Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
Pindah


__ADS_3

“ kakak nggak setuju.” Seru Nanda menggeleng tegas mendengar rencana Nata. Menatap cakra dingin.” Siapa jamin dia nggak ngapa ngapain kamu? Nata kalo perjanjian selesai kamu dapat predikat janda. Dan kita tinggal di Negara yang mana predikat janda itu jelek.” Tegas Nanda dingin. Bukan main main apa yang nata Katakan kepadanya.


ini bukan persoalan dendam saja. tapi ini juga Nanda anggap akan sangat merugikan Nata kedepannya, Nata anak perempuan, tentu status janda akan melekat pada dia.


l


Nata menatap kakaknya dengan pandangan lemah.” Kakak ini hanya pura pura,.” Tegas Nata.


Nanda menatap Nata tidak terima.” Gimana pandangan orang lain? kamu yang bakal dipandang jadi pelakor, dia udah punya istri gitu..” Seru Nanda dingin.


Nata menggeleng.” kak dengerin Nata dulu.” Gumam Nata lemah.


Nanda segera berdiri dari duduknya.” Kakak enggak terima nata.” Tegasnya dingin.


” Tapi Nata udah bulat sama keputusan ini. Nata udah pikirin secara matang matang tentang apa yang Nata lakukan.” Tegas Nata segera berdiri dan menjauh dari sana. Nanda menatap Nata yang keras kepala suram.


Cakra di sana yang sejak tadi diam saja mulai melirik nanda.” Kami hanya bersandiwara tidak lebih .” Tegas Cakra mencoba memberikan pemahaman.


Nanda membuang muka segera pergi. Cakra yang ditinggal sendiri di rumah ini diam sedikit bingung. Dirinya harus kemana jika sudah begini??


Nata menuju kamar milik Gelis, menatap Gelis yang sedang menangis memeluk poto pernikahannya dengan Denis.” Mama..” bisik nata pelan.


” nata Cuma mau mama baik baik aja dan papa pulang. apa Cuma dengan papa pulang mama jadi lebih baik?? Nata pasti bakal lakuin kok. Mama tenang yah.” bisik nata lemah.


Nanda melihat Nata yang menatap ibunya dari luar saja sakit. keluarga ini sudah terlalu hancur, Nanda sangat kasihan kepada Nata,


Karena kesepakatan Nata.


...----------------...


Nata malam ini akan pindah ke rumah Cakra. Nanda melihat Nata yang begitu teguh pada pendiriannya hanya bisa diam dengan pandangan kosong. Nata melihat Cakra yang begini sedikit sedih.” Kakak nata janji kok Nata akan baik baik aja.” Jelas Nata lemah.

__ADS_1


Nanda melirik adiknya kalut.” Kakak percaya sama nata.” Bisik nanda lemah.


Nata tersenyum memeluk kakakmnya erat.” Jangan sampek ada yang tau kamu sama dia itu nikah pura pura atau untuk orang lain jangan sampai ada yang tau kalian ada hubungan. Demi tuhan kakak nggak mau kamu jadi janda .” bisik nanda.


Nata menganguk dengan serius. Nanda mengecupnya pelan kening nata.” abang harap ada kabar baik.” bisiknya.


” Iya pasti.” Jawab Nata lirih.


" kalo ada apa-apa bilang sama abang, kalo dia nyakitin kamu bilang sama Abang biar Abang potong burungnya!"


Cakra sontak memegang miliknya takut. Nata mengulum senyum ngakak di buatnya. " aman kak. nanti kita amputasi sama-sama!" jawab Nata dengan kekehan.


Nanda mengangguk" kita bikin bakso!" tegas Nanda ingin tertawa juga melihat Cakra yang pias dan pucat.


“ ayo.” Bisik cakra. Cakra memotong percakapan yang mengerikan ini, " udah mau malem Nat!" lanjut Cakra gugup.


Nata mengangguk pelan. Nanda menatap cakra dingin.” Kalo ada apa apa sama dek gue. habis loe ditangan gue. Awas loe yah sembarangan pegang-pegang adik gue!! ” gumamnya dingin. tatapan Nanda seperti pisau yang siap menerkam Cakra kapan saja dibuatnya.


Cakra yang di ancam berdehem sedikit kikik. kakak Nata sangat seram bagi Cakra. Sebenarnya lebih tua Cakra dari pada Nanda. Tapi tubuh Nanda sangat kekar lebih kekar dari dia. wajah sangat sangat juga.


Nanda menghela nafas pelan segera masuk ke dalam rumah. Ia paham apa yang Nata inginkan usai Nata jelaskan, ia baru tau lelaki itu adalah suami dari pelakor keluarganya. Ia juga paham jika Nata ingin balas dendam.


Nanda akan terima dan setuju asalkan Nata baik baik saja dan Cakra tidak mencari keuntungan. Ternyata mereka ada surat kontrak pra nikah.


Nata melirik Cakra yang membawa mobil tersenyum lebar.” Suami.” Bisik Nata manja.


Cakra melirik nata merinding.” Diam.” Bisik cakra dingin.


Nata memajukan bibirnya malas.” Is padahal kita udah nikah loh masih aja gitu ngomongnya.” Bisik Nata malas.


“ kita nikah pura pura.” Jelas Cakra kesal.

__ADS_1


Nata mendengus.” Nikah beneran aja nggak sih pak?” Tanya nata polos.


Cakra mendelik" stres!"


” Bikin anak beneran juga uhuy.” Bisik Nata terkekeh.


Cakra menatap nata dingin.” Saya laporan kamu ke kakak kamu yah.” ketus Cakra mengancam Nata yang malah menggoda dirinya.


Nata menatap Cakra mencibir. "Kakak saya mana bakal percaya. Malah bapak yang habis di pukul. “ gumam Nata sinis. Cakra melirik nata kesal. Nata menjadi jadi juga yah..!!!


setelah perjalanan yang cukup jauh dari rumah Nata sampai ke rumah milik Cakra, Nata dan Cakra sudah memasuki perkarangan rumah milih Cakra itu sendiri.


rumah Cakra ini sedikit suram karena warna yang sedikit gelap yakni hitam dan coklat di bagian depan, tidak ada tanaman hanya di pagar dan lampu yang berwarna kuning menerangi bagian depan rumah. "Rumah bapak suram sekali!" gumam Nata pelan.


Cakra hanya diam sebab ia mengakui hal itu. Nata tersenyum lebar ''tapi tenang, karena rumah didatangi oleh bidadari seperti Nata, rumah ini akan terasa nyaman dan ramai. dan suara anak-anak kita nanti!" gumam Nata mengedipkan satu matanya


Cakra melirik Nata malas. " bawa masuk koper mu. jangan banyak bicara!" tegas Cakra enggan meladeni Nata.


Nata mendengar suruhan itu cemberut. ''is bapak, kaki Nata kan masih sakit, tolong dong angkat buat Nata." Bisik Nata dengan mata memelas. menyatukan ujung jari telunjuk dengan ujung telunjuk lain.


Cakra mendengus tapi tetap melakukan apa yang Nata pinta. Nata tersenyum lebar " aw bapak baik banget. jadi pengen cium!" ujar Nata memajukan bibirnya genit.


Cakra melotot." diam Nata!!" tegasnya. Nata terkikik senang. akhh Cakra ini mudah sekali marah.


memasuki rumah Cakra, Ternyata bukan hanya bagian luarnya saja yang suram, melainkan juga di bagian dalam rumahnya. di rumah Cakra rata-rata warna lampunya itu adalah warna kuning sedangkan di dalamnya itu juga sudah berwarna kuning keemasan sehingga warnanya redup dan cukup tidak bagus di mata Nata.


Nata berdehem pelan. " bapak, bapak bukan dukun kan?? atau pengabdi setan gitu." Tanya Nata tidak nyaman.


Cakra melirik Nata mendelik. Nata berdehem. " soalnya rumah bapak suram banget..." bisik Nata jujur.


Cakra masih berjalan santai. " Yah, kamu saya jadiin tumbal!" ketua Cakra dingin.

__ADS_1


Nata mendengar jawaban Cakra tersenyum" nggak apa-apa, rela saya kalo itu buat bapak bahagia!" jawab Nata tersenyum lebar.


Cakra tak percaya jawaban Nata sangat konyol. " Edan!!"


__ADS_2