
"Bang, makasih buat waktunya selama ini, makasih buat kenangan yang kita buat selama 2,5 tahun ini, adek sebelumnya tau ini yang bakalan terjadi antara hubungan kita, dan ini konsekuensinya, sebelumnya adek tau, kedua orang tua Abang tidak menyukai hubungan kita, dan adek tau Abang juga sudah di jodohkan oleh kedua orang tua Abang dengan Tasya anaknya pak RT, makasih buat waktunya selama ini, jujur ajah adek masih sangat mencintai Abang, tapi kita gak bisa lanjutin hubungan kita, lebih baik hubungan kita cukup sampai disini, dan makasih karena Abang telah menemani adek selama ini" ujar Safira panjang kali lebar pada Zakir.
"Dek, Abang bakal usahain buat menggagalkan perjodohan Abang,kamu tau kan Abang hanya suka sama kamu, hanya kamu yang ada di hati Abang tidak ada yang lain dek, kita masih tetap menjalani hubungan kita" ujar Zakir.
"Bang, orang tua Abang sudah menjodohkan Abang dengan wanita pilihannya, mungkin dia yang terbaik buat Abang, Abang tau kan orang tua ingin anaknya bahagia, mungkin salah satunya ini dengan menjodohkan Abang dengan Tasya" ujar Safira
"Dek tolong lah jangan menyerah gitu ajah, bantu Abang berjuang mempertahankan cinta kita dek, apa kamu sudah tidak mencintai Abang lagi sehingga kamu berbicara begini?"ujar Zakir dengan suaranya yang mulai meninggi.
"Sudah adek bilang kan, kalo adek mencintai Abang, terserah Abang mau beranggapan seperti apa"ujar Safira langsung berbalik dan melangkah meninggalkan Zakir.
__ADS_1
(´;︵;`)
Safira Anandita Zikri, adalah gadis cantik yang memiliki kepribadian yang manis, memiliki hati yang lembut, banyak yang menyukainya, banyak yang menyayanginya, karena dia merupakan anak yang ramah terhadap siapapun, namun dia tinggal sendiri di rumah, kedua orang tuanya telah meninggal 5 tahun yang lalu waktu Safira kelas 1 menengah atas atau yang sering di sebut dengan SMA, biaya sekolah Safira di tanggung oleh bibinya yang merupakan adik dari mendiang ibu nya, bibinya sangat sayang pada Safira, begitu juga dengan Safira, bibinya selalu meminta Safira untuk tinggal bersamanya, namun Safira menolak dengan lembut, dia selalu bilang bahwa dia ingin menjadi seseorang yang mandiri, seperti itulah yang Safira katakan pada bibinya.
Zakir Ramdan Hanif, aadalah pemudan yang tampan, memiliki sifat yang bakti kepada kedua orang tua, serta memiliki sifat yang ramah tamah kepada setiap orang, menjadikan Zakir laki-laki yang di gulai oleh kaum hawa dengan oesonanya yang memiliki wajah yang tampan serta memiliki sifat yang begitu baik, serta Zakir anak dari orang terkaya di kota, bahkan di desanya,jadi tentu saja banyak yang mengejar-ngejar Zakir.
Setelah pertemuannya tadi dengan Zakir, kini Safira langsung pulang menuju rumahnya, dia langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya menguncinya dan langsung menangis,sungguh dirinya tidak menyangka hubungannya dengan Zakir telah berakhir, lebih parahnya Safira berpikir bahwa yang lebih menyakitkan bahwa hubungannya dengan Zakir tidak di restui oleh kedua orang tua Zakir, karena setatus sosial yang jauh berbeda.
Sakit, hanya itu yang saat ini Safira rasakan, ternyata kedudukan sosial bisa mengangkat seseorang menjadi lebih tinggi di mata semua orang, dia juga berfikir dia tidak lah pantas untuk Zakir yang sangat sempurna itu.
__ADS_1
Safira juga tau bahwa inilah konsekuensinya, jika dirinya menjalin hubungan dengan Zakir yang notabe nya pemuda yang sangat sempurna di mata semua orang, tidak seperti dirinya, jadi Safira sudah memutuskan untuk menerima semua apa yang telah terjadi.
Pada dasarnya sekuat apapun dia bertahan jika hubungannya tidak dinrestui oleh kedua orang tua percuma, akan menambah rumit hubungannya, dan kedua orang tua nya akan lebih membencinya.
Jadi hanya satu pilihan Safira yaitu mengakhiri hubungannya dengan Zakir,hubungan yang penuh dengan kebahagiaan, saling melengkapi satu sama lain, namun semuanya telah berakhir.
\[END\]
Jangan lupa berikan like dan ramaikan kolom komentarnya☺️🥰
__ADS_1