Ku Tunggu Janjimu

Ku Tunggu Janjimu
Skripsi 1


__ADS_3

Seperti rencana sebelumnya, setelah dua hari istirahat di rumah aku dan Disa menyibukkan diri di Kampus. Kami tidak membuang waktu dengan sia-sia. Setiap celah istirahat, kami gunakan untuk memikirkan apa yang akan dilakukan setelah itu. Hal yang paling sulit adalah mengajukan proposal skripsi. Menentukan judulnya saja kami masih bingung.


Disa berusaha merayu Ayah agar diijinkan ke Jakarta lagi. Berhari-hari rayuannya gagal. Aku juga gagal merayu Ibu. Kami berbaring di kasur, memandang langit-langit kamar.


Mama Sanu hampir setiap hari menelpon Disa atau aku, menanyakan kapan kami kembali. Begitu juga dengan Mas Vino dan Dayat, mereka berkali-kali sms. Aku sampai bosan membalasnya. Tapi yang sangat menyebalkan adalah Mas Vino. Dia tidak hanya sms, tapi telpon juga. Setidaknya sehari sekali dia menelpon. Awalnya sih aku senang menanggapinya. Tapi setelah berhari-hari aku menjadi bosan. Seperti kehabisan bahan pembicaraan, kami lebih sering diam karna tidak tahu mau membahas apa lagi. Berbeda dengan Dayat, dia hanya beberapa kali menelponku dan selalu mempunyai topik baru. Sehingga aku tidak jenuh berbicara dengannya. Selain itu aku juga bisa bergantian dengan Disa. Kami bisa bergurau bertiga. Dayat tidak pilih-pilih, dia memperlakukanku sama dengan Disa. Sedangkan Mas Vino hanya mau berbicara denganku. Setiap kali aku mau bergantian dengan Disa, dia menolak. Terkadang aku merasa curiga padanya, jangan-jangan laki-laki itu suka padaku. Pernah suatu ketika, saat di Rumah Sakit dia menanyakan apakah aku sudah punya pacar. Aku pun mengalihkan pembahasan untuk menghindari jawaban itu. Dia juga pernah membahas beberapa mantan pacarnya. Sejak saat itu aku jadi malas berkomunikasi dengannya lagi. Pentingnya apa buat aku mengetahui kisah cintanya. Kalau tentang Sanu, aku baru bersemangat membahasnya.


Di kursi depan ruang Dosen, aku duduk menunggu antrian. Hari ini aku mencoba mengajukan judul skripsi. Jenuh, ku tengok kanan kiri lorong yang hanya berisi mahasiswa dan mahasiswi. Menarik nafas panjang , kemudian menghembuskan pelan. Sesekali ada yang keluar masuk ruang Dosen.


Dari jauh seorang laki-laki memakai ransel hitam dan berjaket abu-abu tersenyum padaku, perlahan jalannya semakin mendekat.


“Sedang apa disini?” Tanyanya, setelah tiba dihadapanku.


“Mau mengajukan judul, Mas. Lagi nunggu antrian. Lama banget.” Aku cemberut, kesal.


“Yang sabar. Ntar juga tiba waktunya kamu bikin skripsi. Ini baru tantangan awal loh. Nanti kalo judulmu sudah diterima trus mulai bimbingan, lebih lama lagi! Bisa sampai berhari-hari antrinya!” Dia tersenyum.


“Loh, kok bisa Mas?” Aku mengernyitkan kening.


“Iya. Tuh liat! Yang pada antri bimbingan. Mereka udah nunggu sejam lebih. Tapi belum tentu mereka bisa bimbingan sekarang.”

__ADS_1


“Kenapa, Mas?”


“Ntar bisa aja, pas waktu giliran mereka masuk, ternyata Dosen bimbingannya ada kerjaan lain atau tugas luar atau ngajar di kelas. Alhasil penantian mereka berjam-jam nihil. Dan mereka harus mengantri lagi besok.”


“Yah, kasian banget ya, Mas.” Aku pandang orang-orang yang sedang gelisah disepanjang antrian itu.


“Hmm… itu yang aku rasakan selama bimbingan.”


“Eh Ibram, udah lama nunggunya?” Tanya seorang wanita yang baru keluar dari ruang Dosen. Kehadirannya cukup mengejutkan kami.


“Lumayan.” Jawabnya, menatap wanita itu.


“Mau mengajukan judul, Mbak.” Aku tersenyum. “Mbak, baru aja bimbingan?” Tanyaku balik.


“Iya, nih baru aja selesai. Kamu udah mulai skripsi?”


“Iya, Mbak.”


“Semangat ya, semoga langsung di acc.” Dia mendekati Mas Ibram, lalu menggandengnya, “Yuk, Bram. Kita jalan sekarang.” Kembali menatapku, “Kami pergi duluan ya, Dif?” tersenyum meninggalkanku.

__ADS_1


“Kami tinggal ya, Dif?” Mas Ibram ikut meninggalkanku.


“Iya, Mas, Mbak. Hati-hati ya.” Mereka tak menjawab.


Masih kupandangi kepergian mereka yang semakin jauh dan menghilang. Sedikit heran, ada hubungan apa mereka? Batinku.


~*~


 


 


Lungomu ninggal kangen.... yen pancen sliramu tresno karo aku, ndang mbalek moco karyaku maneh. Lan ojo lali like, koment karo vote. Ben aku seneng nggawe cerito kanggo sliramu.


Ok gaeess... Matur Thankyu... :) :) :)


 


 

__ADS_1


__ADS_2