Kumpulan Cerpen Ku

Kumpulan Cerpen Ku
Bagaikan Burung Di Dalam Sangkar


__ADS_3

Namaku Calista Hendrawan, aku memiliki trauma yang mendalam. Karena diganggu oleh preman di jalan, pada waktu itu aku hampir saja akan di perkosa,tapi untung lah ada pemuda yang baik menolong ku.


Karena kejadian itu aku tidak berani keluar rumah, aku selalu berada di dalam rumah. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk berhenti kuliah,pada waktu itulah aku bagaikan burung didalam sangkar, tidak berani untuk keluar rumah.


Keluarga ku sangat khawatir dengan keadaanku yang seperti orang tidak waras, selalu mengurung diri di dalam kamar, hingga akhirnya keluarga ku mencarikan psikiater untuk mengobati ku, agar aku bisa melupakan dan menganggap biasa saja, kejadian yang pernah menimpaku.


Tapi sekarang aku bisa melupakan, semua kejadian yang pernah menimpaku berkat bantuan dari psikiater dan tentunya do'a dari kedua orang tuaku.


Flashback on


Dilihatnya wanita cantik,yang sedang berjalan di jalan yang sepi, yang jarang di lewati oleh pengendara, karena jalan itu merupakan tempat gerombolan anak muda yang suka mabuk-mabukan.


Yang suka membuat onar pada setiap pengendara, hingga menyebabkan semua pengendara tidak ada yang berani lewat di jalan itu,tapi tetap masih ada beberapa kendara yang melintas di tempat itu.


Calista tidak tau jika tempat yang iya lewati berbahaya, karena menurutnya akan lebih cepat jika melewati jalan itu untuk menuju rumahnya.


Calista terus berjalan, hingga tidak sadar ada orang yang mengikutinya dari belakang. Setelah merasakan bahwa ada yang mengikutinya, Calista mempercepat jalannya,hingga orang yang mengikutinya menghadang nya dari depan.


"Siapa kalian, dan mau apa kalian?" Ujar Calista dengan panik hingga memundurkan jalannya.


"Cantik sini temani Abang!" Ujar kedua orang itu dengan terus menghampiri Calista.


"Jangan mendekat!!" Ujar Kalista dengan terus memundurkan jalannya, dia akan berbalik untuk kabur dari sana tapi naas, tangannya di cekal dengan erat oleh salah satu dari preman itu.


"Mau kena cantik, jangan harap kamu bisa kabur dari saya" Ujarnya dengan seringai liciknya.


Orang itu akhirnya menyeret Calista ke arah pinggiran jalan, yang terdapat semak-semak yang lebat.


"Jangan, jangan lakukan itu, kumohon!" Ujar Calista dengan air mata yang sudah bercucuran.


Kedua preman itu terus berusaha membuka pakaian Calista, tapi Calista terus menerus berusaha untuk memberontak.


"Tolong tolong, tolong aku siapapun!!" Ujar Calista dengan terus menangis.


Dilihatnya ada pemuda yang melintas di jalan sepi itu, dia mendengan kata tolong dari semak-semak itu, pemuda itu akhirnya turun dari mobil dan langsung berlari kearah semak-semak itu.


Dilihatnya kedua preman yang sedang berusaha untuk membuka semua pakaian Calista, dilihatnya Calista yang juga sedang memberontak.


Pemuda yang melihat itu langsung menghajar kedua preman itu hingga preman itu kabur dari sana, pemuda itupun melirik ke arah Calista, lalu dia mendekatinya mencoba untuk mengantarnya pulang.


"Jangan mendekat!, kumohon jangan lakukan itu padaku!, siapapun tolong aku hikshikshiks,,,,,,,"tetiak Calista dengan keras.


"Tenanglah kamu aman sekarang, aku bukan orang jahat" Ujar pemuda itu untuk menenangkan Calista.

__ADS_1


"Ayo kita pulang, aku akan antar kamu ke rumah, tunjukan dimana alamatmu" Ujar pemuda itu lagi.


Calista terus menangis tersedu-sedu, dia hanya menunjuk rumah yang terlihat dari setitik dari kejauhan.


Pemuda itu mengikuti arah telunjuk Calista, dilihatnya rumah yang besar sehingga dapat terlihat dari kejauhan.


Pemuda itu pun langsung menuntun Calista menuju ke mobilnya, didalam mobil Calista terus saja menangis.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk menuju ke rumah Calista, karena memang rumah Calista tidak terlalu jauh.


Setelah sampai di halaman besar rumah Calista, pemuda itu langsung mengetuk pintu rumah Calista.


Tok tok " Permisi".Ucap pemuda itu.


tidak berapa lama dilihatnya sang asisten rumah tangga membukakan pintu rumah.


"Mau cari siapa yah mas?" Ucap bi Surti selaku sang asisten rumah tangga.


"Emm, perkenalkan nama saya Irfan, ini saya mau mengantarkan wanita, kata dia rumahnya disini" Ujar Irfan.


"Owh mas Irfan namanya, saya Surti mas asisten rumah tangga di sini, wanita yang mana yah mas??"Tanya bi Surti.


"Owh dia ada di dalam mobil" Ujar Irfan.


akhirnya Irfan dan bi Surti menghampiri mobil Irfan untuk melihat siapa wanita yang di maksud oleh Irfan.


Bi Surti akhirnya langsung masuk kedalam rumah, untuk mengatakan kepada kedua orang tua Calista. Dengan terus berlari tetbirit-birit bisurti menuju ke kamar milik tuannya itu.


Toktoktok "Tuan, nyonya, non Calista dia, tuan, nyonya" ujar bi Surti dengan suara yang keras.


Tak lama pintu kamar akhirnya terbuka menampilkan kedua orang tua.


"Ada apa bi, kenapa dengan Calista,,?" Ujar Hendra selaku orang tua Calista.


"Iyah ada apa dengan Calista? bukannya dia lagi nginep di rumah temennya yah??" Ujar Rita selaku mamah Calista.


"Itu tuan,nyonya, nona Calista di antar sama temennya dengan keadaan yang kacau" Ujar bi Surti dengan panik.


"Ada apa bi, jangan buat kami jadi khawatir"ujar Hendra.


"Ayo, pah kita liat keadaan Calista!" ujar Rita dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Mereka akhirnya menuju ke luar rumah, dilihatnya Irfan yang sedang berdiri menunggu di halaman rumah, Hendra dan Rita menghampiri Irfan.

__ADS_1


"Dimana anak saya?" ujar Hendra dengan keras.


"Dia ada di dalam mobil tuan" ujar Irfan


Hendra akhirnya menuju ke arah dimana mobil Irfan berada, Hendra langsung membuka pintu mobil itu, betapa terkejutnya Hendra ketika melihat putri semata wayangnya yang terlihat menyedihkan dengan rambut yang acak-acakan, serta baju yang compang camping, di tambah lagi dengan keadaan Calista yang terus menangis.


"Calista, apa yang terjadi dengan anak saya, apa yang telah kamu lakukan dengan anak saya hah??" ujar Hendra.


Rita pun menangis tersedu-sedu melihat putri yang dia sayangi menjadi seperti itu.


"Calista sayang kamu kenapa nak, siapa yang udah bikin kamu kaya gini??" ujar Rita.


"Mamah, aku takut mah ada orang yang mau memperkosa aku hikshikshiks" ujar Calista memeluk mamahnya sambil menangis.


"Tenang sayang, ayo kita masuk kerumah!" ujar sang mamah.


Calista dan mamahnya akhirnya masuk kedalam rumah dengan keadaan Calista yang terus menangis.


"Maaf om, tadi anak om di ganggu oleh preman yang ada di jalan anggrek, anak om hampir saja di perkosa, tapi untung saja waktu itu saya sedang melintas di jalan itu" Ujar Irfan.


"Jadi kamu yang sudah menolong anak saya??" Ujar Hendra.


"Terima kasih yah, kalo tidak ada kamu apa jadinya nasib putri saya" Ujarnya lagi.


"Iyah om, ya sudah saya pulang pamit pulang dulu, udah malem soalnya" ujar Irfan.


Setelah berpamitan kepada Hendra, Irfan pun segera mengemudikan mobil nya untuk pulang ke rumahnya.


Hendra langsung masuk, dan melihat keadaan putri kesayangannya yang.


Hari-hari telah di lewati, saat kejadian dimana Calista terkena musibah, Calista tidak pernah keluar rumah, dia trauma dengan kejadian yang pernah iya alami.


Hingga akhirnya Hendra dan Rita, memutuskan mencarikan psikiater untuk mengembalikan mental Calista, agar seperti biasa lagi.


Berbulan-bulan Calista selalu di bingbing oleh psikiater, untuk mengembalikan mentalnya yang sempat terganggu.


Hingga akhirnya Calista bisa sembuh dalam traumanya, dia sudah bisa menjalani kehidupan normalnya seperti sebelumnya, senyum keceriaan yang selalu terpancar di wajahnya, sekarang Calista sudah sembuh dari traumanya.


Flashback off


Sekarang aku sudah sembuh dari trauma, yang pernah aku alami karena kejadian itu, aku sudah bisa menjalankan hari-hari ku seperti biasanya, aku sudah menjalankan aktivitas rutinku,sebelum aku mengalami trauma dan mental ku terganggu.


Sekarang aku sudah bisa melupakan, dan tidak merasa takut lagi, untuk mengingat kembali apa yang telah terjadi pada ku saat itu. Aku sudah sembuh dari trauma ku, dan sekarang aku sudah kembali menjadi Calista yang selalu ceria seperti sebelumnya.

__ADS_1


--------------SELESAI--------------


Semoga kalian suka🥰


__ADS_2