Kumpulan Cerpen Ku

Kumpulan Cerpen Ku
Pak Zidni aku Mencintaimu


__ADS_3

"Intan?"panggil Muza pada gadis yang sedang berjalan di koridor sekolah.


Intan yang merasa namanya di panggil oleh seseorang, ia pun menghentikan jalannya dan berbalik melihat siapa yang tengah memanggilnya.


Sedangkan Muza yang melihat intan berhenti langsung berjalan menghampiri gadis tersebut untuk berjalan beriringan menuju ke kelasnya.


"Yo jalan" ujar Muza, mereka pun berjalan beriringan menuju kelas mereka.


"Eh Tan kenapa kamu baru brangkat, aku nungguin kamu loh tadi di situ, eh malah tau-tau nya kamu udah kesini aku di tinggalin" lanjut Muza lagi.


"Kamu tuh tadi lagi ngobrol sama si Rizik jadi ya udah aku masuk aja, terus juga kirain aku kamu gak nungguin aku Muz" timpal Intan.


Mereka berdua pun terus berjalan ke kelas mereka yang berada paling ujung, setelah keduanya sampai di kelas, mereka pun langsung di sambut oleh teman-temannya.


"Eh Tan,Muz baru nongol kalian, aku dah nungguin kalian loh, tuh anak berangkat apa gak" ujar Anis.


"Iya bener aku juga ngomong terus sama Anis, kapan si Intan sama Muza datang" timpal Ela.


"Ya kita berangkat lah masa iya enggak" ujar si Muza, Intan pun hanya mengangguk dan langsung duduk di tempatnya.


Intan adalah gadis SMA kelas XII IPS 1, dia memiliki sifat yang ceria tapi cuek, sifat cerianya dia tunjukan kepada sahabat karibnya sedangkan sifat cueknya dia tunjukan pada teman biasa atau bisa di bilang juga teman biasa. Intan memiliki 3 orang sahabat yaitu Muza, Ela,dan Anis keempatnya selalu bersama-sama hingga banyak orang yang mengatai mereka kembar, karena tinggi badan mereka sama rata tingginya.


Gadis cantik itu menyukai gurunya sendiri yang mengampu pelajaran geografi, yaitu pak Zidni Maula, pak Zidni pun merupakan guru baru yang masih muda dan tentunya belum menikah, ia yang menggantikan Bu Eka Fitriani karena Bu Eka telah mengambil cuti karena melahirkan.


Intan telah menyukai gurunya itu saat dia pertama kali bertemu, yaitu saat pak Zidni pertama kali masuk dan mengajar di kelasnya. Tapi Intan tidak tahu itu perasaan biasa sekedar mengagumi karena pak Zidni yang ganteng dan menurutnya seperti tokoh novel-novel yang dia baca.


Atau karena pak Zidni memiliki postur tubuh yang sangat-sangat bagus serta tinggi dan juga dengan muka yang ganteng tentunya, sehingga membuat Intan menyukai gurunya itu, tapi Intan tidak tahu perasaan yang ada di hatinya itu cinta yang tumbuh di hatinya atau sekedar mengagumi nya saja yang bisa kapan-kapan perasaannya itu akan hilang dengan sendirinya.


"Selamat pagi anak-anak" ujar guru yang masuk kedalam ruang kelas XII IPS.


"Pagi juga pak" ujar para murid dengan serempak.


"Wih asli tuh Tan guru yang kamu suka, dah dateng, ganteng banget lagi." ujar Anis kepada Intan dan di iyakan oleh Muza dan juga Ela.


"Iya Tan ganteng banget aku juga ngefans sama tuh guru" ujar Muza.


"Oke silahkan anak-anak berdo'a dulu!"ujar pak Zidni.


"Jim, pimpin do'anya!"ujar Intan pada Azimi selaku ketua kelas.


Azimi pun menyiapkan dan berdo'a, berdo'a merupakan kegiatan rutinitas setiap kelas jika akan di mulainya pelajaran dan sebelum pulang sekolah atau selesai jam pelajar, bertujuan agar lancar belajarnya serta pulang dengan selamat sampe tujuan rumah masing-masing.


Setelah mereka berdo'a, pak Zidni selaku sang guru mapel geografi langsung memulai pelajarannya tidak lupa juga membagikan buku tema.


Dan memulai pelajaran engan tenang dan tertib, ralat maksudnya dengan penuh gangguan dari murid laki-laki yang suka mengobrol sendiri dengan teman sebangkunya.


Intan yang tidak fokus dengan penjelasan pak Zidni gara-gara anak laki-laki yang ribut, Intan langsung menegurnya.


"Weh Wanda, Noval, Nanang,Azimi, jangan pada ribut dengerin, diem ge apaan sih ngobrol mulu, klo mau ngobrol jangan kencang-kencang mengganggu pak Zidni lagi terangin, terus juga mengganggu yang lagi fokus ngerti gak sih!!!!!" ujar Intan penuh dengan kekesalan.


"Iya tau tuh diem kalian" ujar Muza dan Anis, anak laki-laki yang tadinya ngobrol pun langsung pada diem.


"Oke lanjut pak!"ujar Intan.


"Iya pak lanjut!"ujar Ela juga.


Pak Zidni pun langsung melanjutkan menerangkan mata pelajaran yang dia tampu tanpa ada gangguan dari anak laki-laki yang badung, tapi masih tetap saja mereka mengobrol namun dengan suara yang hanya mereka yang mendengar.


"Ya Allah ganteng sekali ciptaan-Mu ini" ujar Intan yang tengah memandang pak Zidni yang sedang menjelaskan tentang jarak wilayah sebenarnya dan juga jarak wilayah di peta.


"I love you pak Zidni, pak Zidni aku Mencintaimu" ujar Intan dengan suara yang pelan namun masih bisa di dengar oleh pak Zidni karena tempat duduk Intan di depan dan pas di hadapan guru itu berdiri.


Tidak cuma pak Zidni yang mendengarnya tapi teman kelasnya pun mendengar kata yang di ucapkan oleh intan, hingga menimbulkan sorakan-sorakan di dalam kelas.


"Aaaaaacieeeeeeeee Intan bilang suka sama pak Zidni" ujar Wanda yang memang mendengar ucapan intan karena tempat duduk Wanda yang pas di belakang tempat duduk Intan.


Semuanya pun pada riyuh hingga menimbulkan kegaduhan, ada juga yang mengebrag-gebrag meja dan bersiul-siul.


"Cie mba intan" ujar Icha dan teman wanita yang lainnya.


"Udah lah pak trima ajah si Intan, iya gak teman-teman?" ujar Arjun.

__ADS_1


"Dih apaan sih, diem kalian"ujar Intan dengan jengkel beserta malu, bercampur jadi satu seperti es campur.


Sedangkan pak Zidni hanya diam saja tidak menanggapi ucapan dari Arjun dan tidak memperdulikan atau pun mempermasalahkan murid-muridnya yang telah bersorak ria.


"Eh pak maaf pak asli GK sengaja" ujar Intan tak enak, karena takutnya pak Zidni malah ilfil padanya.


Bell pun telah berbunyi menandakan jam pelajaran telah selesai, bisa di sebut juga pergantian jam atau pergantian pelajaran.


"Oke pelajaran bapak sudah habis, sekian terimakasih, jangan lupa soal yang bapak kasih di kerjakan di rumah dan lusa ada pelajaran bapak kita bahas bersama-sama" ujar pak Zidni sebelum meninggalkan kelas, setelah berbicara panjang pak Zidni langsung keluar dari kelas dan menuju kelas lainnya.


Tidak lama setelah pak Zidni keluar dari ruangan, pak Yanto pun masuk, pak Yanto merupakan guru yang mengampu pelajaran pjok atau bisa di sebut guru olahraga, namun saat ini pak Yanto hanya memberikan tiga lembaran kertas yang telah di print pada Anis selaku sekertaris untuk mencatat pelajaran di papan tulis.


Jam terus berputar hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul 2 siang, yang tandanya jam sudah usai untuk hari ini dan siswa siswi sudah waktunya pulang.


Intan serta ketiga sahabatnya pun pulang bareng, memang sudah menjadi kebiasaan mereka selalu brangkat dan pulang bareng, tapi tidak untuk pagi tadi karena Intan sebenarnya tidak mau masuk sekolah karena dirinya sedang sakit, badannya terasa lemas, namun dia terpaksa masuk sekolah hanya untuk melihat serta mengikuti pelajaran guru tercintanya.


Setelah sampai di rumah Intan langsung merebahkan tubuhnya ke kasur tentunya sudah berganti pakaian dulu sebelum Intan menghamburkan tubuhnya ke kasurnya.


"Ya ampun pak Zidni, kenapa sih ganteng banget kaya tokoh di novel-novel yang aku baca, ya ampun seandainya aku nikah sama pak Zidni seperti cerita di novel-novel yang gurunya menikah dengan muridnya, wihhh pasti aku senang banget" gumam Intan serta menghayal dengan mengguling-gulingkan tubuhnya di kasur.


"Wah-wah-wah, pak Zidni calon suamiku" gumam Intan sebelum terlelap menuju alam mimpinya.


Tiga minggu telah berlalu setelah kejadian dimana keriuhan di dalam kelas XII IPS 1, dengan Intan yang manjadi penyebabnya.


Kini intan telah menuju ke kantin dan memesan makanannya, dia pun mengedarkan pandangannya terlihat masih sepi namun Intan melihat sesosok laki-laki yang dikenalnya matanya pun bertemu dengan pak Zidni yang ternyata ada di kantin dengan duduk di bangku paling sudut ,sedang menikmati segelas teh manis hangat serta buku di tangannya yang sedang di baca.


Intan pun menyempatkan untuk menyapa sang guru yang di kaguminya tapi tidak, Intan mencintai gurunya itu.


"Pagi pak Zidni, sendiri ajh, boleh aku temani gak pak?" ujar Intan langsung duduk di hadapan pak Zidni sebelum pak Zidni memberinya izin.


"Tapi kamu sudah duduk" ujar pak Zidni dengan acuh.


"Eh iyah, maaf pak, tapi boleh kan?" ujar Intan lagi dan mendapat gumaman dari pak Zidni.


"Hmm" gumamnya.


Intan pun memakan makanannya dengan memandang pak Zidni hingga tanpa sadar intan berucap "pak Zidni aku Mencintaimu" ujarnya tanpa sadar.


Pak Zidni pun langsung menurunkan bukunya dan menatap kearah Intan yang sedang memandanginya, pak Zidni pun langsung mengsekak mat Intan.


Intan merasa dirinya tidak memiliki harga diri di depan lelaki yang dia cintai itu, hingga membuat hatinya bergetar, tapi bergetar karena perkataan yang sangat menyakitkan yang di lontarkan oleh pak Zidni.


"Eh pak Zidni, tidak usah bapak ngomong seperti itu pada saya, saya juga tau, dan saya juga paham bahkan saya juga sadar, saya tidak pantas untuk bapak, yah memang saya menyukai bapak, tapi tidak seharusnya bapak seperti itu pada saya, kalo memang bapak tidak nyaman karena saya menyukai bapak, it's ok saya tidak akan lagi menyukai bapak untuk saat ini detik ini, jam ini, hari ini, bulan ini bahkan sekarang ini juga tidak akan menyukai bapak lagi" ujar Intan langsung pergi dari hadapan pak Zidni yang sedang terdiam terpaku di tempat.


Sedangkan Intan, tentu saja dia sedih dengan apa yang di katakan oleh pak Zidni orang yang dia cintai malah mengatakan yang membuat hatinya bergetar merasakan sakit yang sayangnya tidak berdarah itu.


Hari-hari terus berlalu setelah kejadian yang membuat Intan sakit hati, ternyata hari berlalu cepat hingga ini kelas XII telah melaksanakan ujian Nasional yang untuk menentukan lulus atau tidaknya para siswa siswi.


Selama kejadian itu si Intan mencoba melupakan pak Zidni tapi tidak bisa Intan lupakan, hingga Intan mengalihkan pikirannya untuk membaca novel setiap harinya guna melupakan guru yang dia sukai itu namun dia gagal, semakin dia melupakannya semakin besarnya juga rasa cintanya pada pak zidni


Biasanya intan selalu mengalihkan pikirannya untuk membaca novel saat Intan ingin melupakan seseorang, yang lain Intan bisa melupakannya bahkan sehari Intan baca novel pun Intan telah bisa melupakannya tpi tidak untuk sekarang dia tidak bisa melupakannya.


Intan tidak bisa melupakan pak Zidni.


Di lain sisi pak Zidni tengah merenung saat kejadian pak Zidni berbicara yang menurutnya keterlaluan pada intan, ia pun diam-diam selama kejadian itu pak Zidni selalu memperhatikan Intan saat ia mengajar di kelas XII IPS 1 bahkan dari kejauhan, dan dia tau bahwa Intan juga telah melakukan hal yang sama memperhatikan pak Zidni, tapi bedanya Intan tidak tahu bahwa gurunya itu selama ini memperhatikannya beda dengan Intan yang memperlihatkan gurunya tapi gurunya tau.


Hingga pada akhirnya pak Zidni pun memiliki perasaan untuk Intan dia jatuh hati pada sikap Intan yang selalu mempertahankan perasaannya untuknya, dan pak Zidni tau bahwa perasaan yang dimiliki Intan bunguknya sangat tulus.


Setelah merenungkan perbuatannya beberapa bulan yang lalu Zidni sadar bahwa ini sudah waktunya masuk kelas untuk mengawasi siswa kelas XII yang sedang melakukan ujian Nasional, Zidni pun langsung bangkit dari kursinya dan langsung menuju ruangan 3, dimana ruangan itu tempat Intan mengerjakan ujian Nasional.


Setelah berlangsung nya ujian Nasional Zidni memikirkan untuk meminta maaf dan membulatkan bahwa dia akan menyatakan perasaannya kepada gadis yang sudah menggoyahkan hatinya itu.


Ini adalah hari terakhir kelas XII melaksanakan ujian sekolah dan setelahnya akan di adakan perpisahan, disitulah Zidni akan mengungkapkan perasaanya kepada Intan..


Hari telah berlalu kini hari dimana perpisahan kelas XII di laksanakan, kini intan tengah duduk bersama teman-teman kelasnya di tempat, yang di sediakan untuk siswa maupun siswi.


"Huffffff" sebuah hembusan nafas panjang intan, ntah apa yang di pikirkan Intan sehingga dia menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Kini kelas XII tengah merayakan kelulusannya, mereka telah berakhir masa putih abu-abu nya, sekian banyak siswa maupun siswi harus berbisah, sahabat,teman mereka bakalan menempuh perjalanan masing-masing, perjuangan mereka telah selesai, semuanya merayakan dengan penuh haru bagi siswa maupun siswi.


Dilihatnya Intan terus melamun, gadis itu tengah duduk di sudut tempat berlangsungnya acara, dia tengah memikirkan perasaannya, dia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya untuk yang terakhir kali ini, sebelum dirinya benar-benar akan melupakan gurunya itu.

__ADS_1


Intan pun langsung bangkit dan mencari guru yang dia cintai itu dengan senyum mengembangnya, dia bakalan menurunkan harga dirinya sebagai wanita yang mengungkapkan perasaanya walaupun sudah jelas di tolak secara mentah-mentah namun tidak ada kapoknya juga.


Karena Intan berfikir bahwa ini yang terakhirnya, biarkan saja dia di tolak mentah-mentah lagi, tidak perduli, toh ini yang terakhir kalinya, sekarang dia tidak akan bertemu dengan gurunya lagi.


Setelah berjalan kesana kemari,. Intan tengah menemukan pak Zidni di perpustakaan, dilihatnya pak zidny yang sedang gusar hingga bergeringat dia langsung berbalik untuk keluar dari perpustakaan namun dia melihat Intan yang berdiri di belakangnya,.tidak tapi di depannya setelah pak Zidni berbali.


"Intan" ujar pak Zidni.


Intan pun berjalan mendekat ke arah pak Zidni dan berkata:


"Pak Zidni, saya ingin bicara dengan bapak, terserah bapak mau mengatai saya apa tidak masalah dan saya tidak perduli, saya mencintai bapak, saya sayang sama bapak, walaupun saya sudah berusaha untuk melupakan bapak, tapi saya tidak bisa, saya tau saya tidak pantas seperti yang bapak bilang beberapa bulan lalu, tapi saya tidak perduli, memang saya tebal muka, saya gak punya malu, saya tau itu dan ini untuk yang terakhir kalinya saya mengungkapkan nya pada bapak, untuk terima atau tidak saya tidak peduli dan saya sudah tau jawaban bapak apa, sekali lagi saya mencintai bapak, terimakasih" ujar Intan penuh dengan kesiapan yang matang.


Setelah mengatakan panjang lebar intan langsung berbalik dan akan meninggalkan tempat itu namun sebelum Intan pergi pergelangan tangannya di cekal oleh tangan besar Zidni.


"Tunggu!"ujar pak Zidni, Intan pun berbalik dan melihat sekilas tangannya yang di cekal oleh pak Zidni.


"Saya terima kamu" ujarnya lagi


"Maksud bapak?"ujar Intan dengan kebingungan.


"Saya trima kamu jadi pacar saya" ujar pak Zidni, Intan pun langsung tercengang dan tidak percaya apa yang telah dia dengar.


"Pak,ini mimpi kan?"ujar Intan dengan tak percaya.


"Coba pak cubit aku!"ujar nya lagi.


Pak Zidni pun mencubit tangan Intan, Intan pun menjerit mengaduh karena kesakitan.


"Aaaaaawww, sakit banget pak" ujar Intan kesakitan.


"Tapi ini bener kan pak ini tidak mimpi dan pak Zidni tidak sedang mempermainkan saya pak" lanjutnya lagi masih belum percaya.


"Iyah Intan saya serius, dan kamu tidak salah dengar" ujar pak Zidni.


"Yeyyy, akhirnya penantian selama ini tidak sia-sia dong" ujarnya penuh dengan senang, hingga meloncat-loncat dengan girang.


"Berarti kita sekarang pacaran nih pak" lanjutnya lagi untuk memastikan benar apa tidak.


"Hmm, Iyah" ujar pak Zidni padat dan jelas.


Intan pun langsung memeluk pak Zidni dengan tanpa sadar sangking senangnya.


"Khhmm" gumam pak Zidni menyadarkan Intan.


"Eh maaf pak maaf, aku terlalu senang soalnya" ujar Intan dengan senang dan langsung menjauh.


Namun setelah Intan menjauh pak Zidni langsung membuka lebat kedua tangannya, sambil menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan untuk memeluknya lagi, intan pun menurut dan memeluk laki-laki yang dia kenal sebagai gurunya namun saat ini telah menjadi spacarnya itu.


Sepasang kekasih yang baru jadian itu saling berpelukan, keduanya tidak sadar jika di luar sana sudah banyak siswa maupun siswi yang memperhatikan mereka sudah sejak lama, hingga tepukan tangan serta sorakan dan siulan para siswa siswi menggema di sekitarnya.


Keduanya pun langsung melepaskan pelukannya dan saling tatap dengan tegang, terkecuali pak Zidni dia biasa-biasa saja.


"Yehhhh akhirnya Intan sama pak Zidni sudah jadian" jerit Muza, Ela, dan Anis bersamaan


"Tidak usah malu-malu, kami tau semuanya" ujar Bu Hamidah guru yang mengampu pelajaran ekonomi.


Intan dan Zidni pun saling berpegangan tangan dan menatap satu sama lain dengan senyum yang menghiasi kedua sudut bibir mereka.


[SELESAI]


"Haii semua aku kembali lagi, aku up cerita di sini lagi, dari pada aku bikin buku lagi mending di sini ajh, aku akan menumpuk semua cerpen di sini, tidak akan bikin buku lagi"


"Untuk kalian yang udah baca,.makasih udah mau mampir dan baca cerpen ku ini, jangan lupa like and komen cerpen ku ini yah, maaf yah jika banyak typoo ataupun kesalahan dalam menulis, dan juga alur yang tidak jelas ini"


🥰🥰


"Jangan lupa sematkan untuk like dan komen"🥰🥰🌹


"TERIMAKASIH"


"SELAMAT MEMBACA"

__ADS_1


"SEMOGA KALIAN DI BERIKAN KESEHATAN SELALU DAN KEBAHAGIAAN"


🥰🥰


__ADS_2