasangka yang berkecamuk di kepalanya, ia melirik sekeliling tersadar baju nata dan pak Cakra yang tergeletak di sana. sial mereka tidak mesum disini kan?
” bapak??” Tanya penjaga perpus.
Cakra meringis merasa pening, mendengar suara ricuh pulah di sana, mengerjab pelan cakra membuka matanya, memandang semua orang terganggu. Menarik kakinya yang mati rasa.
Nata yang kepalanya terguncang meringis ikut terbangun.” Apa yang bapak lakukanlah bersama dia?” Tanya penjaga perpus shok memandang Nata dan Cakra kembali. Perpus segera di tutup oleh penjaga perpus agar tidak ada yang lihat, ini bisa merusak nama kampus mereka jika beritanya tersebar. apalagi Cakra ini Dekan!!
Dan sekarang disini diisi oleh penjaga perpus, nata dan cakra.
Caklra menatap penjaga perpus, pak Marwan, dia honorer disini. Cakra berdehem.” Kami terkunci semalam dan tidak bisa pulang, kamu tau??? Karena kamu kami hampir mati kepanasan di sini.” Tegas cakra dingin.
Pak Marwan menatap Cakra kaget, melirik Nata yang menguap pelan mengusap kepaanya sakit. L menlirik pak Marwan.” Pak, di perpustakaan ada hantunya.” Gumam Nata pelan melirik keseluruhan ruangan.
Melirik Cakra yang paham maksud Nata. Nata tertegun, tidak ada satupun buku yang terjatuh padahal mereka mendengar suara buku buku itu jatuh.
Cakra dan Nata bergegas berdiri dan merapikan diri.” Kali ini aku maafkan kamu, besok besok jika menutup perpus keliling dulu, lihat ada orang atau tidak.” Tegas cakra.
Pak Marwan mengangguk pelan.” maaf pak saya benar benar tidak tau. Maaf.” Gumamnya gugup. Cakra berdehem segera keluar diikuti oleh Nata dari belakang.
Cakra berhenti menatap Nata tajam.” kenakan hodiemu.” Jelas Cakra tegas.,
__ADS_1
Nata mengangguk memberikan tasnya pada Cakra, Cakra mengernyitkan dahi.” Pegang pak, saya pakek hodie bentar.” Gumam Nata kesal.
Pak Marwan semakin curiga melihat keduanya. Apalagi pak cakra yang malah menurut saja. Nata segera mengambil barangnya lagi.” Lain kali jangan menyusahkan saya.” Jelas Cakra berjalan seikit sulit akibat Nata yang tidur di kakinya.
Natta menggeleng pelan dan berteriak.” Terimakasih bapak atas malam panasnya. “ gumam Nata mengecup telapak tangan dan meniupnya jauh.
Cakra melotot Memandang Nata dan Nata membuang muka mengambil jalan lain. Cakra melirik pak Marwan yang masih menatap dirinya dan Nata.” Apa kamu lihat lihat? Jangan dengarkan apa kata dia, dia memang gila.” Gumamnya ketus.
Marwan bergumam menganguk takut, menatap jalan Cakra yang berbeda, Marwan mendengus.” Aku pikir pak dekan nggak dogan cewek, eh sampek jalan ngangkang gitu. Berapa ronde yah semalem.” Gumamnya menggeleng pelan. lihat jalan Cakra yang begitu mana tidak curiga orang.
“ tapi tunggu.” Gumamnya, melirik kearah Nata yang berjalan melompat lompat senang keluar dari perkarangan perpustakaan.” Tunggu? Bukannya harusnya jalan begitu tu cewek? Tapi kenapa dia yang semangat banget?” gumamnya pelan.
menggeleng pelab mengusap keningnya terasa pening. Bukan hal yang harus dipikirkan mengapa harus dia pikirkan???
Membuang waktu dan menambah dosa saja kan? tapi rasanya ia kepo dan harus menyebarkan gossip itu.
Saat memasuki rumahnya ia sudah mendapatkan Nanda di depan rumah menatapnya tajam. Nata melihat itu meneguk saliva keringnya.” Dari mana aja? Kenapa ngak bisa dihubungin semalem? Kenapa ngak pulang?” Tanya nanda mengintrogasi Nata tegas.,
Nata di sana diam menatap Nanda gugup. Brak. Nata meloncat kaget saat nanda memukul meja kuat, Nanda menatap nata dingin.” Kamu taukan kondisi keluarga kita sekarang gimana Nata? Kamu sekarang jadi tangung jawab kakak bukan lagi papa. Papa udah nggak ada, kalo kamu kenapa napa kakak yang salah,” teriak Nanda murkah.
Nata diam menatap kakaknya bergetar. Nanda mengusap wajahnya dengan pelan.” dari mana kamu Nata?” Tanya nanda lebih rendah.
Nata memainkan tangannya memelas.” Kemarin Nata sibuk bikin skripsi di perpus, karena kecapekan Nata ketiduran bang, terus Nata terkunci sama orang perpus.” Gumam Nata lirih pada Nanda.,
“ terus apa gunanya HP?” Tanya Nanda dingin.
Nata menggeleng mengambil Hpnya di dalam tas.” HP Nata mati.” Gumam Nata hampir meledakkan tangisnya di hadapan Nanda yang membentaknya.” Nata terkunci semalaman bang hiks hiks.” Nata menangis usai menjelaskan hal itu,
__ADS_1
Nanda melihat adiknya mnenangis menjadi tidak tega. Segera mendekati nata dan memeluknya.” Hua abang.” Gumam Nata menangis di pelukan nanda, memukul dada Nanda kuat.” Abang marah marah semalem Nata kelaperan gelap mana ada hantunya hua abang..” gumam Nata lagi menangis lebih keras.
“ diam nata diam.” Tegas Nanda serak.
Nata diam tapi ingusnya naik turun.” Abang capek, ngurusin mama., mama masuk ke rumah sakit lagi semalem karena coba bunuh diri lagi.” jelas Nanda. Tangis Nata jadi terhenti.
Nanda mengusap kepalanya nanar.” abang harus cari kamu juga. Abang capek nad, capek. “ gumam Nanda lagi lirih.
Nata mengusap air matanya dan berdehem sejenak.” Terus sekarang mama gimana bang?” Tanya nata lirih.
Nanda menggeleng pelan.” abang nggak tau, mama masih di kamarnya sekarang, tangan kakinya diikat semua sampek sekarang.” jelasnya tegas.
Nata mendengar itu nyaris terjatuh tapi Nanda cepat menahan diri Nata.” Maaf bang.” Gumam Nata lemas.
Nanda mengangguk.” Sekarang masuk, lain kali hp aktif terus yah nad biar abang bisa tau kamu dimana. Tolong kerjasama nya yah.” gumam nanda memohon.
Nata menjadi merasa bersalah.” Maafin abang yang bentak nata. Abang juga pusing,, capek, marah semua jadi satu, abang nggak bisa control diri lagi di keadaan keluarga kita kayak gini. Maaf yah adek abang.” Jelas Nanda mulai lemas.
Nata mengangguk pelan.” gimana adek ada kenapa kenapa semalam??? Tanya Nanda.
Nata menggeleng pelan.” nata mau lihat mama abang.” Gumam nata.
Nanda mengangguk pelan. Nata segera masuk dan berdehem menuju kamar ibunya, di sana sudah ada dua perawat yang sedang memeriksa infus mamanya.
Nata mendekati ibunya, di sana ia bisa lihat tangan ibunya penuh luka sayatan, melihat itu Nata menatap ibunya sedih,. “ mama kenapa neggak sadar?” Tanya Nata melirik Nanda.
Nanda menggeleng.” mama masih dalam keadaan obat tidur.” Jelasnya kembali mendekati Nata dan memeluknya sedih.
__ADS_1