
Menatap Cakra yang mengajar, Nata menaruh kepalanya di atas meja, tersenyum lebar menatap cakra yang mengajar cekatan.
Jujur saja Cakra memang tampan, dari sudut manapun dia tampan, rambut kilimas, tubuh kekar. Wangi dan akh sudah jangan bahas semuanya nanti orang orang akan jatuh cinta kepada dia. Sayangnya dia suaminya pelakor.
Cakra yang merasa Nata menatapnya sangat dalam risih, segera menatap Nata tajam., Dinda menyenggiol lengan Nata membuat Nata menatap dinda. Dinda melotot memberi kode untuk Nata melihat Cakra. Nata menaiki alis tak mengerti.” Naon anying?” Tanya Nata.
Plak. Arghs Nata meringis memegang kepalanya yang terasa perih dan sakit karena terkena penghapus papan penulis. ia melirik kemana ada Cakra. Cakra menatapnya tajam.” kamu pehatikan nggak saya ngajar tadi?” Tanya cakra dingin.
Nata tersenyum lebar.” Jangankan bapak ngajar, bapak mangap aja saya lihatin kok. mau saya contohin pak?” Tanya nata dengan pelan.
tawa orang kelasnya meledak mendengar jawavan Nata. Cakra menghela nafas pelan.” nata saya sreius. Coba kamu jelaskan ke depan.” Jelas Cakra tegas.
Nata mengerjab pelan.” bapak serius jelaisnnya kedepan?” Tanya Nata polos. Cakra mengangguk membuat Nata meringis.
Nata segera berdiri dan berjalan kedepan didepan papan tulis. Semua teman nata menahan atw amelihat nata.” Jelaskan bagaimana?” Tanya Cakra dingin.
" baik pak! gini guys nguapnya!"" Nata mengangguk segera menguap dengan kalem. Semua orang terbahak bahak melihatnya.
” Mengapa ajdi mangap begitu kamu? Saya suruh jelasin.” Tegas Cakra dingin.
Nata melebarkan mata.” Loh saya udah jelaisn yah pak. “ jelas nata tegas.
” jelasin apa kamu?” Tanya Cakra hampir terbakar amarah.
” Lah bapak mangap. Kan tadi saya bilang saya bisa jelasin bapak nguap. Salah lagi?” Tanya Nata polos. Tatapan Cakra sangat datar tapi tawa dikelas Nata sangat heboh. Nata mendengus.” Atau mau saya jelasin lagi?” Tanya Nata lebih polos.
“ cukup Nata.” Teriak cakra.
” Dan kalian berhenti tertawa.” Tegas Cakra suram. Nafasnya naik turun memandang semua orang Sudah diam dengan menahan tawa yang meledak.
Cakra menatap Nata dingin. Nata tersenyum tipis mengedipkan satu mata, semua orang kelas memejamkan mata tak berani menatap kedepan lagi. Nata benar benar anak kurang ajar yang mereka kenal.!!!
__ADS_1
Cakra memejamkan mata sejenak meredakan emosinya.” Pertama-tama saya enggak nguap sedari tadi.” Gumam cakra.
” Ada pak..1! di jam 9 menit ke 37 detik ke 23 bapak menguap tapi bapak tahan dengan tangan gini.’ Gumam Nata menggunakan tangannya dan menutup mulutnya kalem.
Menguap pormal ala ala colll. Semua orang disana kembali terkikik.” Kamu ngwasin saya?” tanya Cakra kesal.
.” Kan saya udah bilang saya perhatikan semua dari bapak.” Gumam Nata Tersenyum tipis.
“ keluar kamu Nata.” Tegas Cakra menunjukkan pintunya.
Nata menatap Cakra memelas.” Bapak saya salah lagi yah? saya perhatikan semuanya loh bapak kok saya di usir.” Jelas Nata memelas sedih.
” Kalo gitu kamu jelaskan semua yang ada di sana.” tegas Cakra menunjukan apan tulis. Nata berdehem. "oh bapak maksud tadi jelaisn ini?” Tanya Nata polos menunjukan papan tulis
“ iya..! otak kamu edan..” tegas Cakra geregtan. Mendengar hal itu seluruh orang tertawa keras. Nata memang suka menguji kesabaran Cakra yang setipis tysu. Dan Nata cengengesan segera melakukan apa yang Cakra suruh.
Memang senang melihat Cakra sangat geram kepada dirinya.
Nata melihat Cakra keluar segera menyusul bapak Cakra. Cakra menatap nata yng mendekatinya buru buru hendak pergi, brak.
Kya. Semua orang kaget melihat Cakra yang terjatuh akibat terinjak tali sepatunya sendiri. Nata melihat itu kaget segera mendekati cakra hendak membantu nya bangun.” Yaampun calon suami kenapa jatoh?” Tanya Nata hampir meledakkan tawanya.
“ diam diam kamu, jauh jauh.” Teriak Cakra meringis.
Nata menatap Cakra polos sebab diusir. Cakra meringis kesakitan memegang lengannya, menatap nata tajam.” gara gara kamu saya terjatuh.” Teriak cakra geram.
” loh kok salah saya sih pak?” Tanya nata pelan.
” Kamu lari ke saya ngapain? Mau ganggu saya?” Tanya Cakra kesal.
” saya mau ambil buku saya di meja bapak.” Gumam Nata polis. Cakra melirik buku Nata memang di atas meja usai mengumpulkan kuis. Semua anak lain tertawa melihat Cakra yang merah padam akibat nata.
__ADS_1
Nata tersenyum tipis melihat kaki Cakra, ia segera berjongkok. Cakra buru buru menjauh tapi Nata malah mengikat tali sepatunya.” Lain kali hati hati dong pak. Kalo jatuhkan sakit, kalo mau jatuh jatuhnya kepelukan Nata biar empuk.” Gumam nata polos.
” Edan.” Ketus Cakra kesal segera menjauh. Nata melihat itu tertawa keras. Diikuti anak kelas lainnya.
“ Nata nata anjing.” Gumam Kiki terbahak bahak.
Nata itu yertawa mendengar tawa orang kelansys.” Hobyy banget loe cari kerjaan sama pak dekan? Udah tau killer suka marah marah, bisa bisanya dia takut sama loe. Bilang sama gue. loe apaion dia.” Tegas Dinda terkekeh.
Nata menggeleng pelan.” nggak tau sih bapak. Tiba tiba lihat gue kayak lihat hantu.” Gumam Nata mendengus.” Muka loe emang nyeremin sih btw.” Gumam Kiki tertawa.
Nata mendengus.” Siak loe.” Gumamnya kesal.
” nata nata.” Gumam orang kelasnya. Nata menggeleng segera ke bangkunya lagi.
Cakra meringis kesakitan mengusap lututnya yang memar, sikunya yang juga memar akibat terjatuh.” Gara gara anak eedan ini, sakit banget lagi.” Gumam Cakra kesal. Andai saja Nata tidak lari lari dirinya tidak mungkin jatuh begini. Nata membawa bencana sekali di hidupnya.
Mengusap pelan lengannya. Sampai pintu diketuk. “ masuk.” Gumam Cakra, dan yang masuk adalah Nata.
Cakra mengerang kesal melihat keberadaan Nata. Nata masuk dengan senyum tipisnya.” Hehe bapak nata bawain obat kompres buat luka bapak.” Gumam Nata memberikan baskom berisikan es batu yang sudah ada kain lapnya.
“ dan Nata juga bawa bekal buat napak. Dimakan yah, atau mau Nata suapin?.” gumam nata menunjukan kotak bekalnya pada Cakra.
Cakra melihat ityu menyipitkan matanya.” kamu ngerti bahasanya manusia nggak sih Nat, saya bilang jangan ganggu saya.,” tegas Cakra dingin.
Nmata menggeleng” saya nggak mau ganggu bapak, saya Cuma mau nunjukin rasa cinta saya sama bapak.” Gumam Nata menaruh baskom es batu dan nasi di atas meja.
Cakra menatap Nata dalam. Nata tersenyum tipis.” Kalo bapak ngerasa terganggu Nata pergi kok. jangan lupa yah lukanya dibersihin biar nggak makin bengkak, terus bekalnya juga dimakan. Kalo enggak nanti bapak sakit.” gumam Nata lagi penuh perhatian.
” Nggak apa apa kok kalo bapak nggak suka Nata tapi bapak harus inget Nata sayang dan cinta sama bapak. Nata dan bapak selamanya.” Gumam Nata menunjukan love di kepala alay.
Cakra melihat itu memerah menahan tawa. Nata sialan!!!!! mengapa anak ini alay sekali
__ADS_1