Kumpulan Cerpen Ku

Kumpulan Cerpen Ku
My Husband is a Dosen


__ADS_3

Namaku Naina, aku sudah menikah karena di jodohkan dan lebih parahnya aku menikah dengan dosenku dendiri di kampusku, haduh aku sungguh malu, karena tingkah ku yang nakal, dia pasti lihat tingkah ku, awalnya aku tidak mau menerima perjodohan ini, tapi ya aku kasihan sama orang tua ku jadi aku menerima perjodohan itu, tapi bukan cuma itu doang sih, aku juga gak cinta sama dia.


Menikah itu harus di dasari cinta kan, tapi iya sih cinta bakalan Dateng dengan sendirinya, tapi kalo awalnya gak ada cinta pasti jadi apa hubungan ku dengannya, pasti banyak masalah,tapi apakah yang terjadi denganku. Ayo baca ceritaku!.


"Mah, pah aku gak mau yah nikah sama teman anak papah" ujar ku


"Kamu pokoknya harus nikah, kamu harus nurut sama orang tua, kamu mau mempermalukan papah dan mamah hmm" ujar papah Dion.


"Iyah nak kamu harus mau nikah sama nak Deren dia tuh orang nya baik" ujar mamah Vita.


"Tapi mah dia tuh dosen aku, aku malu sama dia, aku tuh anaknya kaya gini" ujar ku.


"Kaya gini gimana, kamu tuh cantik sayang, udah lah jangan protes!" ujar mamah Vita.


"Oke,terserah mamah ajah" ujar ku


"Lah Kya gitu jadi anak yang penurut yah"ujar kedua orang tua ku.


Aku langsung pergi ke kamarku, aku langsung membanting pintu kamarku.


"Tuh mah kelakuan anak kamu" ujar papah Dion.


"Anak kamu juga lah" ujar mamah Vita.


"Ya udah lah yang penting dia mau menikah" ujar papah Dion.


Hari-hari telah aku lalui dan kini hari dimana aku menikah, aduh aku gak nyangka bakalan nikah sama dosen yang di kejar-kejar banyak mahasiswi.


Kini aku mengenakan gaun pengantin yang sangat bagus berwarna putih dan di taburi dengan bawang, eh maksudku di taburi dengan mutiara yang cantik, seperti Naina Anastasya Dion.

__ADS_1


Aku berkaca di cermin, wih sangat cantik, aku memuji diriku sendiri, yang terlihat lebih dewasa menggunakan gaun pengantin berwarna putih,sangat elegan di pakai.


Dan hingga akhirnya acara ijab kabul telah selesai di ucapkan Deren, aku di jemput sama mamah dan sahabatku Lala untuk menuju ke pelaminan.


"Aduh-aduh pengantin nya cantik banget nih, pak dosen bakalan klepek-klepek nih liat kamu" ujar Lala.


"Iyah sayang Deren bakalan terperangah melihat kecantikan anak mamah ini" ujar mamah Vita.


"Ya udah ayo cepat ijab Kabul ya udah selesai, kamu harus kebawah" tambah mamah Vita.


Akhirnya aku di gandeng sama mamah Vita dan Lala untuk menuju di pelaminan, saat aku menuruni tangga, semua tamu undangan pada liat ke arah ku tanpa ada yang berkedip aku sangat malau, di liatin banyak orang.


Setelah aku sampai di depan Deren, Deren langsung mengulurkan tangannya kedepanku aku akhirnya menyambut uluran tangannya, Adan menuju ke pelaminan.


Di pelaminan aku dan Deren saling diam hanya terus tersenyum pada tamu undangan yang datang, sungguh kakiku sangat pegal banyak sekali tamu undangannya.


"Ya udah kamu duduk ajah, yah" ujar Deren dengan nada yang begitu lembut.


"Ya udah deh aku duduk dulu yah pak"


Aku akhirnya duduk di bangku pelaminan, sungguh high heels yang aku kenakan sangat menyiksaku, sangat sakit hingga telapakan kakiku memerah dan tergores.


Setelah semuanya selesai, pernikahanku selesai sangat malam, aku sangat lelah, aku pengen mandi, aku langsung menuju ke yang sudah disiapkan oleh pihak hotel.


Setelah aku sampai kamar aku langsung masuk ke kamar mandi, dan membersihkan badan, aku tidak perduli dengan Deren, dia lama terus ajah mengobrol dengan orang bisnisnya jadi aku tinggal mereka, bodo amat kalo Deren mencari ku.


Setelah selesai aku langsung menuju ke tempat tidur.


Dilihatnya Deren yang masuk ke kamar kita, dengan wajah yang panik, tapi setelah dia melihatku yang sedang menata tempat tidur dia langsung biasa saja.

__ADS_1


"Naina, aku tadi cari kamu" ujar Deren.


"Bapak sih lama, jadi aku kesini, aku dah cape pak mau istirahat"


"Ya kamu harusnya ngomong dong Naina, biar saya tidak panik" ujar Deren.


"Ya udah deh pak maaf"


"Dan inget saya inih suami kamu bukan bapak kamu, kamu jangan manggil saya bapak dong" ujar Deren.


" Terus aku harus panggil apa?"


"Mas ajah" ujar Deren .


"Oke lah mas Deren"


"lah itu baru cocok" ujar Deren.


Tidak terasa kini usia pernikahan ku sudah memasuki bulan ke 5 dan aku sekarang sangat mencintai suamiku, dan aku sekarang sudah menadi istri yang sebenarnya.


"Aku bahagia bisa menikah dengan mu mas"


"Aku juga bahagia bisa menikahimu" ujar Deren.


bahagialah sudah pernikahanku dengan Deren suami yang sangat aku cintai, aku bersyukur bisa menikah dengan pria yang seperti Deren, aku sangat bahagia.


----------SELESAI----------


Semoga kalian suka🥰

__ADS_1


__ADS_2