KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )

KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )
MAYRA?


__ADS_3

Melihat respon Mayra, Selena yakin jika istri Heaven itu takut cadarnya dibuka. Dia makin yakin jika wajah dibalik cadar itu tidaklah cantik sama sekali.


"Astaga, aku hanya mau melihat jenis kainnya, sepertinya bagus dan mahal. Kenapa kau langsung gugup? Sepertinya kau takut sekali cadarmu terbuka dan wajahmu kelihatan?" Selena menyeringai lebar. "Atau jangan jangan, wajah yang tersembunyi di balik cadar itu, tak secantik bajunya?"


Mayra mendesis pelan. Selena benar benar cari masalah dengannya.


"Kalau kau berani, bukalah cadarmu. Disini tidak ada laki laki, lagipula wajah bukanlah aurat. Ayolah buka. Diantara mereka disini, pasti salah satu ada yang bekerja diperusahaan Heaven." Selena menatap satu persatu orang ditoilet. "Mereka pasti juga ingin tahu secantik apa istri bosnya."


Mayra menghela nafas berat. Sepertinya dia memang harus membuka cadar agar Selena tak lagi penasaran dengan wajahnya.


"Ba_"


Belum sempat Mayra melanjutkan kalimatnya, Selena sudah lebih dulu menarik kasar cadarnya hingga terlepas lalu menginjaknya dilantai. Dia pikir dengan begitu, Mayra tak akan lagi punya pelindung wajah, dan wajah jeleknya akan dilihat semua orang dipesta. Ya, dengan begitu, Heaven akan sangat malu. Tapi ternyata dia salah besar.


Selena menatap Mayra cengo. Dia tak percaya jika istri Heaven secantik ini.


"Masayallah, cantik sekali istri Pak Heaven."


"Punya wajah secantik itu tapi ditutupi, sungguh luar biasa."


Telinga Selena panas mendengar orang orang ditoilet memuji Mayra.


"Apa kau sudah puas setelah melihat wajahku?" Mayra tersenyum penuh kemenangan. Senang sekali rasanya melihat wajah pias Selena.


Selena yang kesal sekaligus malu lalu pergi begitu saja.


Dan sekarang, Mayra sangat bingung. Cadarnya sudah kotor karena diinjak Selena. Bagaimana caranya dia untuk kembali menemui Heaven. Akan sangat memalukan jika tadi datang bercadar, ditengah acara tiba tiba tak memakai cadar, apa kata orang?


Mayra hendak menelepon Heaven agar menjemputnya ditoilet. Tapi mendadak dia ragu jika ingat kembali perkataan Heaven.

__ADS_1


"Ingat, pakai cadar. Jangan pernah tunjukkan wajahmu didepanku, dan jangan pernah mengaku sebagai istriku didepan semua orang saat kau tak memakai cadar."


"Astaga, aku harus gimana?" Mayra bingung sendiri.


Dan seketika dia ingat, jika tasnya dibawa Heaven. Tadi pria itu menawarkan membawakannya saat Mayra sibuk memilih makanan.


Mau pulang sendiri, dia tak ada uang maupun ponsel.


.


.


Sementara Heaven, dia merasa Mayra sudah terlalu lama di toilet. Mendadak dia jadi gelisah, takut terjadi sesuatu pada Mayra.


Tapi....Heaven baru sadar jika Tirta juga sedang ke toilet. Mereka gak sedang ketemuan dibelakang diakan?


"Tapi May udah terlalu lama di toilet," ujar Manda. "Apa aku susulin aja ya?"


"Biar aku aja," Heaven langsung bangkit dari duduknya.


.


Mayra, dia menutupi setengah wajahnya dengan ujung hijab. Berjalan menunduk agar orang orang tak tahu jika dia sedang tak memakai cadar. Selain itu dia juga tak mau kena marah Heaven karena menunjukkan wajahnya dimuka umum.


Tapi karena tak fokus melihat depan, dia malah menabrak waiter yang membawa nampan berisi minuman.


Beruntung waiter laki laki itu sigap menahan gelas agar tak sampai jatuh kebawah dan pecah. Tapi tetap saja, minuman itu tumpah, dan sebagian mengenai hijab Mayra.


"Astaga Mas, maaf, maaf, maafkan saya yang tidak melihat jalan," ujar Mayra yang merasa bersalah. Karena kaget, dia reflek melepaskan ujung hijab yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Tidak apa apa Bu. Tapi baju ibu jadi kotor." Waiter tersebut memperhatikan hijab Mayra yang ketumpahan minuman berwarna merah.


"Tak masalah, saya yang salah. Sekali lagi saya minta maaf."


"Siti."


Deg


Mayra kaget saat tiba tiba Tirta muncul.


"Siti, kok kamu ada disini?" Tirta bingung kenapa bisa ada Siti disini.


Mayra, dia lebih bingung lagi, harus jadi Siti atau Mayra saat ini.


Sementara Heaven yang hendak ke toilet, berhenti saat melihat wanita mengenakan gamis dan hijab seperti Mayra, tapi tak bercadar. Melihat disebelah wanita itu ada Tirta, Heaven segera mendekati mereka. Untuk memastikan wanita yang wajahnya tak terlihat jelas itu Mayra atau bukan?


"Astaga Sit, hijab kamu kotor begini." Melihat hijab dibagian dada Mayra kotor, Tirta langsung melepaskan jasnya. "Kamu tutupin pakai ini." Tirta menyampirkan jasnya dibahu Mayra.


Daripada malu karena hijabnya yang kotor dilihat banyak orang, Mayra memilih mengenakan jas tersebut. Menyatukan bagian depannya agar hijabnya yang kotor tertutup.


"Ter_" Kalimat Mayra menggantung diudara kala melihat Heaven berjalan kearahnya.


Heaven, pria itu bergeming memperhatikan wanita didepannya. Matanya tak berkedip menatap wanita cantik mirip Mayra dari atas hingga bawah lalu keatas lagi. Pakaiannya sama persis dengan Mayra, tapi wajahnya sangat cantik, bukan seperti si jelek mayra.


"Eh Ven, lo kok gak ngomong sih kalau Siti ada disini."


Siti? Jika dia Siti, itu artinya dia benar benar...


"Mayra," gumam Heaven.

__ADS_1


__ADS_2