
Dua orang sahabat dengan saling menyayangi satu sama lain, saling melengkapi satu sama lain. Selalu bersama, saling menjaga, saling berjanji untuk selalu ada dalam suka maupun duka.
Seiring berjalannya waktu, karena mereka selalu bersama, hingga tumbuhlah rasa cinta antara keduanya. Namun kisah cinta mereka(baca ceritanya)!☺️
##################
Dilihatnya dua orang lawan jenis sedang duduk di bangku taman yang menjadi tempat favorit mereka, dengan masih menggunakan seragam sekolahnya.
Dua remaja yang masih duduk di bangku SMA kelas 3, yang di kenal dengan nama Dinda lestari dan Ricky Carlo, mereka sedang asik bercerita, saling membagi kebahagiaan dan kesedihan dalam diri mereka masing-masing.
Dengan semangat Dinda bercerita, begitu terlihat kebahagiaan yang terpancar di wajah cantiknya. Ricky hanya bisa mendengarkan gadis itu bercerita.
"Ricky, lihat deh aku sudah membuat ini" Ujar Dinda melihatkan ukiran yang telah dia buat di pohon yang berada tepat di bangku taman yang menjadi tempat favorit mereka.
Ricky pun berdiri dan berjalan menghampiri Dinda, untuk melihat apa yang telah Dinda buat, terpampang lah nama mereka dengan sangat jelas bertuliskan Dinda ❤️ Ricky.
"Aku sudah mengukir nama kita di sini, aku harap kita bisa terus saling menjaga dan selalu ada kapan pun kita membutuhkan" ujar Dinda dengan sendu.
"Kita akan selalu menjadi sahabat, aku akan selalu ada untuk mu, aku akan selalu ada kapan pun kamu membutuhkan ku" sanggah Ricky.
Keduanya saling berpelukan seperti Teletubbies, keduanya saling memiliki rasa. Namun mereka tidak berani mengungkapkan hati mereka masing-masing.
###############
Beberapa tahun berlalu.
"Yeh kita sudah wisuda" ujar Dinda.
"Selamat yah Ricky" tambah Dinda dengan memeluk Ricky.
"Selamat juga Dinda" jawab Ricky.
Setelah acara wisuda selesai, keduanya menyempatkan diri untuk pergi ke taman yang biasa mereka datangi.
"Din, setelah wisuda ini aku akan ketempat mamah ku di Belanda, aku akan mencari pekerjaan di sana" ujar Ricky.
"Kenapa harus di sana, dan kamu bakalan ninggalin aku gitu, kita di sini cari kerjaan bareng Ric" sanggah Dinda dengan mata yang sudah membendung.
"Tenanglah, aku janji aku bakalan selalu ngabari kamu setiap hari" ujar rich menenangkan Dinda.
Berbagai macam cara ricky lakukan untuk menenangkan Dinda agar tidak sedih lagi, hingga akhirnya Dinda pun mengiya kan keputusan Ricky untuk tinggal di Belanda.
"Jadi kapan kamu mau brangkat?" ujar Dinda.
"Besok aku brangkat" jawab Ricky.
"Apakah secepat itu?" ujar Dinda dengan muka yang sendu.
"Iya Din, kamu jangan sedih yah aku pasti bakalan selalu memberi kabar pada mu, aku janji" jawab Ricky menenangkan Dinda.
##############
Di rumah Dinda
Di kamar Dinda bergumam sendiri dengan gumamannya yang terdengar sangat sedih.
"Aku sayang sama kamu Ric, aku gak mau jauh dari kamu, apa aku harus bilang sama Ricky kalo aku cinta sama dia, tapi kalo dia nolak aku dan hubungan persahabatan kita hancur gimana, tapi kalo aku gak ngomong sama Ricky aku gak mau jauh dari Ricky, aku gak rela kalo suatu saat nanti Ricky punya pacar dan itu bukan aku. Baiklah Dinda kamu harus ngomong sama Ricky, tak perduli Ricky mau menerimanya atau tidak" gumam Dinda.
__ADS_1
Tidak jauh berbeda juga dengan Ricky, dia juga sama halnya dengan Dinda, Ricky bergumam sendiri di dalam kamar nya, dengan pikiran dan perasaannya berpadu jadi satu.
Di rumah Ricky.
"Apakah aku harus mengatakan yang sejujurnya ada dalam hatiku, bahwa aku mencintai Dinda, aku ingin sekali mengatakan cintaku, tapi aku takut kalau Dinda menolak ku dan hubungan persahabatan kita hancur begitu saja, tapi perasaan ini mengganjal, baiklah aku akan mengatakannya, walaupun Dinda menolak Ku tidak perduli" gumam Ricky
Ricky langsung menghubungi Dinda untuk bertemu di kafe yang sering mereka kunjungi, ketika menghabiskan waktu bersama.
Di kafe.
"Hai Ric" ujar Dinda yang baru datang.
"Hai" ujar Ricky menimpali sapaan Dinda.
"Udah lama nyampe yah?" ujar Dinda.
"Gak ko" timpal Ricky.
Dinda pun duduk dan mesan coffilate.
"Owh, Iyah kamu mau ngomong apa?" ujar Dinda.
"Mmm, kamu dulu ajah" ujar Ricky
"Oke, apakah kamu jadi brangkat ke Belanda?"
"Iyah jadi, hanya itu yang ingin kamu sampaikan?" ujar Ricky.
"Iyah" jawab Dinda.
"Ya udah sekarang kamu, kamu mau ngomong apa?" tambah Dinda.
"Kalo itu mah pasti ric.tidak udah kau meminta aku pasti akan mengantarmu" ujar Dinda dengan tersenyum.
"Terima kasih" jawab Ricky.
Ya udah ayo kita pulang, aku mau siap-siap buat besok.
###########
Ke esokan harinya setelah Dinda mengantarkan Ricky ke bandara Dinda langsung pulang ke rumah nya, Dinda merasa ada yang hilang dalam dirinya, apakah Dinda bisa melewati hari² nya tanpa kehadiran Ricky yang selalu ada untuknya.
Hari-hari telah berlalu begitu saja, berganti begitu cepat hingga tak terasa sudah 3 tahun Dinda berpisah dengan Ricky, tapi Ricky menepati janjinya untuk selalu memberi kabar pada Dinda sahabatnya, bahkan hampir setiap hari Ricky menyempatkan untuk mengabari Dinda.
Hingga tak terasa Ricky pulang ke Indonesia untuk menikah, membawa calonnya dari luar negri ke Indonesia dan melangsungkan pernikahan nya di Indonesia.
Dinda sangat sakit hati, orang yang dia harapkan menjadi pendamping hidupnya malah menikah dengan orang lain. Sakit memang itu yang di rasakan oleh Dinda.
Di pernikahan Ricky.
"Hai Ric, hai Li, semoga kalian menjadi pasangan yang harmonis yah, semoga langgeng sampai maut yang memisahkan kalian" ujar Dinda memaksakan tersenyum untuk menutupi kesedihannya.
Sekuat tenaga Dinda menahan rasa sakit di hatinya, melihat orang yang dia cintai bersanding dengan orang lain.
"Thank you Dinda" ujar Liona istri Ricky.
"Makasih yah" ujar Ricky Dinda pun hanya menanggapi dengan senyuman.
__ADS_1
setelah memberikan selamat kepada kedua mempelai, Dinda di ajak berdansa dengan Ricky. Awalnya Dinda menolak tapi Ricky memaksanya untuk berdansa dengannya, hingga akhirnya Dinda menerima ajakan Ricky.
Keduanya berdansa mengikuti alunan musik romansa yang menjadikan irama dalam dansa mereka.
Tatapan mata dari keduanya seolah berbicara, dengan hati yang saling berdegup kencang atas perasaan yang mereka miliki satu sama lain, namun semuanya berbeda mereka benar-benar tidak bisa menjadi satu, karena Ricky telah menikah.
"Aku bahagia bisa berdansa seperti ini dengan mu Din, andaikan saja kau yang menjadi pendamping hidupku, aku pasti akan lebih-lebih bahagia, tapi bagi ku ini lebih dari cukup, aku bisa menatap wanita yang aku cintai se dekat ini, terimakasih untuk semuanya Dinda, mungkin ini yang terakhir untuk kita" gumam Ricky dalam hati.
"Aku bahagia bisa berdansa denganmu, mungkin ini yang terakhir untuk kita, karena kamu sudah memiliki istri, dan akan kembali ke Belanda lagi, pasti kau akan lupa dengan ku, sibuk dengan kepentingan pribadi mu, aku bahagia walaupun aku tidak bisa bersanding dengan mu, melihatmu bahagia sudah lebih dari cukup" gumam Dinda dalam hati.
Beberapa hari kemudian, kemarin Ricky telah kembali ke Belanda bersama istrinya.
"Toktoktok" bunyi ketukan pintu.
Dinda langsung menuju ke arah pintu dan membukanya, Dinda terkejut melihat orang yang ada di balik pintu rumahnya itu.
"Ta...Tante" ujar Dinda yang kaget dengan kehadiran ibu dari Ricky.
"Hikshikshiks" suara tangisan Tante Rika.
"Tante kenapa, apa yang terjadi? " ujar Dinda.
"Ricky, Din, Ricky." ujar Tante Rika dengan terus menangis.
"Ada apa dengan Ricky Tante, apa yang terjadi, Ricky baik-baik ajah kan Tan?" ujar Dinda mulai panik.
"Ricky kecelakaan dan dia meninggal din" ujar Tante Rika dengan tangisan.
Seketika itu Dinda tidak bisa berkata apa-apa, tubuhnya terasa lemas, kakinya tidak bisa menopang tubuhnya, Dinda langsung terjatuh dan menangis.
"Tidak mungkin, semua ini tidak mungkin terjadi kan Tante, Ricky tidak apa-apa kan Tante" ujar Dinda dengan air mata yang terus mengalir.
Tante Dinda hanya terus menangis.
"Bagai mana dengan Liona Tante?" ujar Dinda.
"Liona koma di rumah sakit" ujar Tante Rika.
"Ini ada buku peninggalan Ricky, Ricky menyuruh Tante untuk memberikannya padamu sebelum Ricky menghembuskan nafas terakhirnya"ujar Tante Rika menyerahkan buku diary milik Ricky.
Dinda pun membuka buku diary milik Ricky, banyak sekali foto-foto mereka berdua yang tertempel di buku harian itu, di setiap lembarannya, di bawah fotonya terdapat curahan-curahan hati Ricky.
"Terimakasih banyak kau sudah menjadi sahabatku, selalu ada untuk ku, selalu menemani diriku, dan selalu melindungi ku. Seharusnya aku yang melindungi mu, tapi kamu lah yang selalu melindungi ku, terimakasih semua waktumu untuk ku. Aku sangat mencintaimu, tapi semua rasa ini aku pendam biar aku yang merasakannya sendiri, karena aku tidak mau kalau kamu membenci ku setelah mengetahui bahwa aku mencintai mu, aku tidak mau kau menjauhi ku. Terimakasih waktu hari pernikahan ku kau mau berdansa dengan ku, itu lebih dari cukup untuk ku bisa melihat orang yang aku cintai dengan sangat dekat, mungkin itu terakhir untuk kita berdua. Terimakasih sahabat ku Dinda, aku mencintai mu semoga kau bahagia.(Ricky)." isi dari buku diary milik Ricky.
Masih banyak lagi curahan Ricky di buku diary milik nya.
Setelah membaca di bagian akhir buku diary itu Dinda semakin menangis.
"Ricky aku mencintaimu" ujar Dinda dengan terus menangis.
{END}
**Note;
Pada dasarnya ungkapkan lah rasa cinta kalian dengan orang yang kalian cintai, tak usah khawatir jika orang yang kamu cintai menolakmu, yang terpenting kamu sudah mengungkapkan perasaanmu padanya.
jika kalian memiliki rasa terhadap sahabatmu sendiri, ungkapkan lah jangan di pendam, jangan khawatir jika dia menolakmu, bisa saja dia juga memiliki perasaan yang sama terhadap mu, jika memang di tolak olehnya jangan lah berkecil hati dan menjauh, tetaplah menjadi sahabat yang seperti sebelumnya☺️.
__ADS_1
TERIMA KASIH**