Kumpulan Cerpen Ku

Kumpulan Cerpen Ku
Indahnya Mencintai


__ADS_3

Sejatinya cinta tak harus memiliki, cukup mendo'a kan yang terbaik untuk orang yang kita cintai.


 


Gadis cantik berambut panjang,dengan warna madu tengah duduk sendiri di kursi panjang, yang berada di taman kampusnya.


Gadis itu duduk dengan sebuah tumpukan buku di sebelah tempatnya duduk, dengan memegang buku dan pena.


Buku harian yang selalu dia bawa kemana pun gadis itu pergi, sebagai teman kedua nya selain sahabat yang satunya.


"Lena" suara seseorang yang memanggil gadis yang sedang duduk di bangku taman itu.


Ternyata gadis yang sedang duduk sendirian yang hanya di temani setumpuk buku di sebelahnya, dia bernama Quelena Hiley, yang sering di sapa dengan Lena, gadis cantik, yang memiliki sifat dan kepribadian yang sangat membuat siapa saja kagum padanya.


Lena yang merasa namanya di panggil menolehkan kepalanya, dan melihat sahabatnya yang berjalan ke arah tempatnya duduk.


"Len, kamu kemana ajah sih, aku nyariin kamu tau gak sih" ujarnya dengan kesal.


"Maafkan aku Sonia, aku tidak bilang kepadamu" ujar Lena.


"Oke² aku maafkan, kamu kenapa disini?" ujar Sonia.

__ADS_1


"Ya, duduk sambil menulis cerpen" ujar Lena.


"Owh gitu, coba aku liat" ujar Sonia.


"Oke, ini" ujar Lena dengan menyodorkan bukunya dan di terima oleh Sonia.


Sonia langsung membuka buku cerpen milik Lena, dia membacanya dengan serius tanpa ada satu kata yang tertinggal.


"Wow, this is very nice" ujar Sonia dengan penuh semangat.


"Thank you, you are overcharged" ujar Lena dengan tersenyum.


"Tapi bener ini bagus tau" ujar Sonia.


"Ayo" ujar Sonia.


Mereka akhirnya bangkit dari duduknya dan melenggang pergi untuk menuju ke kelasnya.


Di perjalanan mereka bertemu dengan pangeran kampus, yang bernama Justin, dia merupakan cowok yang di sukai oleh Lena, namun dengan sifat Lena yang pendiam, dan tidak kampang untuk berkomunikasi dengan orang, menjadikan Lena sebagai pengagum rahasia.


Lena hanya bisa mengaguminya dalam diam, hanya Sonia yang tahu bahwa Lena menyukai Justin. Namun Sonia pun tidak bisa berbuat apa-apa agar mereka bisa dekat.

__ADS_1


"Len, ada pangeran kampus tuh" ujar Sonia.


"Cie-cie ketemu sama pengeran idaman" tambahnya lagi.


"ih apaan sih, Iyah, biarin ajah lah" ujar Lena dengan tersenyum.


"Yakin nih biasa ajah" ujar Sonia menggoda Lena.


"Iyah biasa ajah, apaan sih udah lah, jan kaya gitu" ujar Lena.


"selaw ajah lah Len, pandang tuh pangeran mu di depan jangan nunduk ajah" goda Sonia dan mendapatkan hadiah cubitan dari Lena.


Pada saat mereka ber pas-pasan jantung Lena seolah habis lari maraton, berdegup dengan kencang seolah ingin keluar dari tempatnya.


Hari-hari terus berganti namun masih tetap sama, tidak ada perkembangan, Lena masih menjadi pengagum rahasia, Lena tak cukup mahir dalam hal berkomunikasi antar teman-teman lainnya, dia hanya memiliki satu teman yaitu cuma Sonia, Sonia yang hanya mau berteman dengan Lena.


Pada akhirnya Lena hanya tetap menyukai Justin dalam diam, karena cinta itu tak harus memiliki, dan Lena percaya jodoh tidak akan kemana.


Jika dia berjodoh dengan Justin, pasti mereka akan di persatukan jika tidak, pasti Tuhan telah mempersiapkan pendamping hidup yang baik untuk kita.


[END]

__ADS_1


Hai teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah☺️🥰


__ADS_2