
"Hei semua, kenalin ini Beca sahabatku"kata Lina pada teman-teman satu pekerja.
"Owh hai, kenalin aku Lena" kata Lena.
"Kenalin juga aku Doni" kata Doni.
"Iyah, hai juga" kata Becca dengan tersenyum.
"Jadi temen-temen,Becca ini bakalan kerja disini, Becca akan jadi rekan kerja kita mulai hari ini" kata Lina.
"Selamat bergabung di cafe mix Lion, Becca" ujar Doni.dan Lena menyambut hangat kehadiran Becca.
"Bimbing Becca yah temen-temen" ujar Becca.
"Iyah pastinya dong cantik" ujar Doni.
"Huhhh dasar si Doni emang yah cowok tuh kalo udah liat cewek yang bening udah langsung buaya daratnya keluar" ujar Lena.
Semuanya pada tertawa mendengar ocehan dari Lena.
Becca adalah gadis cantik berumur 20 tahun, dia sudah tidak mempunyai ayah maupun ibunya. Karena ibu dan ayahnya telah meninggal karena sebuah kecelakaan yang telah merenggut nyawa kedua orang tua Becca.
"Hei kamu anak baru yah, yang kerja di sini?" tanya Pram selaku anak dari pemilik cafe terkenal itu.
"Hmm saya?"ujar Becca menunjuk dirinya sendiri dengan tangan telunjuknya yang di arahkan ke dirinya sendiri.
"Iyah kamu, emang siapa lagi?" ujar Pram.
"Iya tuan saya anak baru disini" ujar Becca dengan sopan.
"Owh oke, kembali bekerja!" ujar Pram.
Akhirnya Becca melanjutkan pekerjaannya yang semula dia sedang membereskan piring dan gelas yang ada di meja cafe.
"Becca, Becca kamu tolong anterin pesanan ini di meja no 26 yah!" ujar Doni.
"Oke siap" ujar Becca.
Becca pun langsung menuju meja yang telah di tunjukan oleh Doni, dia langsung menghampiri meja tersebut.
"Ini mba, mas"ujar Becca.
"Makasih mba" ujar orang yang telah memesan makanan yang Becca bawa.
Becca hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, setelah itu dia langsung pergi melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Waktu pun berjalan begitu cepat,kini jam sudah menunjukan pukul 5 sore, kini waktunya Becca pulang.
"Lin, Len, Don, aku pulang dulu yah, udah sore soalnya" kata Becca.
"Ya udah hati-hati yah my princess"ujar Doni.
"Huhhh, dasar buaya darat"kata Lina dan Lena.
Becca hanya tersenyum, ia pun langsung pergi menuju rumahnya. Di jalan Becca mendapatkan masalah, dia di jambret tasnya, tapi untung saja ada Superman datang menyelamatkannya.
Dilihatnya ada seorang yang sedang mengendarai sepeda motor, setelah orang itu sampai pas di dekat Becca dia langsung merebut tas milik Becca, Becca yang tasnya di rebut dia kaget, dia langsung meminta tolong.
"Tolong-tolong, jambret" ujar Becca secara berulang-ulang.
Disisi lain, terlihat mobil yang di dalamnya berisikan lelaki yang tampan nan gagah, melihat Becca yang sedang lari-larian mengejar jambret yang mengambil tasnya,lelaki itu langsung mencegat jambret itu hingga pada akhirnya jambret itu kagok dan terjatuh.
Lelaki itu langsung turun dari mobil, menghajar kedua jambret yang telah mengambil tas milik Becca.
'Bukbukbuk' suara tinjuan dari lelaki yang mencegat jambret.
"Rasakan itu, jangan berani-berani kau mengambil milik kekasih ku, dan orang lain" ucap lelaki itu dengan terus menerus memukuli kedua preman itu.
"Ampun tuan,maafkan saya" ujar penjambret itu hingga pada akhirnya keduanya tidak sadarkan diri.
Lelaki itu langsung menelfon polisi untuk membawa kedua jambret itu ke penjara, tidak terlalu lama polisi datang dan membawa kedua jambret itu.
"Terimakasih tuan Pram, atas kerja samanya"ujar polisi kepada Pram.
"Iyah, sama-sama"ujar Pram, yang ternyata lelaki yang menolong Becca adalah Pram bosnya.
Polisi langsung pergi menuju kantornya untuk menahan kedua jambret.
Kini dilihatnya Becca yang sedang berlari-lari menuju ke arah Pram. Setelah sampai di hadapan Pram, Becca langsung mengeluarkan suara.
"Tuan Pram, terimakasih sudah mau membantu saya" ujar Becca.
"Sama-sama, ini tas kamu" ujar Pram.
"Sekali lagi makasih tuan" ujar Becca dan mengambil tasnya dari tangan Pram, becca langsung pulang kembali berjalan kaki untuk pulang ke rumahnya.
"Tunggu" ujar Pram, Becca akhirnya menoleh.
__ADS_1
"Ada apa tuan" ujar Becca membalikan badannya.
"Ayo, saya antar!"ujar Pram.
"Tidak usah tuan, saya tidak mau merepotkan tuan" ujar Becca.
"Tidak ada bantahan" ujar Pram.
"Ba-baiklah" ujar Becca terbata.
Akhirnya Becca langsung masuk ke dalam mobil, dilihatnya Pram yang telah duduk di tempat kemudi.
Becca duduk di belakang tempat Pram duduk.
"Apa yang kamu lakukan, kamu fikir saya supir kamu, pindah ke depan!" ucap Pram.
Becca langsung turun dan pindah posisi duduknya di sebelah Pram.
"Dimana rumahmu?" ujar Pram.
"Di jalan melati no 11 tuan" ujar Becca.
Pram langsung mengemudikan mobilnya ke arah yang telah di ucapkan oleh Becca,tak butuh waktu lama untuk sampai ke rumah Becca, karena jaraknya tidak terlalu jauh.
"Makasih tuan" ujar Becca dengan menampilkan senyumannya yang teramat manis itu.
Pram yang mendapat senyuman manis dari Becca langsung tertegun melihat senyuman itu, hingga dengan refleks Pram mengucapkan kata yang membuat Becca salah tingkah.
"Nambah cantik" ujarnya ikut tersenyum ke arah Becca.
Becca pun yang mendapat, senyuman dari Pram langsung senang, hatinya berbunga-bunga dengan jantung yang berdetak kencang.
"Ya udah tuan, saya masuk dulu" ujar Becca.
Becca langsung masuk ke dalam rumahnya, begitu juga dengan Pram yang langsung mengemudikan mobilnya ke arah rumahnya.
Di dalam mobil Pram tersenyum-senyum sendiri, seperti orang gila, memang jatuh cinta itu membuat orang tidak waras dengan tersenyum-senyum sendiri.
"Kenapa aku jadi seneng begini yah" gumam Pram dengan tersenyum dan memegang dadanya yang terus berdetak saat mengingat senyum manis Becca.
Tidak terlalu lama, akhirnya Pram sampai di rumahnya, dia terus mengembangkan kedua sudut bibirnya, orang tua nya yang melihat putranya terus tersenyum menanyakannya.
"Aduh anak mamah, kamu kenapa?" ujar Rina selaku ibu dari Pram.
"Eh mamah, nggak ko, Pram gak papa"ujar Pram.
"Adadeh mamah, mau tau ajah apa mau tau banget?" ujar Pram.
"Pengen tau dong sayang, emang kamu kenapa?" ujar mamah Rina.
"cerita dong sama mamah, apa yang telah terjadi sehingga anak mamah yang ganteng ini terus-menerus tersenyum hmm" ujar mamah Rina.
"Hari ini ada kariawan baru di cafe, dan tadi pas pulang tas dia di jambret, terus Pram tolongin cewek itu, dan terus Pram anter dia pulang, terus dia tersenyum sama Pram, mah sungguh senyumannya itu sangat manis, membuat Pram ingin selalu melihat dia tersenyum" ujar Pram dengan membayangkan senyuman Becca.
"Namanya siapa?" ujar mamah Rina.
"Namanya Becca, mah" ujar Pram masih dengan senyumannya.
"Aduh ternyata anak mamah lagi jatuh cinta yah" ujar mamah Rina ikut bahagia.
Sebelumnya Pram tidak pernah menyukai wanita, setelah Pram ditinggalkan oleh tunangannya. Hingga Pram memutuskan untuk tidak mau mengenal wanita lagi, tapi tidak di sangka, seorang Pram yang tidak mau mengenal wanita tapi sekarang dia malah jatuh cinta pada seorang wanita yang sederhana dan imut itu.
Ke esokan harinya kini Becca sedang melakukan tugasnya membereskan piring serta gelas yang ada di meja, cafe tempat Becca bekerja menyediakan juga banyak menu makanan seperti halnya dengan restoran.
"Bec, tolong kamu bereskan di ruangan VIP no 2 yah soalnya udah ada yang boking!" perintah Doni.
"Oke Don" ujar Becca.
"Buat kamu Len, kamu nemenin Becca yah aku sama Lina biar beresin di sini, aku di suruh tuan bos tadi" ujar Doni.
"Ya udah oke Don" ujar Lena.
" Ya udah, yu Becca kita mulai" ujar Lena.
Akhirnya Becca dan Lena langsung menuju ke ruangan VIP, yang akan di tempati segera. Mereka berdua dengan telaten membersihkan semuanya, semua debu-debu yang mengumpat di balik meja pun mereka bersihkan.
Di sisi lain tapi masih di tempat yang sama, dilihatnya seseorang yang sedang melihat di balik CCTV, memandangi gadis yang berada di ruangan VIP no 2,dengan senyum mengembang siapa lagi kalau bukan Pram.
Pram diam-diam memandangi pujaan hatinya, dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari kedua sudut bibirnya.
"Bagaimana caranya aku mendekatinya yah?" gumamnya.
"Sungguh gadis itu, berani-beraninya dia membuatku tergoda dengannya, hanya karena melihat senyuman manisnya yang tulus itu" gumamnya lagi.
"Bagaimana pun caranya kau hanya untukku, kau milikku Becca" lanjutnya.
Di sisi lain
__ADS_1
"Huhh akhirnya, udah selesai juga" ujar Becca.
"Iya yah, ya udah ayo kita kembali ke belakang" ujar Lena.
"Oke" sanggah Becca.
Keduanya langsung menuju ke belakang, menghampiri kedua rekan kerjanya.
"Princess kamu udah beres semua?" ujar Doni.
"Udah dong" ujar Lena.
"Ko kamu yang jawab sih Len" ujar Doni.
"Lah sama kan, udah aku yang mewakili Becca buat ngejawab pertanyaan kamu" ujar Lena.
"Tapi kan aku tanyanya sama princess Becca bukan kamu Lena" ujar Doni.
Perdebatan mereka tidak hanya sampai di sini, mereka terus-menerus beradu mulut, sampai-sampai Becca dan Lina jengah mendengarkannya.
"Udah lah ca kita pergi ajh" ujar Lina menarik tangan Becca.
Lina dan Becca akhirnya pergi ntah kemana Lina membawa Becca.
"Lah princess Becca sama Lina mana" ujar Doni.
"Tuh kan mereka pergi, ini semua gara-gara kamu Lena" ujarnya lagi.
"Lah itu semua salah kamu" ujar Lena tak mau ngalah,hingga perdebatan mereka terus berlanjut sampai ada yang memisahkan perdebatan mereka.
"Kalian sudah bosan bekerja?" suara bariton itu menyahut.
Keduanya langsung mengarahkan matanya ke sumber suara, betapa kagetnya, bahwa yang tadi bicara adalah bosnya.
"Maaf tuan bos" ucap keduanya.
" Lanjutkan pekerjaanmu!"ucap Pram.
Mereka berdua langsung bergegas melanjutkan pekerjaannya dengan perasaan yang was-was.
"Dimana Becca, kenapa dia tidak kelihatan?"ucap Pram.
"Gak tau tuan bos, tadi pas saya sama Doni debat mereka udah kabur" ujar Lena.
Pram langsung pergi, dia langsung menuju ke luar halaman yang ada di cafe, di lihatnya Becca yang sedang duduk sendirian di bangku yang ada di halaman cafe, Lina sebelumnya telah kembali lagi ke dalam.
"Khmm" dehem Pram.
"Eh tuan, maaf saya hanya istirahat sebentar" ujar Becca yang ingin bangkit dari duduknya tapi di halangi oleh Pram.
"Tidak apa-apa Beca" ujar Pram.
"Becca bolehkah aku berbicara padamu?" ujar Pram.
Becca tersenyum dan mengatakan "Bicaralah tuan!"
"Mmm, bolehkan saya mengenal dekat tentangmu?" ujar Pram dengan detak jantung yang berdetak sangat kencang.
"Mak-maksud tuan apa?"ujar Becca sama halnya dengan Pram dengan jantung yang terpacu dengan sangat cepat seperti tak tentu arah.
"Maksudku, maukah kau menjadi kekasihku, izinkan aku untuk menjagamu, izinkan aku menjadi pendamping hidupmu, aku tidak akan merjanji tapi aku akan buktikan padamu, kalau aku akan selalu ada di sisimu, menemanimu dan selalu menjagamu, aku tau ini semua terlalu terburu-buru, tapi percayalah aku tidak ingin kau jauh dariku, aku ingin menjagamu, izinkan aku menjagamu Becca" ujar Pram.
Dia mengatakan penuh dengan ketulusan dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia menggenggam tangan Becca dengan sangat erat, seperti sedang membuktikan bahwa dia benar-benar tulus
Becca yang mendapat kan perlakuan seperti itu dia meneteskan air mata kebahagiaannya, sebelumnya dia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu oleh siapa pun.
"Iyah aku mau" ujar Becca dengan mantap.
Akhirnya Pram langsung memeluk Becca dengan erat, Pram bahagia karena cintanya di terima oleh Becca.
Disisi lain tidak terlalu jauh dari Becca dan Pram duduk, terlihat laki-laki paruh baya dan juga wanita paruh baya yang melihat anaknya bahagia dengan pilihan hati nya, mereka juga ikut bahagia.
"Pah, anak kita, dia sudah memilih tambatan hatinya" ujar mamah Rina menangis haru.
"Iyah mah, kita doakan saja semoga keduanya selalu bersama sampai maut memisahkan" ujar papah Jaya.
Begitu juga dengan ke tiga teman Becca yang melihat di balik kaca cafe, ketiganya melihat dengan hati hingga mereka juga meneteskan air matanya, kecuali Doni, karena dia laki-laki jadi dia tidak menangis, tapi dia ikut merasakan kebahagiaan.
"Romantis banget yah mereka berdua" ujar Lena.
'Aku ikut bahagia Bec, semoga kamu dan tuan bos selalu di berikan kebahagiaan, aku akan selalu mendoa kan mu sahabatku' gumam Lina dalam hati.
"Semoga kau bahagia princess Becca" ujar Doni
Pada akhirnya Becca dan Pram telah menyatakan semua perasaan yang mereka miliki. Bahagia lah sudah Becca dan Pram dengan cinta yang ada pada setiap diri masing-masing.
----------SELESAI----------
__ADS_1
Semoga kalian suka🥰