KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )

KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )
SAKIT ENAK


__ADS_3

Mayra merasakan tubuhnya seperti orang lumpuh. Remuk, semua tulang tulangnya terasa lepas dari persendian. Hanya untuk menyingkirkan lengan Heaven yang melingkar diperutnya saja, rasanya tak sanggup. Saat ini, tenggorokannya terasa kering. Sedang air diatas nakas sudah habis karena semalaman olahraga tak ada habis habisnya. Mayra sampai heran, suaminya seperti orang kesetanan yang mau lagi dan lagi.


"Kak Heaven, Kak." Panggil Mayra sambil menepuk pelen lengan Heaven.


"Emmm, iya sayang, ada apa? Mau lagi?"


Mayra ingin pingsan saja saat ditanya seperti itu. Tak tahukah pria itu jika saat ini, bagian intinya masih terasa nyeri. Setelah siang pertama kemarin. Mereka istirahat lalu dilanjut sore pertama. Untung ada jeda untuk makan dan ibadah. Karena malamnya, Mayra kembali digempur hingga beronde ronde.


"Haus.." Ujar Mayra sambil menyentuh tenggorokannya.


"Ya udah gih, turun kebawah sana, ngambil minum." Jawab Heaven dengan santai lalu kembali memejamkan mata.


"Ish, gak peka banget sih jadi laki," pekik Mayra yang kesal. Jangankan untuk kebawah mengambil air, mau ketoilet saja rasanya tak ada tenaga.


"Astaga, jadi kamu minta diambilin, ngomong dong."


Mayra membuang pandangan kearah lain. Rasanya kepalanya mengepul kalau menatap Heaven. Entah hanya Heaven atau semua laki laki didunia ini yang kurang peka.


Heaven mengecup kening Mayra sebelum turun dari ranjang dan mengenakan pakaian. Sebenarnya dia juga masih ngantuk, tapi demi membuat Mayra tak kesal, dia memaksakan diri untuk kedapur.

__ADS_1


Disana ada Bi Denok dan Mama Mita yang sedang menyiapkan sarapan. Terdengar obrolan yang diselingi tawa keduanya.


"Loh loh, kok masih kucel, kamu gak kerja?" tanya mama Mita. "Dan Mayra, mana dia? Tumben jam segini belum turun buat nyiapin sarapan?"


"May itu istri Heaven Ma, bukan pembantu."


Plakk


"Awww.." Heaven meringis saat mama Mita memukul lengannya cukup keras.


"Siapa juga yang bilang May pembantu? Heh, dia itu masak karena kemauan dia sendiri, bukan mama yang nyuruh. Kamu pikir mama ini mertua kejam hah. Mama ini......" Mama Mita terus mengoceh panjang lebar hingga Heaven pusing sendiri. Tau gini, dia gak ngomong macam macam tadi.


"May sakit." Sengaja Heaven mengatakan itu agar mamanya segera diam.


"Mama, mama, mama." Heaven menarik lengan mamanya saat wanita hendak melihat Mayra dikamar.


"Ada apa?"


"Gak perlu."

__ADS_1


"Kata kamu dia sakit. Entar mama dikira mertua jahat kalau gak peduli sama mantu yang sakit. Heran sama kamu, apa apa salah. Udah lepasin mama. Mama mau lihat kondisi Mayra, sakit apa dia."


Heaven kembali mencekal pergelangan mamanya saat wanita paruh baya itu hendak menaiki tangga.


"Gak usah ditengokin, entar dia malu."


"Malu? Sakit kok malu? Sakit apa emang, bisulan?"


"Sakit enak, udah gak usah khawatir."


"Sakit enak?" Mama Mita garuk garuk kepala. Apa dia kurang update ya? Ada jenis penyakit baru yang dia tidak tahu. Dia pikir, hanya covid 19 aja penyakit terbaru.


"Sakit habis belah duren."


Mulut mama Mita langsung menganga. "Ja, jadi kamu udah berhasil jebol gawang?"


"Udah gol berkali kali Mah." Sahut Heaven dengan muka berseri seri. Siapapun yang melihat, pasti tahu jika dia sedang bahagia saat ini.


Mama Mita langsung jingkrak jungkrak, seketika lupa dengan usia. Tapi saat merasakan pinggangnya sakit, dia baru sadar jika sudah mulai menua.

__ADS_1


"Ya udah, Heaven keatas dulu ya Mah."


Dengan dua botol air mineral, Heaven menaiki tangga menuju kamarnya.


__ADS_2