
Cinta tak harus memandang tua ataupun muda, perbedaan usia tak membuat sebuah cinta hilang, jika kita nyaman dengannya pasti kita akan mempertahankan nya.
Ketika kita mengagumi, menyimpan perasaan suka, kepada seseorang yang lebih dewasa dari kita, itu hal yang wajar karena cinta datang dengan tiba-tiba, tidak ada yang tau kita bakalan cinta dengan siapa.
Begitu juga Eriska putri Jack, Eriska adalah salah satu murid duduk di kelas XI IPS, di sekolah xxx, dia merupakan anak yang pintar, tapi agak sedikit tomboy, dia juga orangnya sangat to the points, apa yang dia suka dan apa yang dia tidak suka pasti dia ngomong apa adanya,awalnya dia di tempatkan di IPA tapi karena tingkah nya yang seperti laki-laki dia memilih untuk pindah di kelas IPS.
Dia memiliki perasaan terhadap guru baru yang ada di sekolahnya, namanya Reyhan Gilang Aditama. Reyhan adalah guru baru di sekolah tempat Eriska sekolah, Rehan memiliki wajah yang tampan, dewasa, beribawa dan berkarismatik, Reyhan juga banyak di gemari oleh siswinya dan juga guru yang masih singgel tentunya. Sebelumnya Eriska tidak pernah menyukai laki-laki, bukan berarti dia tidak normal yah.
Emang dia itu tidak memikirkan tentang laki-laki dia masih pengen bersenang-senang dengan teman-temannya, tapi tidak tau kenapa pada awal Eriska melihat Reyhan selaku guru baru yang ada di sekolah itu Eriska mengaguminya.
Eriska menunjukan rasa kagumnya dengan tingkah nakalnya, dia selalu membuat ulah saat ada jam Reyhan, sungguh konyol ada seseorang yang mengagumi,untuk menunjukan rasa kagumnya dia berbuat hal konyol, bertingkah nakal.
Seperti sekarang dilihatnya Eriska sedang menggoda Reyhan dengan tingkah konyolnya itu, sungguh membuat siapa saja yang melihatnya akan darah tinggi.
"Hei pak, ini yah aku sudah mengerjakan semua" ujar Eriska memberikan buku catatannya.
Reyhan akhirnya menerima buku Eriska dia mengamatinya betapa terkejutnya dia melihat nya, bukan catatan yang Eriska tulis, melainkan sebuah kata yang membuat dirinya sangat naik darah.
Eriska menulis di setiap lembar dengan tulisan I love you my Teacher, semua lembar buku terdapat semua tulisan itu, sungguh mengesalkan.
"Eriska, dimana catatanmu?" ujar Reyhan dengan menahan kekesalannya.
"Itu pak catatan saya, bapak terima nggak, harusnya di terima dong pak" ujar Eriska dengan tertawa.
"Kamu keluar sekarang dari jam belajar saya!!" perintah Reyhan dengan tegas.
Semua murid-murid langsung tersentak kaget dengan apa yang gurunya katakan.
Eriska yang mendapat bentakan dari Reyhan langsung keluar tanpa berkata sepatah kata pun,sebenarnya Eriska sakit hati tapi dia anak yang kuat, dia selalu kuat menghadapi semua masalah nya dan dia juga sudah terlalu biasa dengan apa yang Reyhan lakukan, karena memang bukan satu atau dua kali tapi setiap ada jam Reyhan mengajar, Eriska mendapatkan hukuman dari Reyhan.
Eriska pergi ke tempat biasa dia menghabiskan waktu ketika dia sedang membolos atau sedang bosen, yaitu di belakang sekolah disitu ada tempat tersembunyi yang biasa Eriska tempati untuk menenangkan dirinya.
"Huhhhfff sampai kapan yah gw kaya gini Mulu, benci gw, lebih baik aku keluar ajah kali yah dari sekolah, lagi pula papah udah gak perhatian sama aku, tapi kalo aku putus sekolah, aku gak bisa liat pak Reyhan lagi, ya udah lah gak papa, pak Reyhan juga acuh sama gw, ya udah lah liat ajah nanti" gumamnya.
"Mendingan aku tidur ajah,capek banget aku"tambahnya lagi.
Eriska akhirnya memutuskan untuk tidur, memang itu lah sifat Eriska, berawal ketika kedua orang tua Eriska memutuskan untuk bercerai, Eriska menjadi anak yang menjadi tidak di urus, dia selalu melakukan apa yang dia mau, karena tidak ada yang mengurusnya, mamahnya sudah pergi dengan selingkuhannya sedangkan ayahnya sibuk dengan pekerjaannya, sungguh membuatnya bosan untuk hidup, dia berfikir tidak ada yang menyayanginya.
Berhari-hari terus di lewati oleh Eriska tapi tetap sama tidak ada yang membuatnya senang, dia selalu menyendiri, dia juga selalu di keluarkan dari jam nya Reyhan.
"Haduh, gw di keluarin lagi dari jamnya pak Reyhan" ujarnya .
"Ya udah lah gak papa" ujarnya lagi.
"Huhh lebih baik aku putus sekolah aja lah, percuma kaya gini" tambahnya lagi.
Akhirnya Eriska memutuskan untuk pulang, dia langsung masuk ke kelasnya,dan dilihatnya Reyhan sedang menjelaskan materi yang telah dia berikan. Eriska langsung masuk menyelonong tanpa menghiraukan Reyhan yang sedang menjelaskan.
"Eriska, saya sudah suruh kamu buat keluar kenapa kamu malah masuk lagi" ujar Reyhan.
Eriska hanya diam dia tidak menghiraukan Reyhan dia langsung menuju tempat duduknya dan mengambil tasnya, lalu dia keluar dari kelas nya, dia tidak menghiraukan panggilan dari Reyhan yang terus memanggilnya, dia sangat lelah dengan semua ini, dia mau putus sekolah, Eriska sudah tidak ingin sekolah lagi.
Eriska akhirnya langsung menuju gerbang keluar sekolah dia langsung menelfon supir pribadinya yang telah ayahnya carikan.
Setelah sopirnya datang Eriska langsung masuk ke dalam mobil dan dia langsung menyuruh mang Udin untuk mengantarnya ke pantai.
Setiap Eriska merasakan kesedihan dia selalu pergi ke pantai untuk menenangkan suasana hatinya, dengan berada di bibir pantai merasakan terjangan dari ombak, itu bisa membuat Eriska sangat tenang.
Setelah sampai di pantai, Eriska langsung menuju ke bibir pantai dia langsung duduk, dan menerima terjangan terjangan dari ombak, dengan pandangan yang terus menuju ke depan dan dengan tatapan yang kosong, sungguh sebenarnya Eriska anak yang rapuh, dia hanya ingin di sayangi oleh semua orang.
Tapi semuanya tidak mengerti dengan tingkah yang Eriska selalu perlihatkan, dia hanya ingin di sayangi, tapi sangatlah susah, dulu waktu pertama masuk sekolah atau pas kedua orang tuanya telah berpisah Eriska selalu bergaul dengan teman-teman cowo dia nakal seperti cowo yang susah di atur, tapi setelah kelas XI dia malah hanya menyendiri.
Hari-hari telah di lewati, kini Eriska hanya berdiam di kamar dia sudah memutuskan untuk berhenti sekolah, tapi dia terus membayangkan wajah tampan sang teacher yang sudah membuat pikirannya selalu bertuju dengan dia.
Di sekolah.
Dilihatnya Reyhan yang sedang mengajar sudah satu minggu setiap dia mengajar dia tidak pernah melihat Eriska, Reyhan selalu memandang tempat yang pernah di duduki oleh Eriska, biasanya dia akan marah-marah, tapi sudah satu minggu dia tidak marah-marah, dia membayangkan betapa tingkah konyol yang selalu Eriska tampakan, yang selalu membuatnya kesal.
Tapi sekarang Eriska tidak pernah masuk kelas membuat Reyhan merindukan sosok Eriska yang selalu membuat dirinya kesal.
"Kenapa Eriska sudah satu minggu saya mengajar di kelasny tapi tidak ada,kemana dia" ujar Reyhan.
"Haduh, reyhan-reyhan untuk apa kamu memikirkan gadis itu"tambahnya lagi.
Sepi, itulah yang di rasakan Reyhan ketika Eriska tidak masuk, ntah itu perasaan apa, tapi membuat Reyhan sangat memikirkan gadis nakal itu, dia bertanya tanya dimana gadis nakal itu.
Hingga pada suatu hari Reyhan memutuskan untuk mencari keberadaan Eriska, dia akhirnya tau dimana tempat tinggal Eriska, dia menemuinya bersama wali kelasnya, untuk mengunjungi rumah Eriska.
"Assalamualaikum" ujar Bu Gina, tak ada sautan.
__ADS_1
"Assalamualaikum" tambah Reyhan.
Hingga tidk berapa lama bi Ijah selaku pembantu langsung menemui mereka berdua.
"Maaf siapa yah pak, Bu, mau cari siapa?" ujar bi Ijah.
"Apakah benar ini rumahnya Eriska Putri Jack?"tanya Reyhan
"owh Iyah benar pak, ada apa yah?"ujar bi Ijah.
"Saya gurunya Eriska,mauenanyakan perihal Eriska, karena sudah beberapa Minggu ini dia tidak berangkat sekolah" ujar Bu Gina.
"Owh silahkan masuk pak, Bu! kita bicarakan ini di dalam" ujar bi Ijah.
Akhirnya Reyhan dan Gina selaku guru langsung masuk setelah di persilahkan.
"Maaf ya pak, Bu, non Eriska ya sudah tidak ada" ujar bi Ijah.
"Tidak ada gimana maksud anda?" ujar Reyhan dengan panik.
"Maksud saya non Eriska sudah pindah ke rumah neneknya di Bogor kemarin" ujar bi Ijah.
"Kenapa Eriska pindah Bu, emang ada apa, kenapa tidak bilang ke pihak sekolah?" ujar Bu Gina.
Akhirnya bi Ijah memberi tahu apa alasannya Eriska selalu bersikap nakal dan selalu membuat masalah dengan orang, dia juga menceritakan perihal ayah dan mamahnya Eriska yang sudah pisah,itu membuat Eriska menjadi seperti sekarang.
"Owh berarti itu alasannya, apakah dia sekarang melanjutkan sekolah?" tanya Bu Gina.
"Kayanya gak sih Bu, kata non Eriska dia mau putus sekolah dan hidup bersama nenek nya di Bogor ngerawat sapi-sapi yang ada di sana, karena nenek nya non Eriska memiliki banyak peternakan sapi" ujar bi Ijah.
Setelah jelas akhirnya Reyhan dan Gina langsung pulang.
"owh jadi ini yah yang membuat Eriska selalu bertingkah nakal" gumam Reyhan di dalam hati.
"Aku tidak tau, berarti aku selama ini salah menilainya, maafkan aku Eriska" tambahnya lagi.
Reyhan sekarang menyukai Eriska, semua itu berawal karena sebuah hal konyol yang Eriska lakukan, hal yang membuat marah-marah dan mengusirnya justru membuat Reyhan menjadi uring-uringan setelah dia tidak bisa bertemu dengan Erika, entah rasa itu datang kapan, tapi intinya sekarang Reyhan menyukai Eriska.
Hingga Reyhan memutuskan untuk mencari Eriska ke Bogor, dia mengambil cuti untuk bisa mencari Eriska ke Bogor.
Di sisi lain di tempat Eriska, Eriska sedang berada di kamarnya, dia sedang membayangkan wajah teacher nya, dia sangat merindukan teacher nya yang sudah membuat nya jatuh hati.
Hingga akhirnya dia akan berusaha melupakan teacher nya.
"Udah lah Eriska pak Reyhan tidak akan pernah menyukai mu, mungkin sekarang dia senang tidak ada yang membuatnya kesal, udah lupakan saja" gumamnya.
hingga akhirnya Eriska tertidur.
Ke esokan harinya.
Dilain tempat, dilihatnya kini Reyhan telah sampai di Bogor dia bingung harus mencari Eriska di mana, tali dia mengingat bahwa nenek Eriska punya peternakan sapi, dia langsung mencari dimana ayang ada peternakan sapi yang banyak.
Reyhan langsung mencari dimana tempatnya hingga pada akhirnya Reyhan enemy kan alamatnya,Reyhan melihat rumah yang minimalis tapi tetap terlihat bagus dan halaman yang sangat luas sekali di pinggir rumah, di situ terdapat kandang sapi yang banyak sekali sapinya, dan Reyhan melihat Eriska sedang memberi makan sapi-sapi nya.
"Sapi-sapi kamu harus makan yang banyak yah, biar kamu cepat tumbuh jadi sapi yang besar" ujar Eriska dengan tersenyum.
Reyhan yang melihat senyum di wajah cantik Eriska langsung dadanya berdesir merasakan kebahagiaan bisa melihat wanita yang dia cari bahagia tapi tidak dengan hati Eriska.
"Eriska" ujar sang nenek
"Iyah nek" sahut Eriska.
"Sini sarapan dulu, kamu udah beri sapi makan tapi kamunya belum makan, ayo sini" ujar nenek.
"Iyah nek" sahutnya langsung menuju ke dalam.
Reyhan yang melihat Eriska masuk langsung, merutuki dirinya kenapa dirinya tidak bilang dengan Eriska.
"Bodoh, kamu bodoh Reyhan, lihat lah tadi wanitamu ada di depanmu kamu malah diam saja, oke baiklah aku akan menjumpai nya sekarang" ujar Reyhan merutuki dirinya.
Akhirnya Reyhan langsung bergegas untuk bertamu di rumah nenek Eriska.
"Assalamualaikum" ujar Reyhan
"Wa'alaikumsalam" ujar nenek Eriska.
Nenek Eriska akhirnya membukakan pintu, dia langsung bertanya pada Rehan ada kepentingan apa.
"Eh anak muda tampan, ada kepentingan apa nak" ujar nenek Eriska.
__ADS_1
"Saya kemari mau bertemu dengan, Eriska Bu" ujar Reyhan.
"owh Eriska, pasti temannya yah yang ada di Jakarta" ujar nenek.
"Iyah" ujar Reyhan.
"Baiklah saya akan panggilkan Eriska, silahkan masuk dan duduk yah, saya akan panggilkan Eriska. Eriska sedang makan tadi" ujar nenek.
Nenek Rita langsung masuk dan memberi tahu pada Eriska ada anak muda yang mencarinya.
"Eriska ada temanmu yang mencarimu" ujar nenek.
" Temanku siapa nek"
" Nenek tidak tau, sana temui"
" Laki-laki apa perempuan nek"
"Laki-laki, sana temui udah lama nunggu"
Akhirnya Eriska langsung menghampiri siapa yang telah menemuinya.betapa terkejutnya Eriska ketika orang yang ingin menemuinya adalah Reyhan, selaku teacher yang sudah merebut hatinya.
" Pa, Pak Reyhan, mau apa bapak kesini" ujar Eriska.
"Eriska, kenapa kamu tidak berangkat sekolah hmm?" tanya Reyhan.
Reyhan sangat gengsi untuk menyatakan kenapa dia bisa berada di rumah nenek Eriska.
"Maaf pak, kalo cuma itu yang ingin bapak bicarakan, jawabannya saya emang sudah keluar dari sekolah"sudah tidak ada lagi pak, baik lah, saya rasa itu cukup untuk menjawab pertanyaan yang bapak ajukan" ujar Eriska.
"Eriska tunggu, maafkan saya, yang sudah terlalu galak dengan mu" ujar Reyhan.
"Udah pak gak usah minta maaf, aku udah memaafkan bapak ko, terus juga kan bapak gak salah emang semuanya murni kesalahan saya, jadi bapak lantas menghukum saya" ujar Eriska.
"Saya rasa sudah cukup pak, maaf yah pak, saya masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan" ujar Eriska berlalu pergi dari hadapan Reyhan
Hari-hari telah di lalui kini Eriska terus berusaha untuk melupakan Reyhan tapi dia tidak biasa melupakannya.
Dan kini dilihatnya Reyhan sedang memantau Eriska dari jejauhan, pikirannya semakin kalut apa yang harus dia lakukan,hingga akhirnya dia memutuskan untuk menghampiri Eriska dan menyatakan perasaannya padanya.
"Eriska" ujarnya
"Pak Reyhan, ada apa lagi bapak kesini"
"Eriska, saya mu berbicara dengan kamu"
" Maaf pak kalo masalah sekolah saya tidak mau sekolah lagi"
"Tidak Eriska, bukan masalah itu"
" Lalu apa?"
" Ayo ikut saya!"
Akhirnya Eriska mengikuti Reyhan, Eriska juga penasaran apa yang akan di katakan oleh Reyhan.
"Maaf pak, bapak mau bicara apa?"
"Jujur saja saya tersiksa tidak ada kamu, ntah perasan ini hadir sejak kapan, intinya saya merasakan berbeda jika tidak ada kamu, aku menyukaimu Eriska Putri Jack"
"Apakah bapak tidak bercanda?"
" Saya tidak bercanda Eriska, saya setres mikirin kamu makanya saya mencari dimana kerberadaanmu"
" Maukah kau menjadi kekasihku?"
Eriska bingung harus bilang apa, dia juga mencintai teacher nya, dia sudah mencoba untuk melupakannya tapi tidak bisa.
"Maukah kau menjadi kekasihku"
Akhirnya Eriska menganggukan kepalanya.
"Iyah aku mau"
Akhirnya mereka berdua menjadi sepasang kekasih dengan saling mencintai satu sama lain.
----------SELESAI----------
Semoga kalian suka🥰
__ADS_1