
Di pandangi nya siluet tubuh yang tertidur dengan pulas di sampingnya, lelaki yang kini telah menjadi imam beberapa jam yang lalu.mereka telah melangsungkan pernikahan.
Kini Anisah telah memandangi wajah suaminya yang nampak dengan damai ketika dirinya tertidur, Anisah mengingat dirinya telah menyerahkan tubuhnya pada laki-laki yang sangat dia cintai, begitu pun sebaliknya, Haris sang suami juga sangat mencintai Anisah.
Pernikahan mereka di dasari dengan cinta, tanpa adanya perjodohan, mereka murni menikah dengan pilihannya sendiri, karena mereka benar-benar saling mencintai satu sama lain.
Dengan perlahan Anisah bangkit dari ranjangnya dengan menahan sakit di bagian intimnya, Anisah melangkah menuju ke bawah menuju dapur untuk mengambil minum.
Tengah malam lewatAnisah terbangun,karena dirinya merasakan tenggorokannya kering, mengingat dia telah mengeluarkan suaranya tanpa henti karena sentuhan dari suaminya.
Anisah yang mengingat pergemulan nya dengan Haris membuat pipinya menjadi panas, betapa dirinya dengan agresif terus mendesah tanpa henti.
Setelah Anisah mengambil minum serta meneguknya, Anisah langsung kembali menuju kamarnya untuk tidur kembali.
Ke esokan harinya
Kini dilihatnya Anisah merasakan benda berat yang menimpa dirinya, hingga mengharuskan Anisah untuk membuka matanya, melihat benda apa yang menimpanya.
Anisah membuka matanya dan langsung mendapatkan sebuah kecupan dari sang suami.
"Morning my wife" ujar Haris sambil mengecup singkat bibir Anisah.
"Moring too my Husband" ujar Anisah membalas sapaan sang suami.
Haris pun mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi di wajah Anisah, mendaratkan bibirnya di bibir ranum milik istrinya, Haris menekan tengkuk Anisah untuk memperdalam lumatannya, Anisah yang mendapat kan serangan dadakan dari suaminya hanya bisa pasrah, menerima apapun yang suaminya lakukan, karena itu kewajibannya.
Hingga pada akhirnya mereka bergemul dengan penuh gairah, menikmati dari sentuhan-sentuhan keduanya.
( ˘ ³˘)♥
Tak di sangka dan tak di duga, kini pernikahan Anisah dan Haris sudah memasuki bulan ke 4, namun keduanya terlihat sangat bahagia, ya walaupun pertengkaran kecil selalu ada menghiasi rumah tangga mereka.
"Sayang, mas brangkat ke kantor yah" ujar Haris berpamitan pada istrinya.
"Kamu gak papa kan di tinggal sendiri, apa sebelum mas brangkat kita ke dokter?"lanjutnya lagi, di nada bicaranya sangat khawatir dengan kondisi istrinya yang ntah be erapa hari ini setiap pagi selalu muntah-muntah.
"Gak usah mas, aku baik-baik ajah, mas kerja ajah yah, gak usah khawatir aku baik-baik ajah ko" ujar Anisah meyakinkan suaminya.
"Kamu beneran?"ujar Haris
"Iyah sayang" ujar Anisah.
__ADS_1
"Ya udah, tapi kalo kamu ngerasa gak enak badan, kamu telvon aku yah!"ujar Haris dengan mengecup kening sang istri.
Setelah itu Anisah mencium tangan Haris, Haris pun langsung pergi ke kantor dengan perasaan yang khawatir dengan keadaan istri tercintanya itu.
Setelah kepergian suaminya Anisah langsung masuk ke dalam rumah, sebelum dia melangkah menaiki tangga, rasa mual yang begitu mengaduk-aduk perutnya, Anisah langsung berlari menuju wastafel untuk memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.
Setelah mengeluarkan muntahannya, Anisah langsung menuju ke ruang tv untuk mendudukkan tubuhnya yang lemas, wajah pucat nya tidak melunturkan kecantikan alaminya.
"Kenapa akhir-akhir ini, setiap pagi perutku seperti di aduk-aduk, membuatku lemas" gumam Anisah.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"sebuah pertanyaan yang muncul di kepala Anisah.
"Apa sebaiknya aku ke dokter ajah yah, ya udah lah aku pergi ke dokter ajah" gumamnya.
Anisahpun akhirnya menuju ke kamarnya untuk berganti pakean, setelah itu dirinya langsung keluar dari rumah.
"Pak Ujang tolong anterin saya ke rumah sakit" ujar Anisah.
"Baik, nyonya" ujar pak Ujang.
Anisah pun akhirnya menuju ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya, dia takut ada penyakit yang bersemayam di dalam tubuhnya.
Tidak menghabiskan banyak waktu akhirnya Anisah sampai ke rumah sakit.
"Baik, nyonya" ujarvpak Ujang.
Anisah langsung turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya.
Satu jam berlalu, kini Anisah telah keluar dari ruamngan tempat dirinya memeriksakan keadaan tubuhnya, dengn senyum yang terus mengembang perasaan yang sangat bahagia yang saat ini menghiasi hati Anisah, Anisah langsung pulang menuju mansionnya.
Di mansionnya Anisah menunggu suaminya datang, dengan perasaan bahagia Anisah akan memberikan surprise untuk suami tercintanya, dia akan menyerahkan hasil USG pagi tafi.
Tinggal beberapa menit lagi sang suami yang di tunggu-tunggu oleh nya akan segera datang, karena jam sudah menunjukan kepulangannya.
Terdengar suara mobil yang memasuki pelataran mansion mewah miliknya, dengan perasaan yang bahagia Anisah melangkahkan kakinya menuju pintu untuk menyambut sang suami.
Anisah pun langsung membuka pintu dengan perasaan bahagia, di lihatnya laki-laki yang seharian ini dia rindukan telah ada di balik pintu itu, dengan penuh semangat Anisah menyalami suami tercintanya.
Mereka berdua langsung masuk menuju kamarnya, Haris yang baru saja pulang dari kantor, dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Dengan setia Anisah menunggu suaminya slesai mandi.
__ADS_1
Tidak berselang lama Haris keluar dari kamar mandi dan menuju ke tempat ganti, untuk mengenakan pakaian.
Setelah itu Haris melangkahkan kakinya menuju sang istri merebahkan tubuhnya di atas pangkuan sang istri.
"Sayang, kamu kenapa senyum-senyum kaya gitu?"ujar Haris.
"Sayang aku punya surprise untuk kamu" ujar Anisah antusias.
"Apa itu?"tanya Haris.
Anisah pun bangkit dari duduknya begitu juga dengan Haris yang sebelumnya merebahkan diri di atas pangkuan sang istri.
Anisah mengambil sebuah foto USG janin yang ada di dalam rahimnya, dan menyerahkan nya kepada Haris.
"Ini apa?"ujar Haris.
"Buka ajah!"ujar Anisah dengan senyuman yang mengembang.
Haris pun membuka amplop yang berisikan foto hasil USG janin yang ada di rahim Anisah, senyuman mengembang di ke dua sudut bibir Haris, senyuman yang menggambarkan bahwa dia sangat bahagia.
"Aku hamil" ujar Anisah dengan tsenyuman mengembang di kedua sudut bibirnya.
"Kamu beneran hamil?"tanyanya dan di balas anggukan oleh Anisah.
Haris langsung memeluk Anisah dengan, perasaan bahagia yang saat ini kedua nya rasakan, dengan ke hadiran janin yang ada di dalam rahim Anisah.
Harus melepaskan pelukannya dan langsung beralih ke perut Anisah.
"Sayang, makasih kamu sudah mau hadir di dalam sana, kamu jangan nakal yah, jangan buat bunda kesusahan yah" ujar Haris pada janin yang berada di dalam rahim Anisah.
"Iyah, ayah aku gak akan nakal" ujar Anisah dengan menirukan suara anak kecil.
Haris pun mensejajarkan tubuhnya dengan Anisah, di peluknya lagi tubuh Anisah dengan erat seolah dia benar-benar sagat bahagia.
"Makasih"ujar Haris.
"Sudah menjadi kodrat seorang wanita yang harus bisa memberi keturunan dalam rumah tangga" ujar Anisah mengeratkan pelukannya.
Bahagialah sudah rumah tangga mereka dengan dadirnya janin yang ada di dalam rahim Anisah, menambah lengkap rumah tangga mereka.
[END)
__ADS_1
Hai teman-teman jangan lupa like yah dan ramaikan kolom komentarnya( ◜‿◝ )♡