
maaf yah lama up. suka bolong bolong. nanti aku Up rutin yah
.
.
Tiga hari Gelis di rumah sakit, sekarang Gelis bahkan di kliem gila oleh dokter, dia tak mau makan, tak mau apapun. terus memanggil Denis suaminya. Nata yang menatap ibunya diikat di atas kasurnya hanya diam tak bertenaga. Begitu juga Nanda. Nanda hanya bisa menatap ibu mereka pasrah sembari mengenggam tangan adiknya erat.
Nata membuang muka nanar. Nanda memejamkan matanya.” denis... pulang hiks hiks. Sayang..” panggil Gelis nanar menatap kosong kedepan. Rambutnya acak acakan., pandangan kosong. Wajah pucat dan juga pucat. Nata melihat itu memejamkan mata.
Apa sebegitu cintanya ibu mereka kepada ayah mereka? Hingga begitu patah hati saat ditinggalkan. Andai saja Nata bisa menemukan dimana ayah mereka, sudah pasti Nata akan menarik ayahnya ke sini.
” Bagaimana dek? Mau bawa pulang saja ibunya atau di bawa ke rumah sakit Jiwa?” Tanya dari dokter menatap persetujuan Nata dan nanda.
“ mama ngak Gila Nata. Nanda.” Bisik gelis. Lalu tersenyum ngeri.” Papa kamu Nata.. papa kamu nanda dia selingkuh..” ia menangis lagi dengan keras.
Nata memejamkan matanya mendengar bisikan bisikan itu. Nata melirik Nanda meminta persetujuan. Nanda pun berdehem,” dok saya boleh bawa saja ke rumah mama saya?” tanyanya.
Dokter mengangguk.” Boleh, hanya saja biaya khusus agar menempatkan perawat yang akan datang dan mengecek keadaan nyonya. Jika tidak keadaannya akan semakin buruk. Jika saran kami kami mengharapkan kalian untuk membawa nyonya ke rumah sakit saja.” Jelas dokter.
Nanda menatap Nata yang diam saja.” Dek kalo mama di rumah sakit aja ngak apa apa yah?? abang juga harus kerja, adek juga harus kuliah, kita ke sini gentian aja kalo mau jenguk mama gimana?” Tanya Nanda lagi dengan tegas kepada adiknya.
Nata menjadi diam dengan pikiran yang sulit.” Kamu kejar target yah. Cepet kerjain skripsi biar mama ada yang jagain.” Jelas “ jelas Nanda tegas kepada Nata, jika bukan mereka lagi siapa yang akan jaga ibu mereka.
Nata menganguk pelan. nanda mengusap pelan bahu adiknya.” dok kami siap apapun yang harus mama tangani. Kami harap mama cepat sembuh.. “ jelas Anda tegas.
“ tapi.” Balas Nata memotong ragu. Nata memandang kakaknyo lemah.” Mama di rumah aja kak, katanya kalo dibawa kerumah sakit gila bakal sulit sembuhnya. Akan pamali., bawa aja perawat yang harus jagain mama ke rumah. Nanti biar Nata juga cari kerja biar bantu biaya mama.” Jelas Nata pada kakaknya serius.
__ADS_1
” Memang iya?” Tanya nanda tak tau.
“ kalo mama masuk rumah sakit.” gumam Nata sedih.” Nanti orang pasti panggil mama orang gila. Mama pasti bakal dibully bang sama orang komplek. Nata nggak mau. Biar kita aja yang tau kalo mama sakit.” jelas nata lagi.
Nanda mendengar itu mengangguk.” Abang juga akan cari kerja freelance aja kalo gitu biar bisa jagain mama.” Jelasnya tegas. Nata mengangguk.
“ Jadi gimana dek?” Tanya dokter lepada Nata dan Nanda.
Nanda menatap dokter dengan tak enak.” Kami bawa mama pulang aja dok. adik saya nggak mau rupanya.” Jelas Nanda menepuk pundak nata.
Dokter mengangguk.” Kalo gitu tolong untuk perwakilan menyelesaikan administrasi dulu yah ke ruangan saya.” Jelas dokter pelan. nanda mengangguk segera mengikuti dokter.
Nata melihat Nanda menjauh lamban,. Lalu menatap ibunya yang kembali menangis tak henti hentinya. Tangan Nata terkepal erat. Ia membenci ayahnya.
Akhirnya dengan kesepakatan mereka. Gelis pulang dengan kondisi di beri obat penenang. Di bawa ke rumah kembali. Nata dan Nanda di berikan obat dan juga beberapa hal untuk menangani orang tuanya. Mereka juga di sarankan untuk memotong kuku ibu mereka setiap tiga kali sehari agar saat mengamuk tidak melukai orang lain.
“Nata kuliah dulu yah bang.” Jelas Nata pada nanda.
Nanda melirik adiknya mengangguk, mengusap tangannya di celmek.” Sarapan dulu yah.” jelasnya.
Nata menatap nasi goreng tak minat sebab bentuknya yang hitam begitu pucat. Melihat Wajah Nata begitu masam Nanda kesal.” Enak kok cicip dulu.” Jelas Nanda mengambil sendok dan menyuapi Nata.,
Nata mau tak mau terima, ingat dulu gelis memaksanya sarapan. Sekarang ia tak bisa merasakan sarapan dari ibunya. Sejenak Nata terdiam menatap nanda dengan pandangan bergetar. Nanda melihat wajah Nata begitu menaiki alisnya.
” Asin bang.” Bisik nata melepeh kan nasi di mulutnya ke tangan
Nanda buru buru menampung di bawah bibir nata. Nanda membuangnya kesal, lalu mencoba nasi goreng buatannya. Terdiam sejenak dan menatap Nata dengan pandangan tak enak hati. Lalu melepeh juga dengan kesal hati. “ nanti kamu sarapan dulu aja di kampus yah. apa mau buah aja?” tanya Nanda tak enak.
__ADS_1
“ memang ada buah bang?” Tanya Nata pelan.
Nanda diam menatap Nata lemah. Nata tersenyum tipis, mana sempat biasnaya gelis yang mengelolah rumah untuk mereka, sekarang Gelis tidak ada jadi siapa lagi kan?
“ kamu laper banget yah?” Tanya Nanda sedih.
Nata menggeleng pelan, sebenarnya iya sebab sudah dari pagi kemarin ia belum makan.” Nanti Nata belanja buat kita. minta uangnya.” Jelas Nata.
Nanda mengangguk memberikan Nata uang dua ratus ribu.” Hati hati yah, beli yang penting aja, “ jelas Nanda.
Nata mengangguk.” Duluan abang.” Jelas Nata menyalin tangan Nanda. Nanda mengangguk memandnag nata menjauh sedih. ia menghela nafas pelan memegang peutnya. Ia juga lapar tapi tak bisa bicara. Ia memejamkan matanya. Sepertinya ia harus stok mie untuk makan.
Nata datang ke sekolah menggunakan motor matik biasanya, turun dengan tenang menuju kelasnya. Saat didepan kelas ia sudah bertemu dengan pak Abi yang tersenyum padanya.” Duh kebetulan ini sama sama baru sampek. Apa jangan jangan pertanda yah nat?” Tanya pak Abi tengil.
Nata menatapnya lempeng.” Pertanda kalo bapak mau meninggal?” Tanya Nata polis.
.” Wus. Kamu sembarangan kalo ngomong.” Jelas Abi tak terima pada Nata yang asal ceplos
” Soalnya kalo ada tanda tanda yah itu tanda tanda mau meninggal kalo enggak yah kiamat. Bapak mau pilih yang mana?” Tanya Nata dengan santai.
” Maksud saya itu tanda tanda kalo kita jodoh gitu loh nat.” jelasnya geregetan kepada nata.
Nata mengangguk paham.” Oh kirain mau meninggal bapaknya.. “ jelas Nata sedih.
” Kenapa mukanya sedih gitu? Mau bapak meninggal kamu?” Tanya Abi melotot.
Nata tercengir lucu kepada Abi." eng enggak kok pak..! " Gumam Nat menggeleng. " Enggak salah lagi kaburrrr!!!!" teriak Nata kabur dari Abi.
__ADS_1
" Nata!!!! awas kamu yah, tak nikahin kamu!!!!!" seru Abi. bulu kuduk Nata merinding mendengarnya.