
Haii nama ku Prisilia Anzah Wati, semua orang menjauhiku karena menurut mereka aku adalah anak pembawa sial, keluarga ku juga memperlakukanku layaknya pembantu, aku tak di anggap oleh ayahku dan juga ibu tiri serta adik tiriku, dia selalu mencari kesalahan ku.
Aku selalu di siksa oleh ibu tiri serta adik tiriku, bahkan ayah kandungku pun ikut andil dalam penyiksaan yang selalu ibu tiri dan adik tiri ku itu.
Aku hidup bagaikan di neraka setiap hari aku selalu mendapat siksaan, tapi aku berusaha tetap tegar menjalani hidup ini, aku pun telah berpasrah kepada sang ilahi mengenai semua takdirku.
Sampai di mana aku menjadi korban oleh keluarga ku untuk jadikan penebus hutang yang mereka pinjam dari orang pengusaha kaya itu.
Dalam intinya aku di jual oleh orang tuaku untuk menyelamatkan perusahaan ayahku yang sempat bangkrut karena ibu tiri dan adik tiriku yang suka berfoya-foya itu.
Aku pun hanya bisa pasrah dan menerima nasib ku yang akan menjadi istri dari om-om itu.
Hari-hari telah aku lewati dan ini lah hari dimana aku akan menikah dengan om-om yang sudah tua itu.
Setelah aku sampai di tempat pernikahan, tak kusangka bahwa yang menikah denganku bukan lah seorang om-om yang berperut buncit melainkan seorang pemuda yang tampan dengan postur tubuh yang sangat kokoh itu.
Setelah pernikahan aku ikut dengan pria yang sudah sah menjadi suamiku.
Saat kita di dalam mobil, pria yang kini telah sah menjadi suamiku hanya diam tidak mengeluarkan satu kata pun, aku pun bingung harus bersikap bagaimana.
Setelah beberapa menit di dalam perjalanan kini aku telah sampai di rumah suamiku yang terlihat sangat besar seperti istana itu, semua pembantu yang ada di rumah itu pun berbaris di luar pintu untuk menyambut kedatangan kami dengan menundukan kepala serta mengucapkan kalimat selamat datang.
Setelah aku masuk ke dalam rumah itu aku ternganga saat tahu isi dari rumah itu, sungguh seperti istana dari negri dongeng, didalamnya penuh dengan barang-barang mewah nan antik.
.......................................
Hari-hari yang telah aku lewati tak jauh beda dari rumah orang tuaku aku selalu mendapatkan siksaan dari pria yang telah menjadi suamiku, meskipun kesalahan itu hanyalah kesalahan sepele dan bukan masalah besar aku selalu mendapat perlakuan kasar darinya.
Dia selalu menyebutku dengan perempuan pembawa sial seperti keluarga ku memanggil ku dengan sebutan wanita pembawa sial.
Aku hanya ikhlas menjalankan kehidupanku yang seperti ini, aku hanya terus bersyukur dan mendekatkan diriku pada sang pencipta.
Suamiku yang bernama Riyan Aditama pun selalu memanggilku dengan sebutan wanita pembawa sial.
Aku pun hanya bisa menurut dengan semua yang suamiku katakan dan menjalankannya dengan ikhlas.
Aku mendengar kata-kata guruku sewaktu aku masih skolah madrasah guru ku bilang, ketika kita menjalankan sesuatu dengan ikhlas pasti semuanya tidak akan terasa lelah.
Kata-kata itu pun yang selalu terngiang di telingaku,aku pun selalu mengingatnya dan selalu menjalankannya dengan ikhlas.
Dan apa yang di katakan oleh guruku itu pun benar, ketika menjalankannya dengan ikhlas pasti semuanya tak terasa lelah sedikitpun.
__ADS_1
...........................
Kalian pasti bertanya-tanya bukan kenapa keluargaku bahkan Riyan memanggilku dengan sebutan perempuan pembawa sial??. Karena dulu ibuku meninggal setelah melahirkan aku dan ayahku membenci ku karena ayahku mengira ibuku meninggal itu karena diriku.
Ayahku sangat mennyayangi almarhumah ibuku serta mencintainya hingga akhirnya dia membenciku dan tidak ingin mengurus ku, aku hanya di urus oleh pengasuh yang merawatku sampai aku besar dan pengasuh itu meninggal saat aku berumur 9 tahun.
Setelah kematian pengasuh yang merawatku, pada waktu itu lah penderitaan kehidupanku di mulai, tidak ada yang menyayangiku lagi, aku selalu di perlakukan buruk oleh ayahku.
Hingga sampai pada hari dimana ayahku bertemu dengan perempuan yang sekarang menjadi ibu tiriku, sampai menjalin kasih dengannya.
Ayahku pun masih tak menganggap aku sebagai anaknya.
Pada akhirnya ayah ku memutuskan untuk menikah lagi dengan wanita itu, kehidupanku menjadi tambah menderita setelah kehadiran mereka di dalam rumah ini, karena aku selalu di siksa oleh nya dan anaknya.
Aku selalu di perlakukan layaknya seorang kucing yang telah mencuri makanan, dan sang pemiliknya tak trima dan orangnya pun menyiksa kucing yang telah mencuri itu.
Tapi aku hanya bisa diam tidak membalasnya,dan hanya ikhlas menerimanya, karena aku tau pasti Tuhan akan memberikan hidayah,membalas semua perbuatan semua hambanya baik ataupun buruk pasti akan mendapat balasannya.
Sungguh miris bukan nasibku, tidak ada seorang pun yang menyayangiku, bahkan semuanya tidak pernah menganggap ku ada, tapi penderitaan ku tidak berhenti sampai disini.
Aku tidak tau sampai kapan aku menderita, hanya Tuhan lah yang tau, aku hanya bisa bersabar dan ikhlas menerimanya.
.....................................
Walaupun Riyan selalu menyentuhku dengan sangat kasar tapi aku tak pernah nyenyesali semua perbuatannya pada ku, aku bersyukur telah menyerahkan mahkota ku pada suamiku.
Karena aku mencintainya dengan tulus dan menerima pernikahan ini, tak perduli dengan perlakuan kasar yang selalu Riyan berikan pada ku, karena aku sangat mencintainya.
Aku yakin sang kuasa akan mendengarkan do'a yang aku panjatkan setiap harinya, dan aku percaya sang pencipta tak akan pernah menguji seorang hamba-nya dengan melebihi batas kemampuannya.
Aku pun percaya dengan ketulusan cinta yang aku beri untuknya pasti suatu saat nanti akan membuahkan hasil yang sangat indah.
Aku pun hanya ikhlas untuk menjalani setiap waktu nya dan selalu bersyukur atas pemberian-nya kepada ku.
Aku hanya bisa mengikuti alur hidup yang sang pencipta berikan pada ku.
...................................
Berbulan-bulan telah aku lalui dan tak terasa kini aku sedang mengandung anak dari Riyan sang suami, tapi aku hanya bisa menyembunyikannya dari dia, Karena aku tau dia tidak akan pernah menerima anak yang aku kandung ini.
Tapi ntah lah akhir-akhir ini Riyan telah berubah mungkin dia kasihan pada ku, tapi ntah lah aku tak mengambil pusing, aku tetap mencintainya dengan tulus entah dia kasar ataupun tidak padaku.
__ADS_1
Aku telah menyembunyikan kehamilanku pada Riyan hingga akhirnya Riyan mengetahui kehamilanku, aku pun takut, dan menduga-duga apa yang akan Riyan lakukan pada anakku.
Tapi tak kuduga Riyan pun menerima janin yang aku kandung, hari-hari yang kulewati selalu di temani Riyan, Riyan telah menerimaku dia pun telah menyatakan cinta nya pada ku.
Aku pun bahagia karena sang pencipta telah mengabulkan do'a-do'a ku walaupun aku harus pergi untuk selamanya.
Dikehamilanku ini di prediksi dokter kandungan ku sangat lemah, kalau aku tidak menggugurkan kandungan ku maka nyawaku akan menjadi taruhannya saat aku melahirkan, akupun hanya bisa menerima itu dan mempertahankan janin yang ada di dalam kandunganku walaupun harus nyawaku yang jadi taruhannya.
Karena aku hanya ingin anakku bisa merasakan indahnya dunia, walaupun tak ada diriku di sampingnya, tapi aku percaya pada Riyan, dia pasti akan merawat anak kita dengan baik.
Dan kini di hari dimana aku akan melahirkan buah hati kami, aku pun sudah ikhlas menerima apa yang akan terjadi padaku selanjutnya, jika sang pencipta memberikan satu kesempatan untuk ku aku tidak akan menyia-nyiakan itu semua.
Dan dimana hari itu tiba aku pun tidak sadarkan diri aku koma selama hampir satu tahun, Riyan pun dengan sangat sabar selalu menemaniku sambil menggendong bayi laki-laki yang sangat tampan.
Riyan selalu mengajak ku mengobrol, aku pun mendengarkan semua kata-kata yang Riyan ucapkan tapi aku tak berdaya aku tak bisa apa-apa mataku sangat sulit untuk terbuka.
Riyan selalu mengatakan "bangunlah prisil lihatlah putra kita dia sangat merindukan bundanya, apakah kamu tidak kasihan pada putra kita, maafkan aku yang dulu pernah membuatmu menderita aku janji tidak akan pernah melakukannya lagi pada mu, kalau kau marah padaku bangunlah dan pukul aku dan makilah aku jangan diam seperti ini, tolong lah bangun untuk putra kita"ucap Riyan dengan penuh penyesalan.
"Bangunlah prisil jangan siksa aku dengan semua ini, ingatlah ada malaikat kecil yang menunggumu, dia sangat merindukan bundanya, apakah kamu tidak merindukan putra kita ini, dia sangat tampan dan mirip dengan ku"ujar Riyan.
Disaat itu lah aku terbangun dari tidurku aku pun melihat Riyan yang sedang memberi susu formula pada anak kita.
Aku pun memanggilnya "Riyan"
Riyan pun menoleh dan betapa bahagianya dia yang melihatku telah siuman dia pun memanggil dokter untuk memeriksa keadaanku.
Setelah itu dia menghampiriku memelukku dan berkata"maafkan aku aku sangat menyesali semua perbuatanku, jangan pernah begini lagi, lihatlah ini putra kita dia sangat mirip denganku bukan, lihatlah sayang"
Aku pun mengarahkan pandanganku ke arah malaikat kecil yang ada di gendongan Riyan.
Aku pun melihatnya dan benar apa yang di katakan Riyan dia sangat tampan dan mirip dengannya, aku pun meraihnya dan menciumnya hingga menitikan air mata kebahagiaan.
Riyan memelukku dan berkata "aku mencintaimu Prisil".
"Aku juga sangat mencintaimu Riyan". Sanggah Prisil.
Hari-hari telah ku lewati dan kini aku telah berada di rumah mengurus putra kita.
Keluarga ku sekarang sangat bahagia tidak ada kesedihan atau pun pertengkaran antara aku, dan Riyan telah menjadi suami yang baik.
Dan kini keluarga kecilku hanya di hiasi dengan kebahagiaan yang hakiki.
__ADS_1
----------"----------SELESAI----------"----------
Semoga kalian suka🥰