
Di lihatnya kini wanita cantik yang turun dari pesawat, yang telah membawanya terbang melewati barbagai negara hingga sampailah dia di negaranya, Indonesia.
Lauren Anastasya Wilis,putri tunggal dari keluarga Wilis, yang merupakan keluarga terkaya no 2 di negaranya.
"Ayah kenapa sih Lauren harus pulang, masih banyak lukisan-lukisan Lauren yang belum selesai,nanti kalo pengunjung² pada kabur gimana, bisa gulung tikar nih galeri Lauren yang udah Lauren bangun susah payah sendiri" ujarnya dengan kesal.
"Kamu harus melanjutkan kuliah mu,yang kamu tunda!" Ujar Rendra selaku sang ayah.
"Aku gak perlu kuliah ayah, aku tau caranya berbisnis" ujar Lauren.
"Tidak ada bantahan, kalau ayah bjlang a harus a tudak bilah b, kamu paham!?"ujar Rendra.
"Ayah sudah mengurus kuliah mu, besok kamu bisa segera masuk" tambahnya lagi.
"Apa secepat itu yah, bahkan Lauren baru ajah datang ke indo" ujra Lauren dengan kesal.
Banyak clotehan Lauren tentang menawar untuk berapa hari libur di rumah, namun tatapan sayng ayah membuatnya diam seketika.
Ke esokan harinya.
Kini Lauren telah bersiap untuk pergi ke kampus, dengan mengenakan dres di atas lutut dengan perpaduan warna hijau army dan putih, sangat sempurna melekat di tubuh nya yang pas.
Kini Lauren telah menuruni anak tangga menuju dapur untuk sarapan bersama kedua orang tuanya, setelah sarapan Lauren mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke kampus.
Setelah sampai di kampus, Lauren memarkirkan mobilnya di parkiran kampus, saat Lauren keluar dari mobil ribuan mata melihat ke arahnya dengan memuji² kecantikannya, namun Lauren hanya biasa saja, karena menurutnya dia sudah terlalu sering orang memandang penuh damba padanya.
Lauren melangkahkan kakinya menuju kelas nya, setelah sampai di kelasnya Lauren langsung duduk di bangku depan sebelah kanan pas berhadapan dengan meja dosen.
Tak lama akhirnya dosen pun datang.
"Selamat pagi, langsung saja kita masuk ke materi" ujar Rayendra selaku sang dosen.
Di dalam kelas Lauren malah asik memainkan handponnya tanpa memperdulikan apa yang di jelaskan oleh sang Dosen.
Rayendra yang geram melihat Lauren yang tidak memperhatikan apa yang sedang dia terangkan, akhirnya Rayendra menegurnya.
"Kamu yang sedang bermain hp, maju kedepan" ujar Rayendra dengan matanya masih menatap lurus ke depan.
Lauren langsung kaget ketika mendengar suara dari Rayendra, dia langsung celingukan,dan lagi-lagi Rayendra menegurnya.
"Kamu, kenapa masih clingak-clinguk, cepat maju kedepan" ujarnya dengan dingin.
Lauren langsung maju, mengikuti perintah dari dosennya itu, untuk para siswa/i hanya ketakutan, karena pasalnya mereka belum pernah melihat dosen tampannya itu marah-marah, karena mereka selalu di siplin dan mengijuti pelajarannya dengan benar.
"Siapa namamu?" Tanya Rayendra dengan dingin.
__ADS_1
"Lauren, pak" jawabnya.
"Sekarang keluar dari pelajaran saya" ujarnya dengan ekspresi yang sangat dingin.
Yah memang Rayendra Ali Wijaya,sering di sapa Rayen,salah satu pewaris tunggal keluarga Wijaya, memiliki sifat yang begitu ding melebihi sedingin es,mungkin bisa di samakan dengan patung, karena Rayendra sangat jarang berbicara, masih belum ada seseorang yang bisa meluluhkan es balok itu menjadi cair.
"Loh pak, ko saya di suruh keluar sih, salah saya apa?"ujar Lauren.
"Keluar!"ujarnya dingin.
"Menyebalkan" dejak Lauren.
Lauren akhirnya keluar dari kelas nya menuju ke kantin.
Lauren mencari-cari dimana letak kantinnya, hingga akhirnya dia menemukan di mana letak kantin, Lauren langsung memesan makanan.
"Eh neng anak baru yah?" Tanya bu Nani selaku ibu kantin.
"Iyah, Bu, saya Lauren anak baru di unes ini" ujar Lauren ramah.
"Namanya cantik yang seperti orangnya" ujar Bu Nani.
"Ibu bisa ajah" ujar Lauren dengan tersenyum.
" Kenapa enggak masuk neng?"tanya Bu Nani.
"Lah kenapa bisa di keluarin neng?" ujar Bu Nani.
"Ya gitu lah Bu" ujar Lauren dengan memasukan makanan di mulutnya.
(. ❛ ᴗ ❛.)
Hari- telah berlalu, kini di kediaman keluarga Wilis, sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut,sebuah keluarga yang akan melamar putri kesayangannya.
Namun sejauh ini Lauren tidak mengetahui siapa orang yang akan menjadi calon suaminya itu, pasalnya kedua orang tuanya tidak memberi tahunya, dan tau-tau nya hari ini dia akan segera bertunangan dengan laki-laki yang telah di jodohkan dengannya.
Di dalam kamarnya kini Lauren telah mengenakan setelan kutub baru, dengan atasan menggunakan bahan burkan dan bawahan kain batik, sungguh malam ini menjadikan Lauren bak seperti seorang putri, kecantikannya sungguh tidak bisa di ragukan lagi, sangat-sangat cantik.
Namun wajahnya yang cantik itu menunjukan kekesalan dan mulutnya yang menggerutu.
"Dasar ayah sama bunda, sama ajah, gak ada yang ngertiin perasaan aku banget, sebel banget aku"
"Masa iya aku harus tunangan dan nikah sama orang yang enggak aku kenal sama sekali, sebel sebel sebel"
"Ayah selalu ajah memaksa aku, buat tunangan sama orang yang sama sekali aku gak kenal, bunda juga sama ngedukung ayah"
__ADS_1
"Ya udah lah akubpasrah ajah" grutu Lauren panjang kali lebar.
Tak lama bunda Tia datang menemui anak gadisnya yang sedang kesal, untuk menyuruhnya keluar karena keluarga calon tunangannya sudah datang.
"Sayang, anak bunda yang cantik, ayo kita turun, semuanya udah dateng!"ujar bunda Tia dengan lembut.
Tanpa membalas ucapan bundanya Lauren langsung bangkit dari duduk nya, dan melangkahbkeluar dengan perasaan yang kesal, bunda Tia hanya geleng-geleng kepala melihat sikap putri kesayangnnya itu, lalu bunda Tia mengikuti dari belakang.
Di ruang keluarga, terlihat keluarga Wijaya dan juga Rendra Wilis tengah mengobrol, sambil menunggu putri Rendra wils, siapa lagi kalau bukan Lauren Anastasia Wilis, wanita cantik yang sebentar lagi akan menyandang sebagai calon menantu keluarga Wijaya.
Di tengah-tengah obrolan mereka, Lina selaku ibu dari Rayendra tidak sengaja mengedarkan matanya dan ia melihat seorang wanita cantik tengah turun dari tangga.
"Pih, lihat itu, cantik banget, pasti dia calon menantu kita" ujar Lina selaku ibu dari Rayen.
Semua orang pun langsung menoleh ke arah dimana lina tunjuk, mereka pun saling tersenyum, namun tidak dengan Rayen, dia hanya fokus dengan handpon nya tanpa ngenghiraukan semua orang yang tengah fokus dengan bidadari yang turun dari atas tangga.
Lauren menuruni tangga dengan di gandeng oleh bunda Tia, dengan pakaian yang begitu pas di tubuhnya sungguh membuat penampilan nya sangat mempesona dan sungguh terlihat elegan.
Setelah Lauren dan bunda Tia sampai di ruang keluarga, mamih Lina langsung bertanya pada nya.
"Apakah ini calon menantu kami" ujar mamih Lina dengan mengembangkan senyumannya dan mengusap bahu kanan Lauren.
"Iyah, ininlauren jeng" ujar bunda Tia.
"Cantik sekali" ujarnya dengan tersenyum.
Rayen tak memperdulikannya, dan dia juga tidak sadar dengan garis yang akan menjadi tunangannya adalah gadis yang sudah beberapa hari ini menghiasi fikirannya.
Mereka duduk, tak berapa lama Bambang selaku orang tua dari Rayen, meminta izin untuk meminang putri cantiknya untuk di jadikan menantu di keluarganya.
"Khmm, maksud kedatangan keluarga saya ke sini, untuk meminang anak mu, untuk menjadikannya calon istri untuk anakku" ujar Bambang.
Rayen pun akhirnya mengangkat kepalanya dan betapa kagetnya, ketika dia melihat siapa yang akan menjadi calon istrinya, antara senang dan kaget menjadi satu, tapi tidak dengan Lauren dia sudah melihat Rayen, awalnya dia juga kaget setelah dia turun dari tangga dan melihat Rayen ada di rumahnya bersama dengan Bambang dan Lina.
Mereka tak mempermasalahkannya, hingga akhirnya mereka bertukar cincin satu sama lain, sebagai tanda terikat ya sebuah hubungan.
Setelah nya dua keluarga itu menyempatkan untuk berfoto-foto, untuk mengabadikan momen bersejarah ini.
Di antara Lauren dan Rayen, tidak ada yang protes sedikit pun mereka malah menerima dengan senang hati.
Yang tadinya Lauren menggerutu,dan kesal karena akan di jodohkan, tapi tidak untuk sekarang, dia senang bahkan sangat senang, karena laki-laki yang di jodohkan dengannya adalah laki-laki yang akhir-akhir ini mengganggu fikirannya.
Mereka bahagia dengan perjodohan yang orang tua mereka lakukan, pada akhirnya mereka berdua saling lempar senyum, senyuman manis yang mereka lemparkan untuk satu sama lain membuat hati keduanya membuncah, perasaan cinta keduanya telah muncul.
Lauren tidak menyangka bahwa calon suaminya adalah dosen tampan yang membuat hatinya mencelos ketika melihatnya, perasaan bahagia yang ada di dalam hati Lauren, begitu juga sebaliknya dengan Rayen.
__ADS_1
\[END\]
Jangan lupa ramaikan kolom komentar nya yah dan like nya☺️🙏