Kumpulan Cerpen Ku

Kumpulan Cerpen Ku
Angan-angan


__ADS_3

Natali POV


Hai, kenalin nama ku Natalia Shinta Bella.


Panggil saja Natali, tapi keluarga dan sahabat ku sering memanggilku Lili, jadi terserah kalian mau memanggilku apa yang penting memanggil dengan benar dan sopan!.


Aku mau cerita sedikit nih, aku memiliki banyak sekali cita-cita, aku ingin menjadi seorang dokter, pramugari,model, designer, penulis. Hingga sampai-sampai aku bingung mana yang harus aku kejar hingga aku bisa mendapatkannya.


Tapi dengan keadaanku yang seperti ini aku jadi down, aku tak punya segalanya untuk mewujudkan cita-cita ku, aku berfikir bahwa apa yang aku harapkan tidak akan bisa terwujud.


Karena faktor ekonomi dan tentunya otaku yang tak mampu untuk menggapai itu semua, tapi aku yakin seandainya aku bekerja keras untuk belajar apapun pasti bisa aku capai. Tapi aku orang yang pemalas, malas untuk belajar dan malas untuk mempelajari.


Jadi sampai disitu, semua yang aku cita²kan hanyalah sebuah angan-angan yang tak mungkin pernah aku dapatkan. Aku tak punya segalanya untuk bisa menjadi apa yang aku inginkan.


 


Author POV


Gadis cantik dengan ramput yang di gelung asal, tak mengurangi kecantikannya. Duduk di kursi kayu yang berada di depan teras rumah nya dengan tangan yang menyangga dagunya, dan dengan fikiran yang entah memikirkan apa.


"Natali" panggil sang ayah, namun Natali tak mendengarnya sama sekali.


"Natali" panggilnya lagi.

__ADS_1


"Eh iya yah, kenapa, ada apa yah?" Tanya Natali.


"Kamu kenapa, apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya sang ayah.


"Emm, tidak ada ko yah" jawab Natali dengan berbohong.


Ayah Hermanpun menghampiri Natali mengelus rambut Natali seraya berkata,


"Nak, katakan lah pada ayah apa yang sedang kamu pikirkan, cerita lah pada ayah" ujar ayah Herman dengan lembut.


"Tidak ada yah, Natali cuma bingung cita-cita apa yang harus wujudkan, karena Natali punya banyak sekali cita-cita, Natali jadi bingung mana yang harus Natali kejar terus" ujar Natali dengan lesu.


"Natali, kerjarlah mimpimu yang menurutmu menginspirasi dirimu nak, apapun yang kamu pilih ayah akan mendukungmu, jangan pernah putus semangat teruslah belajar untuk mencapai cita-cita mu" ujar ayah Herman menyemangati Natali.


"Ayo kita masuk, hari sudah petang!" Perintah ayah Herman.


Natali dan ayahnya akhirnya masuk ke dalam rumah, Natali langsung menuju kamarnya begitu juga sang ayah.


Di dalam kamar Natali masih memikirkan mimpi apa yang akan dia kerjar, hingga dia sudah memutuskan mimpi apa yang akan Natali kejar hingga dia bisa mencapainya.


Natali telah memutuskan bahwa dia ingin menjadi desainer, dia akan menjadi seorang desainer yang di akui oleh negara, menjadi desainer yang hasil desainnya di akui ke indahannya oleh semua kalangan konglomerat serta semua negara.


Natali memutuskan untuk berkuliah, sambil bekerja paruh waktu untuk bisa membiayai kuliahnya, dengan terus berjuang mencari uang dengan waktu istirahat yang sedikit, namun tidak membuat semangat dari gadis cantik itu melemah.

__ADS_1


Kini Natali telah kuliah mengambil jurusan desainer, di kesibukannya kuliah, Natali juga menyempatkan waktunya untuk merancang sebuah mendesain, semua model-model baju yang akan Natali buat untuk membuka sebuah butik nya sendiri.


 


Hari-hari terus berlalu kini, Natali telah lulus kuliah, butik Natali yang di beri nama NSB Butiqqu telah seiring berjalannya waktu akhirnya berjalan dengan apa yang Natali harapkan, hingga tak sia-sia Natali membangunnya.


Banyak sekali yang memesan koleksi baju-baju ke butik Natali, apa yang Natali inginkan tercapai, berkat kerja keras dan do'a yang selalu Natali dan sang ayah panjatkan membuahkan hasil yang tidak mengecewakan.


"Ayah, Natali tidak menyangka bahwa semua ini akan terjadi seperti yang Natali inginkan" ujar Natali pada sang ayah dengan penuh haru.


"Ini semua karena kamu sekalu bekerja keras"ujar ayah Herman.


"Ini juga berkat do'a ayah, tanpa dukungan dari ayah, Natali tidak akan menjadi seperti ini" ujar Natali memeluk sang ayah.


"Semua ini karena Allah sudah berkehendak nak" ujar ayah Herman membalas pelukan Natali.


Sampailah ketitik dimana Natali telah berhasil mewujudkan cita-cita nya, dengan terus giat dia belajar tanpa henti untuk bisa mengejar cita-cita nya, hingga perjuangannya membuahkan hasil yang tidak mengecewakan.


{END}


Jangan lupa mampir cerita di bawah ini yah🥰


__ADS_1


Terimakasih 🥰


__ADS_2