Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku

Ku Rebut Suami Pelakor Ibuku
Bapak Cakra itu


__ADS_3

Menatap pintu milik Cakra takut. Nata mengerjab pelan, celingak-celinguk menatap sekitar. Tak ada orang. Nata segera mengetuk pintu pelan.” assalm----,”


Suara Nata terhenti dengan mata melotot saat sesuatu melayang hampir menimpa wajahnya.


"Eh nggak kena". Gumam Nata tersenyum lebar.


Tapi terhenti saat melihat wajah datar nan dingin milik seseorang yang duduk di kursi. Nata mengerjab pelan dan menunduk sopan.’' Maaf pak..saya N..”


“ SAYA UDAH BILANG SAYA NGGAK BISA DI GANGGU, JADI KELUAR..!!!” Teriaknya tegas.


Nata memegang dadanya kaget, menatap Cakra dengan pandangan gugup. “ tapi saya baru aja sampek dan ketuk ahk, bapak bukan bilang sama saya tadi kalo tidak mau diganggu.” Gumam Nata polos.


Cakra menatap Nata lebih suram. Membuat Nata mengangguk pelan.” yaudah pak nuhun saya pergi. “ jelas Nata segera buru buru menutup pintu keras dan pergi.


Cakra memejamkan mata mendengar suara pintu yang di tutup keras, kilatan amarah diwajahnya terlihat sangat suram, siapapun bisa lihat dia dalam situasi yang tidak baik.


“ anak itu.” gumamnya dingin. Cakra tidak akan melupakan anak petakilan itu.


Nata mendengus pelan, “ galak banget sih.” gumam Nata mengusap dadanya, ini pertama kali ia melihat dosen itu, akh dia memang tampan tapi tertutup karena dia lebih pada seram.


Bagi Nata dia tidak tampan. percuma tampan jika galak.


Mendengus kesal Nata memilih ke akademik saja untuk mengambil arsip SK nya yang belum ia dapatkan, kemarin hilang membuat ia harus mengurus lagi.


...----------------...


“ mas... ini bekalnya.” Jelas Gelis pada Denis.


Denis melirik Gelis, ingat bekal yang di beri Nata kemarin Denis menatap Gelis dingin.” Lain kali jangan antar bekal ke kantor yahh. Sekarang ada aturan nggak boleh ada yang masuk kantor kecuali karyawan.” Jelasnya tegas.


Gelis menaiki alisnya.” Iyakah? Kok ada aturan begitu??” tanyanya kaget.


Denis mengangkat bahu acuh.” Mana aku tau, tanya aja sama pak Robin.” Ketusnya.


Pak Robin atasannya Denis.


Lagi-lagi membuat Gelis tertegun menatap Denis sendu. Tatapan gelis jadi sedih mendengar seruan sang suami yang dingin.” Kok kamu ngomong gitu mas??? aku kan Cuma nanya.” Jelas Gelis sedih.


“ kan aku juga Cuma jawab sayang. Udah ahk baper banget. Aku pergi dulu.” Jelas Denis segera menjauh membawa bekal dari Gelis.


" mas..” jelas Gelis memanggil.

__ADS_1


Denis menaiki alisnya memandang Gelis. Gelis berdehem pelan.” uang gaji kamu kok belum masuk yah? Udah awal bulan loh., kan biasanya tanggal akhir bulan udah masuk.” Jelas Gelis tak enak bertanya.


Denis mendengar itu menatap Gelis rumit.” Kemarin ada yang harus di tutup dulu uang di perusahaan Lis. Bisa nggak pakek uang kamu dulu?” Tanya Denis pelan.


Gelis mengeleng pelan.”nggak bisa mas, soalnya udah di pakek buat bayar UKT nya Nata.” Jelasnya jujur.


Denis menatap gelis suram.” kamu nggak becus atur uang, masa nggak ada tabungan dari uang uang kemarin sih? kan aku selalu kasih gaji sama kamu.” ketusnya.


Gelis kaget mendengar itu, dirinya dibilang tak becus? Apa itu tidak keterlaluan??


“ mas..”


“ udah udah deh, nanti aku cari pinjeman biar kamu puas. Mangkanya kamu jangan boros!!!!” Ketusnya segera pergi dari rumah. Gelis menatap suaminya menjauh kaget.


Ini bukan pertama kali., Denis sudah berubah sejak dua tahun belakangan ini, bicaranya ketus, kasar dan suka membentak., contohnya sekarang.


Gelis diam menatap suaminya rumit, “ padahal udah satu tahun ini aku yang bayarin ini itu di rumah ini, kalo ngandalin yang dia mana cukup...” gumamnya sedih.


Uang gaji suaminya itu 10 juta, katanya... dan itu hanya sampai padanya hanya 3 juta, selebihnya entah untuk orang tua entah untuk siapa. Katanya untuk nutupin uang yang kurang lah, kurang gaji karyawan, kasih adiknya, ibunya bla blabla.


Gelis meremas pelan ujung bajunya. Bukan soal uang, tapi hati Gelis sakit mendengar kata-kata suaminya.


....


Nata mencari-cari berkas arsip di dalam kardus yang belum di susun, membongkarnya sudah satu jam tapi tidak juga bertemu temu. berkali-kali ia berdecak kesal.


” Mangkanya nak, kalo ada berkas penting itu di simpen. Jangan sembarangan narok,. Kan kalo udah gini yang repot kamu. Pusing kan.” tegur bu Vera pada mata yang pusing sendiri.


Nata duduk di lantai dengan pandangan lelah. “ ibu nggak tau apapun mending diem deh” Gumam Nata kesal.


Vera melotot menatap nata.” Kurang ajar kamu yah.” ketus Vera tidak terima pada ucapan letta.


Letta melirik bu Vera kesal.” Bu dibanding ibu cari masalah sama saya ibu mendingan kerja lagi aja deh. Ibuk nggak lihat saya pusing begini? Kasih solusi buk bukan marah marah.” Rengek Nata.


“ Nggak mau saya. Urus sendiri lah.” Tegasnya mendengus kesal.


” Kalo ngajukan pembimbing lagi aja gimana buk?” Tanya Nata dengan memelas.


” Mana bisa, kan data kamu udah ke input, jelas Vera dengan tegas.


,” kalo gitu kenapa ibuk nggak print aja lagi?” Tanya Nata menatap Vera nanar.

__ADS_1


“nggak bisa Nata. Kan ada cap dan tanda tangan dekan nya. Kalo kamu mau minta tanda tangannya yah nggak apa apa.” Jelas Vera tegas.


” emang dekan kita siapa buk?” gumam Nata memelas.


Vera melotot.” Kamu nggak tau dekan kita siapa?” tanyanya.


Nata menggeleng pelan.” yaampun anak kuliahaan zaman sekarang... dekan sendiri nggak tau.” Gumamnya menggeleng.


“ pak supriadi yah?” Tanya Nata bingung.


” Udah lama dia diganti. Seminggu yang lalu.” Gumam Vera.


Nata mendatarkan wajahnya.” Baru itu bu astaga.” Gumam Nata mengusap dada sabar.


” He itu kan pelantikannya baru, beritanya udah satu bulan yang lalu. Kamu aja yang kudet.” Tegasnya sinis.


Nata mendengus mendengarnya hinaan itu.” tu pak Cakra sekarang Dekan kita kalo kamu nggak tau. Yang ganteng tinggi itu loh!!” jelasnya tegas.


Nata mengangguk pelan.” Oh pak Cak- What The ? Pak cakra?” Tanya Nata kaget.


Vera mengangguk.” Iya bapak yang ganteng itu.” Ujar Vera tersenyum lebar. Ia bagian akademik belum menikah, masih muda dan cantik karena itu Nata santai terhadap dia.


“ anjing..” gumam Nata dengan kaget.


” Siapa yang anjing??” Tanya suara kasar.


” Itu , dia pembimbing 1 gue. galak banget buk. Nggak ada ganteng-ganteng nya. Kayak dugon iya!!!!” Gumam Nata polos pada vera.


Wajah Vera pias mendengar ucapan Nata. “ tadi aja gue dimarahin nggak tau apa sebabnya.” Gumam Nata lagi,.


“nata..” gumam Vera gugup.


Nata mendengus pelan.” sulit ini kalo begini buk, kata anak-anak lain itu bapak yang paling jelek, paling busuk sifatnya. katanya susah tamat kalo sama dia..” jelas Nata lagi membongkar seluruh kertas yang ada di sana. Sampai tak sadar tatapan Vera.


sampai matanya berbinar menatap kertas yang tertera namanya.” Yey udah dapat buk..” gumamnya girang segera berdiri dan menatap berbinar ke depan.,


binar di mata Nata berubah jadi melotot kaget.. Matanya melotot hampir mengeluarkan bola mata dari sarangnya.. meneguk Saliva keringnya nata berjumpa dengan mata datar dari yang ia bicarakan sejak tadi.


“ udah dapet yah?” tanyanya dingin. Nata meringis merasa jantungnya terjatuh. Sial ini musibah.


Tadi ia bilang apa saja yah,

__ADS_1


__ADS_2