
Malam hari
"Akan ku bunuh kau, hahahahah" ujar gadis itu dengan kedua tangan nya yang membawa pisau.
"Tolong jangan lakukan itu, maafkan aku, aku tidak akan mengganggumu lagi" tangis gadis yang terikat.
"Hahahahah, kamu fikir kamu bisa lepas begitu saja dariku, jangan harap, setelah aku bermain dengan mu aku akan melepaskan mu" ujar gadis prikopat.
"Tolong jangan sakiti aku, tolong maafkan aku, jangan sakiti aku, tolong lepaskan aku" ujar gadis yang terikat.
"Hahahahah, rasakan ini" ujar gadis psikopat mengarahkan pisau di tangannya secara bergantian.
"Srettt"
"Jlepp"
"Srettt"
"Jlepp" bunyi pisau yang di tusukan ke berbagai tubuh, wanita yang terikat pun hanya mengeluarkan jeritan ke sakitannya hingga tak terdengar lagi jeritannya, bertanda bahwa gadis itu telah tiada.
Ke esokan harinya.
__ADS_1
"Rel, bangun!, Ini udah jam 8 loh, kita ada kelas pagi, dan bentar lagi pelajarannya akan di mulai" ujar Naya.
"Eummmm" geliat Aurel.
"Cepetan mandi, jangan lama-lama!"ujar Naya.
Akhirnya Aurel langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, kini keduanya telah berada di kampus, mereka berdua sedang berjalan di koridor kampus, untuk menuju kelas nya.
"Owh iya Rel, loh dari mana ajah kenapa pulangnya malem banget?"tanya Naya.
"Biasa ada urusan" jawab Aurel datar.
"Kamu gak perlu tau" jawab Aurel datar.
"Maaf" ujar Naya, Aurel pun hanya meliriknya.
Sesampai nya di kelas keduanya langsung mendudukan tubuhnya di kursinya masing-masing, dan menunggu dosennya datang.
Dilihatnya 3 wanita yang terlihat sosoan cantik, tapi memang iya mereka cantik, tapi dengan gayanya yang kecentilan dan berbuat semaunya serta bersikap seperti seolah-olah dirinyalah seorang pemimpin dan sok cantik, ketiganya menghampiri Aurel.
__ADS_1
"Gadis batu, miskin, sosoan kuliah di sini,punya kemampuan apa kamu?"ujar Tasya.
Aurel hanya bisa diam tidak menanggapi ocehan dari Tasya, namun di balik perilakunya yang pendiam, tidak membalas ucapan seseorang yang menghinanya, namun diam nya Aurel diam² berbahaya.
"Eh loh nenek sihir dan anteknya jangan menghina sahabat gw yah" ujar Naya.
"Kenapa,lo gak trima?"tanya Nadia se geng dengan Tasya.
Namun Tasya hanya Diam, tak mengeluarkan suara, dia hanya melirik mereka dengan mata yang tajam, seperti mengatakan 'tunggu pembalasanku'.
(˘・_・˘)
Sudah terlalu banyak orang yang telah terbunuh di tangan Tasya, namun semua itu kesalahan mereka sendiri yang tengah mengusik Tasya, yang selalu berbuat semena-mena dengan nya, jadi balasan yang Tasya berikan yaitu kematian yang sangat mengenaskan untuk orang yang selalu menghina dan mencacimakinya.
Kematian yang sadis selalu Tasya berikan pada orang-orang yang telah menghinanya, yang selalu memandang rendah dirinya, yang selalu mengusik keberadaannya, mereka semua mendapatkan balasan yang mengerikan oleh Tasya.
Namun Tasya sadar bahwa dirinya telah berbuat kesalahan, telah membunuh semua orang, hingga pada akhirnya Tasya pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Banyak sekali yang bertanya-tanya tentang Tasya yang mengakhiri dirinya sendiri namun tak berlangsung lama semuanya normal kembali.
\[END\]
__ADS_1
Hai teman-teman nih intan up lagi,jangan lupa berikan like dan ramaikan komentarnya yah😊
maaf yah jika ceritanya kurang bagus, atau gimana lah, dan tentunya maaf juga kalo banyak typoo, emang di cerita intan ini banyak typoo yang bertebaran kemana² jadi jangan bosen yah😁