Kumpulan Cerpen Ku

Kumpulan Cerpen Ku
Hadirnya Sang Buah Hati


__ADS_3

Setiap pernikahan atau ber rumah tangga pasti ingin mendapatkan keturunan, itu sudah menjadi tujuan utama bagi pasangan yang telah menjalin komitmen.


Selain untuk saling melengkapi satu sama lain, pernikahan juga harus di dasari dengan cinta. Cinta akan lengkap jika dengan kehadiran sang malaikat kecil yang berada di tengah-tengah, untuk melengkapi sebuah cinta yang terjalin dari keduanya.


Anak adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan, untuk melengkapi sebuah hubungan rumah tangga, sebagai tanda cinta mereka.


Tapi apalah daya kita sebagai manusia, anak adalah titipan yang Tuhan berikan pada kita, Tuhan bisa memberikan dan mengambilnya dari kita.


Untuk sebagian orang yang sudah di percayai, untuk menjaga dan menyayanginya dengan baik, pasti Tuhan akan memberikannya padanya sebuah malaikat kecil, untuk melengkapi rumah tangga mereka.


Jika rumah tangga yang belum mendapatkan sebuah momongan, terus lah berusaha dan berdo'a pada Tuhanmu, jangan pernah berkecil hati untuk menyerah.


Pantaskan lah dirimu untuk menjadi seorang ibu yang baik, yang bisa merawat anakmu dengan memberikan kasih sayang yang tulus padanya.


Sebagai seorang ibu janganlah kau membuat anakmu membenci mu, dan sebagai seorang anak jangan lah kau membenci orang tuamu sendiri, apalagi itu ibu.


Ibu adalah orang yang telah melahirkan kita, orang yang telah bertaruh nyawa untuk membuat kita lahir ke dunia, untuk kita melihat indahnya yang Tuhan ciptakan di dunia.


Seorang istri akan merasakan kesedihan jika dirinya belum bisa menjadi seorang ibu, dirasakan juga oleh Dara.


Dara telah menikah lebih dari 5 tahun, tapi dia belum juga di berikan kepercayaan untuk menjadi seorang ibu.


Sedih?? ,memang itu yang dirasakan oleh setiap wanita, yang belum bisa memberikan keturunan di dalam rumah tangganya, tanpa kehadiran buah hati mereka.


Tapi Dara dan sang suami Andra selalu sabar,untuk menantikan kehadiran buah hati mereka,Dara selalu berharap jika di dalam rahimnya, akan segera hadir malaikat kecil untuk melengkapi rumah tangga nya.


"Mas,,,kenapa yah aku tidak hamil-hamil kita sudah lama berumah tangga, kita bahkan sering melakukan hubungan suami istri??" Ujar Dara dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sudah lah sayang mungkin Tuhan belum memberikan kepercayaan untuk kita, kita sudah berusaha, untuk hasilnya biarlah Tuhan yang menentukan" Sanggah Andra.


"Tapi aku pengen punya anak mas, aku pengen kaya temen-temen aku, aku pengen kaya mereka" Ujar dara dengan air mata yang sudang membasahi kedua pipinya.


"Udah dong sayang, jangan menangis" Sanggah Andra sambil menghapus air mata yang sudah membanjiri kedua pipi istrinya.


"Kalo begitu ayo kita bikin bayi" Ujar Andra dengan seringai nakalnya.


"ihhhhh apaan sih mas, mulai deh mesum lagi"Ujar Dara dengan pipi yang sudah bersemu merah seperti tomat.


"Aduh bikin gak tahan deh kalo liat muka kamu yang udah merah gitu, ayo lah cepetan katanya kamu pengen punya baby! Kita usaha yang" Ujarnya Andra.


Dara akhirnya mengangguk, mereka pun akhirnya bergelut di atas ranjang, suara indah yang mereka ciptakan menambah gairah yang memuncak bagi keduanya, suara gesekan dari kulit mereka dan decitan ranjang beradu jadi satu,dengan keringat yang membasahi tubuh keduanya.


Hari-hari yang mereka jalani penuh dengan kebahagiaan walaupun tanpa kehadiran buah cinta mereka.


Andra hanya bisa pasrah, baginya dia sudah bahagia hidup dengan Dara walaupun tidak ada kehadiran anak di tengah-tengah mereka.


Tapi tidak dengan Dara, Dara selalu murung jika di belakang Andra, Dara selalu mengharapkan kehadiran buah cinta mereka yang akan menguatkan cinta mereka.


Andra dan Dira sudah sering memeriksakan kesuburan nya, tapi kata dokter mereka subur, tapi kenapa mereka tidak memiliki anak?. Semua jawabannya hanya Tuhan yang tau.


Dilihatnya Dara sedang melamun di taman samping rumahnya, matanya menatap penuh kekosongan, tidak ada lagi yang di pikirkan Dara selain anak.


Di arah belakang Andra mendekati Dara dan memeluk pinggang sambil mencium leher jenjang Dara.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Andra.


"Ehh sayang, gak ko aku gak papa, cuma kurang enak badan ajah akhir-akhir ini" Ujar Dara.

__ADS_1


"Kalo gak enak badan kenapa berdiri disini hmm?" Tanya Andra.


"Ayo kita masuk" Ujarnya lagi.


Dara akhirnya membalikan badannya menghadap ke arah Andra, lalu Dara langsung memeluk tubuh kekar Andra dengan erat sambil terisak.


"hiks hiks,,,,,,Sayang maafin aku, aku belum bisa memberikan keturunan untuk mu" Ujarnya dengan tersedu-sedu.


"Udah lah sayang jangan menangis, aku gak mau liat kamu nangis kaya gini" Ujar Andra mencoba menenangkan istrinya.


Dara terus saja menangis dengan kencang hingga tersedu-sedu, Andra hanya bisa memeluk untuk menenangkan istrinya agar tidak nangis lagi, hingga akhirnya suara dara mulai mereda, lalu Dara tidak sadarkan diri di dalam pelukan suaminya.


Andra yang merasakan tubuh lunglai istrinya langsung panink dengan keadaan sang istri yang tidak sadarkan diri.


"Dara, sayang kamu kenapa?" Ujar Andra dengan panik.


"Sayang bangun,jangan membuat aku khawatir" Ujar nya lagi.


Andra langsung mengangkat tubuh istrinya yang sudah semakin berat itu, untuk masuk ke dalam mobil, Andra mengemudikan mobilnya untuk menuju ke rumah sakit.


Sungguh Andra sangat khawatir dengan ke adaan yang tiba-tiba Dara tidak sadarkan diri, membuat Andra berfikiran yang tidak-tidak, Andra akhirnya tidak bisa lagi membendung air matanya untuk tidak keluar.


Setelah memakan beberapa menit di perjalanan, kini Andra telah sampai di rumah sakit, Andra langsung membopong tubuh istrinya masuk kedalam rumah sakit.


"Dokter-dokter tolong istri saya dia tidak sadarkan diri" Ujar Andra penuh dengan ke panikan.


Dokter pun akhirnya menangani Dara, dokter meminta Andra untuk tidak masuk ke dalam ruang pemeriksaan, dengan perasaan yang panik Andra akhirnya menuruti ucapan dokter.


Setelah beberapa menit akhirnya dokter pun keluar dari ruangan dimana dara berada di dalamnya, Andra menghampiri sang dokter.


"Apa yang terjadi pada istri saya dok"Ujar Andra dengan panik.


Andra tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanya, dia sangat bahagia dengan kabar yang telah lama iya dan sang istri harapkan, sampai Andra melakukan sujud syukur.


"Apa dokter tidak bercanda, apa ini benar, apa saya tidak bermimpi???"Ujar Andra dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iyah pak, mari masuk kita lihat istri bapak"Ujar sang dokter.


Andra langsung masuk kedalam ruangan sang istri, dilihatnya Dara yang sudah terbangun dari pingsannya, kelihatan dara yang kebingungan berada di rumah sakit.


"Sayang kamu sudah sadar??"Ujar Andra.


"Sayang aku kenapa, kenapa aku ada di sini??" ujar Dara dengan kebingungan.


"Tenanglah sayang, lebih baik kamu istirahat ajh dulu, kasihan anak kita pasti dia lelah!!" ujar Andra.


"Apa maksudmu sayang, aku.." Ujar Dara yang langsung di potong oleh Andra.


"Iya sayang, kamu hamil, kita bakalan jadi orang tua"Ujar Andra sambil memeluk istrinya.


Dara tidak bisa berkata-kata lagi dia sangat bahagia menerima kabar bahwa dirinya sedang mengandung, dokter yang berada di situ pun ikut bahagia, melihat sepasang suami istri itu bahagia.


"Mari pak, Bu kita lihat janin yang ada di dalam rahim ibu" Ujar dokter pada mereka.


Andra akhirnya melepaskan pelukannya pada sang istri dan langsung memperbolehkan dokter untuk melakukan USG.


Dilihatnya ada dua kantung di dalam rahim dara, dilihatnya janin yang masih kecil yang berada di dalam rahimnya, betapa bahagianya kedua pasangan itu, ketika melihat buah cinta mereka yang sedang berkembang di dalam rahim sang istri.

__ADS_1


Setelah melaksanakan USG Dara dan Andra berbincang dengan sang dokter.


"Saya sarankan untuk ibu, jangan terlalu memikirkan hal-hal yang bisa membuat ibu stres yah,dan selalu menjaga pola makan yang sehat agar janin yang ada di dalam rahim ibu berkembang dengan baik, jangan terlalu lelah karena ibu sedang mengandung dua janin sekaligus, karena di usia kandungan ibu yang baru memasuki 15 Minggu ini sangat rentan!!!, Saya akan memberikan vitamin dan penguat rahim" Ujar sang dokter.


"Iyah dok terimakasih" Ujar keduanya.


Setelah dari rumah sakit keduanya langsung menuju ke rumah mereka, sungguh terpancar aura kebahagian dari mereka berdua, kebahagiaan yang sangat di nantikan oleh keduanya telah terjadi.


Hari-hari telah di lewati oleh Andra dan Dara dengan penuh kebahagian, Andra memperlakukan Dara dengan sangat perhatian, Andra menjadi suami yang sangat posesif.


Kini kandungan Dara sudah memasuki bulan dimana Dara akan melahirkan kedua buah hati mereka, dilihatnya Dara sedang berbaring di ranjang dengan posisi miring, karena susah bagi Dara untuk tidur dengan posisi terlentang, mengingat kandungannya yang membesar karena ada dua bayi sekaligus di dalamnya.


"Sayang apa kamu cape??" Tanya Andra.


"Aku lelah sekali sayang" Ujar Dara


Andra akhirnya berinisiatif untuk memijat seluruh badan Dara, Andra mulai memijat kaki wanita yang kini telah mengandung anak-anaknya.


"Sudah sayang gak usah" Ujar Dara


"Gak papa sayang" Ujar Andra.


Dira pun akhirnya membiarkan suaminya itu untuk memijat kakinya yang terasa sangat pegal-pegal.


"Aduh yang, perut aku mules banget deh, kayanya aku mau lahiran yang, bawa aku ke rumah sakit yah" Ujar Dara.


"Baiklah sayang, kita ke rumah sakit sekarang yah ayo" Ujar Andra sambil menuntun Dara menuju mobil.


"Sayang tolong ambil perlengkapannya yah! aku sudah siapin semuanya" Ujar Dara.


Andra langsung mengambil semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk Dara dan sang buah hati mereka.


Setelah dirasa sudah tidak ada yang tertinggal Andra langsung mengemudikan mobil nya ke rumah sakit.


Dilihatnya Dara dengan menahan rasa sakit yang luar biasa itu menghampirinya sungguh sakit perutnya, bayinya selalu menendang-nendang dengan keras.


Tak membutuhkan waktu lama kini mereka telah sampai di rumah sakit, Andra dan Dara langsung memasuki ruang persalinan.


Dilihatnya Dara yang merasakan kontraksi yang sangat dahsyat ketika bayinya akan keluar, sungguh tidak dapat di definisikan, rasa sakitnya bertabur jadi satu dalam kebahagiaan, Andra dengan setia menyemangati istrinya, yang sedang berjuang melahirkan anak-anak nya.


Dan akhirnya terdengarlah suara merdu dari buah hati mereka yang sudah lahir satu, tinggal lah satu lagu di dalam rahim Dara.


Setelah beberapa saat kontraksi yang sama datang lagi, dengan tarikan nafas yang dalam akhirnya terdengar anak kedua mereka, Dara akhirnya menghembuskan nafas leganya sudah bisa melahirkan mereka berdua dengan selamat.


Setelah beberapa menit, suster membawa bayi laki-laki dan perempuan untuk di berikan kepada orang tuanya, sebelumnya mereka sudah di bersihkan.


"Pak, Bu ini bayinya sangat tampan seperti ayahnya" Ujar suster yang memberikan anak Andra dan Dara yang ternyata berjenis kelamin laki-laki anak yang pertama, suster yang kedua pun memberikan bayi cantik, yang ternyata berjenis kelamin perempuan.


"Sayang apakah kamu sudah memikirkan nama untuk anak kita"Tanya Dara.


"Aku akan menamakan anak kita, Daniel Andra Prasetya dan Danela Andra Prasetya" Ujar Andra.


Jadi anak mereka yang laki-laki dinamakan Daniel Andra Prasetya, sedangkan yang perempuan di namakan Danela Andra Prasetya.


Lengkaplah sudah keluarga Andra dan Dara, dengan kehadiran buah hati mereka,yang telah lama mereka nanti-nantikan kehadirannya,untuk melengkapi rumah tangga mereka, untuk memperkuat bukti cinta keduanya.


----------SELESAI----------

__ADS_1


Semoga kalian suka🥰


__ADS_2