KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )

KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )
MEMPERSIAPKAN HADIAH


__ADS_3

Mayra mengambil kalender duduk yang ada diatas mejanya. Hari ini, tepat sudah 20 hari dia telat datang bulan. Sambil senyum senyum sendiri, dia mengusap perutnya yang masih rata. Meski tanda tanda kehamilan belum tampak, tapi feelingnya mengatakan jika dia hamil.


Kemarin dia sudah membeli testpack yang kata si penjaga apotek, hasilnya sangat akurat. Rasanya tak sabar menungu besok pagi untuk melihat hasil tes urinnya. Kenapa dia menunggu besok, karena besok hari ulang tahun Heaven. Mayra ingin memberinya kado yang sangat spesial berupa testpack dengan dua garis merah.


Mayra meletakkan kembali kalender diatas meja lalu turun kebawah. Membantu Bi Denok menyiapkan makan malam.


Saat dia sedang asyik mengupas kentang, Mama Mita datang dengan kening bertempel koyo.


"Mama sakit?" tanya Mayra.


"Pusing." Jawab Mama Mita sambil menarik kursi dapur lalu duduk disana.


"Mau saya buatin teh hangat Nyonya?" tawar Bi Denok.


"Iya Bi."


Mayra meletakkan wortel, mencuci tangan lalu menghampiri mama Mita. "May pijitin ya Ma?"


"Iya May, pijitin punggung dan tengkuk Mama. Kayaknya masuk angin." Mama Mita meraba tengkuk dan punggungnya yang terasa pegal.


Mayra langsung memijit mertuanya dengan telaten. Setelah mendapatkan pijitan dari Mayra dan meminum teh hangat yang dicampur sedikit jahe, mama Mita merasa mendingan.


"Besok Heaven ulang tahun May, kamu gak lupakan?"


"Ya enggaklah Mah."

__ADS_1


"Bagus deh. Emang udah nyiapin kado?"


Mayra tersenyum saat ingat kado spesial yang akan dia berikan pada Heaven. "Udah Mah."


"Apa?"


"Rahasia."


Mama Mita mendesis pelan. "Masa sama Mama pakai rahasia segala."


"Besok Mama juga akan tahu."


Tiba tiba, ponsel Mayra yang ada diatas meja berdering. Senyumnya mengembang saat melihat ada video call dari Heaven.


"Seneng banget kelihatannya?" Heaven melihat senyum lebar Mayra dan wajah berseri seri dilayar ponselnya.


"Hem, banget pokoknya." Sahut Mayra sambil mesam mesam. Mama Mita yang melihat sampai geleng geleng. Kelakuan Mayra sudah mirip abg yang baru jatuh cinta. "Kakak kok belum pulang sih?"


"Kenapa, kangen ya?"


"Banget."


Heaven langsung tergelak. Dia merasa jika sekarang, Mayra lebih manja dan centil. Dan dia sangat menyukai itu.


"Makanya cepetan pulang," rengek Mayra manja.

__ADS_1


"Tapi aku masih belum selesai meetingnya. Ini lagi istirahat. Palingan 2 atau 3 jam lagi pulang." Jawab Heaven sambil melihat jam tangannya.


Mayra langsung terlihat kecewa. Padahal biasanya jam segini Heaven sudah pulang. Dan entah bawaan bayi atau apa, sekarang dia rindu mulu pada Heaven. Bawaannya pengen nempel terus.


"Kok sedih gitu sih. Aku usahain cepet pulangnya," bujuk Heaven. Tapi bujukannya tak mampu membuat Mayra kembali tersenyum. "Mau nitip sesuatu gak? Pizza, martabak, mie pedas, atau apa gitu?"


"Ven, beliin mama martabak ditempat biasanya," seru Mama Mita. Mayra langsung mengarahkan kamera ponsel ke mama Mita.


"Mama kenapa?" tanya Heaven yang melihat sepasang koyo di pelipis mamanya.


"Gak enak badan. Gak selera makan, makanya beliin martabak ditempat biasanya. Yang spesial pakai mozarela. Dan jangan lupa acarnya yang banyak."


"Iya," sahut Heaven sambil mengangguk. "Kamu gak nitip apa apa Yank?"


Mayra kembali mengarahkan kamera kewajahnya. "Enggak. Cuma mau Kakak cepet pulang aja." Mayra menggigit bibir bawahnya sambil memberikan tatapan menggoda.


Heaven terkekeh pelan. "Ish, mulai nakal sekarang. Ntar jangan protes kalau aku terkam semalaman."


Wajah Mayra langsung memerah karena malu. Dia melirik mama Mita dan Bi Denok. Kedua orang itu tampak menahan tawa.


Mayra juga heran dengan dirinya sendiri. Akhir akhir ini, dia merasa suka sekali menggoda Heaven. Dia cenderung lebih agresif daripada biasanya.


"Udah dulu ya. Aku harus kembali meeting. Bye Sayang, I love you."


"I love you too."

__ADS_1


__ADS_2