
Seorang istri yang sabar menghadapi suami yang sangat angkuh dan dingin. Pernikahan yang di lakukan dengan cara perjodohan pasti akan menimbulkan masalah dalam hubungannya, apalagi perjodohan yang tidak saling mengenal satu sama lain.
Walaupun mereka awalnya berteman sejak kecil tapi tidak sampai dewasa, mereka adalah Almar dan Sintia, mereka dulunya teman kecil yang selalu bermain bersama tapi setelah 20 tahun mereka berpisah, Almar harus pergi ke luar kota dan tinggal disana dengan keluarganya, sedangkan Sintia dia tinggal di Bogor kampung halamannya dia tidak pernah kemana-mana.
Hingga pada akhirnya keluarga mereka memutuskan untuk menikahkan anak mereka, perjodohan sudah di tetapkan dari Almar dan Sintia kecil tapi sekarang waktunya sudah datang.
Awalnya Almar tidak mau di jodohkan dengan Sintia tapi setelah diancam oleh ayahnya, Almar akhirnya mau menikah dengan Sintia, walaupun dengan terpaksa.
Tapi tidak dengan Sintia, Sintia sangat senang dia di jodohkan dengan teman kecilnya yang dia cintai. Sintia selalu mengingat ucapan Almar yang ingin menikahinya suatu saat nanti dan Sintia sangat senang karena itu bisa terwujud.
Dan pada akhirnya mereka pun menikah,Sintia kaget dengan sikap yang di tunjukan oleh Almar padanya, dia merasa sakit hati dengan sifat Almar.
Dilihatnya kini Sintia sedang berada di kamar dia sedang membersihkan kamar mereka, sedangkan Almar telah berangkat ke kantor setengah jam yang lalu, walaupun Sintia tidur di kamar Almar tapi Almar tidak pernah menyentuhnya.
Dengan sikap dingin dan angkuh nya, Sintia sakit hati melihat itu semua, tapi dia bahagia akhirnya bisa menjadi istri dari orang yang dia cintai.
Sintia sudah memutuskan untuk mengambil hati Almar, Sintia pengen hubungannya dengan Almar seperti hubungan-hubungan pasangan pada umumnya.
"Hmmmm, akhirnya sudah selesai juga" ujar Sintia.
"Sekarang aku mau apa lagi yah" lanjutnya lagi.
"Owh Iyah aku mau menata yang ada taman belakang, biar aku kalo ke taman bisa rileks deh" tambahnya lagi.
Sintia akhirnya langsung bergegas menuju ke arah taman yang berada di belakang, sesampainya di taman belakang, Sintia langsung berfikir.
"Eh non, nona muda mau apa disini?" ujar mang Jajang.
__ADS_1
"Aku mau narain bunga-bunga yang ada di taman ini mang" ujar Sintia.
"Gak usah repot-repot nona, biar saya saja yang melakukannya" ujar mang Jajang.
"Gak usah mang Jajang biar aku ajah yang menatanya, soalnya aku bosen pengen buat kesenangan sendiri" ujar Sintia.
"Mang Jajang pergi ajah ke depan bersihin di halaman depan yah"ujar Sintia.
Akhirnya mang Jajang pun pergi menjalankan apa yang di suruh oleh Sintia.
Sintia langsung menata semua bunga-bunga yang ada di taman, Sintia menatanya dengan sangat bagus.
Jam sudah menunjukan pukul 16:00, dilihatnya taman sudah nampak sangat bagus dan elegan di pandang, dan Sintia langsung bergegas ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya, karena badannya sangat lengket dan banyak keringat.
"Aduh aku harus buru-buru buat mandi nih, nanti kalo mas Almar pulang pasti dia lapar, aku juga harus masak, ya udah deh lah aku masak dulu"ujar Sintia balik lagi menuju ke bahwah.
Setelah sampai di kamar Sintia langsung, masuk ke kamar mandi,tidak berapa lama akhirnya Sintia keluar dengan sudah memakai pakaian.
Sintia mendengar suara mobil Almar yang datang, dia langsung turun ke bawah untuk menyambut suaminya.
Dilihatnya Almar yang masuk ke dalam rumah Sintia langsung menghampirinya dan mencium tangan suaminya.
"Sini mas aku bawakan tas nya, kamu mandi dulu terus abis itu kita makan"ujar Sintia.
"Oke" jawab Almar.
Sudah biasa bagi Sintia dengan sikap dingin suaminya, tapi dia sangat mencintainya, dia akan sabar menunggu Almar mencintainya.
__ADS_1
Setelah selesai, mereka berdua langsung bergegas menuju ke ruang makan, mereka akhirnya makan malam bersama.
Hari-hari telah berlalu kini pernikahan mereka telah menginjak 1 tahun, hubungan mereka pun akhirnya dekat, seperti hubungan yang normal seperti orang-orang.
Kini dilihatnya Sintia dan Almar berada di taman belakang,dia duduk di bangku taman, dengan .
"Indahkan taman disini?" ujar Sintia.
"Sangat indah" ujar Almar.
"Ini semua aku loh yang narain, dulu hmm kayanya 10 bulan yang lalu" ujar Sintia.
"Benarkah, kenapa aku baru tau" ujar Almar.
"Karena kamu gak nanya" ujar Sintia.
"Mas, maafkan aku yah aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu" ujar Sintia.
"Kamu ngomong apa sih, aku yang seharusnya minta maaf udah bersikap dingin dengan kamu, maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu, kamu adalah anugerah yang Tuhan berikan untukku,maafkan aku, aku mencintaimu" ujar Almar.
"Aku juga sangat mencintaimu" ujar Sintia.
Akhirnya kesabaran dan ketulusan cinta yang Sintia berikan untuk amar telah membuahkan hasil, sekarang keduanya saling menyayangi, mencintai satu sama lain, bunga berwarna-warni dan pemandangan yang indah di taman menjadi saksi cinta mereka berdua.
----------SELESAI----------
Semoga kalian suka🥰
__ADS_1