KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )

KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )
SUDAH DIRENCANAKAN


__ADS_3

Sepulang dari kantor, Heaven mampir ke outlet mertabak langganan mamanya. Martabak disana memang enak dan cukup terkenal. Sudah ada banyak cabang dimana mana. Makanya outlet yang terbilang besar itu cukup ramai.


"Pokoknya hidupku sudah enak sekarang. Rumah sudah bagus, kemana mana naik mobil. Dan yang pasti, dompetku tak lagi mengalami kekeringan."


Saat sedang menunggu antrian, Heaven mendengar suara yang tidak asing. Suara itu mirip dengan suara mertuanya. Dia mengedarkan pandangan dan menemukan Pak Sobri ternyata ada disana. Duduk disebuah kursi yang ada dipojokan bersama seorang pria.


Rumah mertuanya jauh dari Jakarta. Lalu ada urusan apa dia disini? Apakah hari ini dia datang untuk mengunjungi Mayra? Tapi Mayra tak cerita apapun.


"Jangan jadi kacang yang lupa kulitnya. Itu semua karena aku." Ujar pria yang bersama Pak Sobri.


Heaven merasa mengenali pria tersebut. Tapi dia tak ingat siapa.


"Iya, iya, aku akan kasih bagianmu. Tenang, nanti aku transfer," sahut Pak Sobri. Mereka berdua lalu tertawa dan kembali menikmati martabak didepannya.

__ADS_1


Heaven kembali mengingat ingat pria yang bersama Pak Sobri. Dia yakin pernah bertemu pria itu, tapi dimana dan kapan?


"Pokoknya setiap menantumu ngasih uang, aku harus dapat bagian."


"Ya gak setiap kali ngasih juga lah." Pak Sobri tampak keberatan.


"Heh, jangan lupa, anak kamu bisa dapat suami kaya karenaku."


Mata Heaven langsung terbeliak lebar. Apa maksud perkataan pria itu? Kenapa karenanya? Bukankah dia menikahi Mayra karena..


Mulut Heaven menganga saat ingat siapa pria yang bersama Pak Sobri. Ya, dia adalah dukun itu, Ki Gombal. Penampilannya yang memakai kaos dan celanan jeans, membuatnya terlihat berbeda dengan biasanya, yang memakai pakaian ala dukun. Pantas saja tadi Heaven tidak mengingatnya.


Jadi Pak Sobri dan Ki Gombal saling mengenal. Dan itu maknanya, pernikahannya dengan Mayra sudah terencana, bukan kebetulan karena rumah Mayra bercat biru. Dan tidak ada sangkut pautnya dengan kutukan.

__ADS_1


"Heran, orang kaya dan pinter kok gampang dibodohi. Kutukan?" Ki gombal tertawa ngakak. "Mana ada hal seperti itu. Ngakunya pinter, ternyata bego. Untung aku punya ide cemerlang. Dengan menyuruhnya menikahi putrimu."


Pak Sobri tertawa ngakak. Pernikahan antara Mayra dan Heaven bukanlah karena Ki Gombal yang punya ilmu untuk mematahkan kutukan Heaven, semua ini sudah mereka berdua rencanakan.


Semua itu berawal dari kunjungan Mama Mita yang meminta bantuan Ki Kombal, mematahkan kutukan yang terjadi pada Heaven. Wanita itu ingin anaknya segera dapat jodoh. Ki Gombal yang sebenarnya tak punya ilmu apa apa, mulai memutar otak. Hingga dia teringat pada Mayra, putri temannya. Dia dan Pak Sobri, lalu menyusun rencan. Mulai dari berkendara ke selatan hingga 50km, hingga mencari rumah bercat biru. Semua itu bukan suatu kebetulan, tapi sudah direncanakan dengan rapi.


Heaven yang merasa ditipu, langsung berdiri dan menghampiri mereka.


"Mayra benar benar jadi ladang u_"


Pak Sobri yang melihat kedatangan Heaven langsung kicep. Tatapan tajam Heaven mampu membuatnya gemetaran. Saat ini, dia hanya bisa berdoa agar Heaven tak mendengar pembicaraannya tadi dengan Ki Gombal.


"Kenapa berhenti, lanjutkan saja obrolan kalian," ujar Heaven. "Aku tak menyangka jika selama ini, aku hanya sedang dibodohi. Jadi kalian sudah merencanakan semua ini."

__ADS_1


"Ti, tidak seperti itu Ven. Ka, kamu salah paham. Kamu pasti salah dengar," ujar Pak Sobri dengan suara bergetar karena takut.


Ki Gombal hanya menunduk. Dia takut jika dilaporkan karena pasal penipuan. Jika sampai Heaven memviralkan dirinya yang ternyata seorang dukun abal abal, karirnya di dunia perdukunan akan runtuh. Tak akan ada lagi klien yang mempercayainya. Dan itu artinya, bisnis perdukunannya akan gulung tikar.


__ADS_2