Kumpulan Cerpen Ku

Kumpulan Cerpen Ku
[Horor] Di Balik Jendela Rumah Kosong


__ADS_3

Malam begitu sunyi, rintikan gerimis menghiasi malam yang begitu mencengkram.


Gadis kecil, dengan pakaian berwarna merah bercorak bunga melati, berdiri di balik jendela rumah kosong.


Dengan mata yang menerawang ke depan, gadis kecil itu memandang dengan mimik muka yang layu, tak seperti bunga yang menghiasi dress-nya yang penuh dengan darah miliknya.


^_^


"Hai na, kamu mau kemana?" tanya Nia.


"Eh Nia, aku mau ke pasar" ujar Naina.


"Owh, ya udah kita bareng yah" ujar Nia.


"Ya udah ayo" ujar Naina.


Mereka berdua akhirnya pergi ke warung bersama, warung yang cukup jauh dari pemukiman kampung.


Mereka harus melewati jalan yang sepi dan hutan yang lebat, mengingat tempat yang mereka tinggali jauh dari kota.


Dengan berjalan kaki mereka melewati jalan setapak, mengingat jalan yang penuh lumpur serta licin tidak mungkin untuk mereka menggunakan kendaraan.


Di pertengahan jalan, langit sudah mulai petang karena akan turun hujan, dan kini mereka terjebak dalam hujan yang lebat serta petir yang bergemuruh.


"Aduh Na, kita kehujanan" ujar Nia.


"Iyah, ya udah kita singgah di rumah itu ajah" ujar Naina yang melihat terdapat rumah tidak jauh dari tempatnya.


"Ya udah ayo" ujar Nia langsung berlari ke arah rumah itu.


Dari kejauhan Naina melihat seorang anak kecil yang sedang berada di balik jendela rumah itu, tapi Naina tak ambil pusing, dia fikir mungkin garis kecil itu anak dari pemilik rumah tersebut.


Gadis itu menyeringai ntah apa yang dia fikiran. Dia lalu menghilang dari balik jendela.


"Permisi" ujar Nia.


"Permisi" ulangnya sampai lima kali.

__ADS_1


Naina yang baru sampai di teras rumah itu langsung mendapat pertanyaan dari Nia.


"Na ko gak ada jawaban yah, padahal aku udah ngetuk pintu sama ngmong permisi"ujar Nia.


"Coba ulang lagi!"ujar Naina.


"Toktoktok" bunyi ketukan pintu.


"Permisi" ujar Nia terus mengulang.


"Krettttttt" bunyi pintu di buka.


"Na pintunya gak di kunci" ujar Nia.


Mereka akhirnya masuk ke dalam rumah itu, melihat rumah itu kosong tanpa berpenghuni, membuat pikiran Naina yang melihat gadis kecil di balik jendela langsung merinding.


"Ni, kita keluar ajah yu!" ujar Naina.


"Gak mau di luar itu lagi ujan Naina, terus juga banyak petir" ujar Nia.


"Ctarrrrrrrrrrrrrr" bunyi petir yang sangat menggelegar.


"Tuktuktuk" suara lari di dalam rumah.


"Na itu bunyi seperti ada orang lari" ujar Nia yang mulai ketakutan.


"Aku sudah bilang ayo kita keluar" ujar Naina yang memang sudah ketakutan dari awal pertama dia melangkah masuk ke dalam rumah.


"Ya udah ayo kita keluar" ujar Nia.


Mereka langsung menuju ke arah pintu, namun setelah mereka hampir sampai ke pintu, suara petir yang menggelegar hingga pintu itu tertutup rapat.


Suara tawa gadis kecil itu menggelegar di dalam rumah itu, dengan berkata.


"Tetaplah disini bersama Nina, temani Nina, Nina sendirian di sini" suara gadis kecil itu yang ternyata bernama Nina.


Nina berjalan dari arah jendela yang tempatnya berdiri, dengan dres selutut yang di pakainya penuh dengan noda darah hingga kaki serta mukanya, sekujur tubuhnya terdapat darah.

__ADS_1


"Aaaaaaaaa,jangan mendekat" ujar Nia.


"Kakak, temani Nina" ujar nya dengan membawa pisau di kedua tangannya.


"Nina, kakak mohon jangan mendekat yah" ujar Naina.


"Aku ingin punya teman untuk bermain, jadi aku tidak akan melepaskan kalian" ujar nya dengan seringai nakalnya.


"Hihihihihihihahahahah" tawa Nina dengan penuh arti.


Gadi kecil itu terus mendekat ke arah Naina dan Nia dengan mengacungkan kedua tangannya yang telah membawa pisau di kedua tangannya.


Dengan terus tertawa cekikikan Nina terus berjalan dengan ngambang ke arah Naina dan Nia.


Hingga keduanya terpentok dinding, karena mereka berjalan mundur jadi tidak melihat di belakangnya, mereka berdua terduduk.


Nina terus berjalan ke arahnya dengan terus cekikikan, suaranya yang khas anak kecil itu membuat kesan menakutkan untuk Naina dan Nia.


"Nina tolong jangan bunuh kami!" ujar Naina.


"Iyah Nina tolong jangan bunuh kami!"ujar Nia.


Nina menambah cekikikan, tawanya terus melengking,dan menakutkan bagi Naina dan Nia.


"Nina tidak akan pernah melepaskan kalian" ujarnya.


Hingga tepat di hadapan mereka Nina mengangkat kdua tangannya tinggi-tinggi dan.


"JLEPPP" suara benda lancip itu menusuk di perut Naina dan Nia.


"Aaaaaaa" jerit keduanya


"JLEPPP" dua kali hingga empat kali Nina menusukkan pisau ke arah Naina dan Nia hingga jeritan-jeritan mereka berdua tak terdengar lagi.


Naina dan Nia telah meninggal, di rumah kosong berpenghuni gadis kecil yang selalu memandang ke luar dari jendela rumah kosong itu, kematian sadis Naina dan Nia yang di tusuk oleh gadis kecil, telah di ketahui oleh penghuni desa mereka, setelah beberapa hari kejadian itu terjadi.


\[END\]

__ADS_1


Hai semua intan ucapin terimakasih untuk kalian yang udah mau singgah di karya intan yang satu ini yah, jangan lupa di tambahkan ke list favorit kalian dan jangan lupa juga sematkan like nya☺️


__ADS_2