KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )

KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )
DIPERLAKUKAN MANIS


__ADS_3

Heaven sama sekali tak membiarkan Mayra melepaskan tangan yang melingkar dilengannya. Tak peduli meski Mayra mengatainya mencari kesempatan. Baginya, berada dijarak sedekat ini dengan Mayra, sudah sangat membahagiakan.


"Senyum, kalau enggak, aku cium lagi." Ancam Heaven saat mereka berdua ada didalam lift.


"Ngancem terooosss," Mayra memutar kedua bola matanya jengah.


Heaven langsung tergelak. "Kamu cantik May, bahkan saat cemberut sekalipun." Pria itu menatap Mayra lekat, sampai sampai yang ditatap salah tingkah. Hanya 5 lantai, kenapa rasanya lama sekali. Mayra tak mau jantungnya bermasalah hanya karena tatapan Heaven.


Mayra mendorong dada Heaven saat pria itu hampir berhasil menciumnya. "Gak ada alasan buat nyium." Mayra langsung menarik sudut bibirnya keatas. Melengkungkan senyum yang mampu membuat Heaven semakin jantuh cinta padanya.


Setelah lift terbuka, mereka melenggang mesra menuju pintu keluar. Tentu saja, keduanya langsung menjadi pusat perhatian.


Malu? sudah pasti Mayra malu sekali. Tapi berbeda dengan Heaven, dia justru tampak sangat happy. Bahkan senyumnya tak pernah luntur. Dan tak lupa dia selalu membalas dengan ramah sapaan dari para pegawainya.


Hingga sampai didekat mobil, sesuatu yang belum pernah terjadi, tiba-tiba saja terjadi. Heaven membukaan pintu untuk Mayra. Merentangkan lengan mempersilakan Mayra masuk. Bukannya masuk, Mayra malah membeo. Dulu sering sekali dia bermimpi jika Heaven akan memperlakukan dia semanis ini. Tapi saat mimpi itu menjadi kenyataan, dia justru terpaku seperti patung.


"Sampai kapan mau berdiri terus disini?" Heaven menahan tawa melihat ekspresi Mayra.


Mayra seketika malu, dia lalu masuk masuk kedalam mobil. Setelah menutup pintu, Heaven mengitari badan mobil lalu masuk ketempat kemudi.


Perlakuan manis Heaven tak hanya sampai disitu, dia juga membantu Mayra memakai seatbelt.

__ADS_1


"Kita mau makan pizza dimana?" tanya Heaven.


"Terserah."


Heaven menyalakan mesin mobil, melajukan mobilnya kejalan raya menuju sebuah restoran italy yang tak jauh dari kantor.


Mayra senyum senyum sendiri saat ingat seperti apa Heaven memperlakukannya hari ini. Apa seperti ini rasanya ditreat like a queen?


"Kenapa senyum senyum sendiri?"


"Hah!" Lagi-lagi Mayra seperti orang bingung. Gimana gak bingung, ke gap senyum senyum sendiri sangatlah memalukan. "A, aku gak gila kok."


"Hahaha..." Tawa Heaven seketika meledak.


"Lha kamu aneh aneh aja. Siapa juga yang nganggep kamu gila." Heaven geleng geleng sambil tersenyum.


Mayra melipat kedua tangannya didada. Merutuki diri sendiri yang baper karena perlakuan Heaven. Kembali dia mengingat kata kata pedas Heaven waktu dulu.


Tidak Mayra, kamu tak boleh luluh dengan mudah.


Cup

__ADS_1


Mata Mayra langsung melotot saat kembali lagi, Heaven mencuri mengecup bibirnya.


"Kak Heaven," desis Mayra sambil melotot. "Gimana kalau ada yang lihat?"


Mayra melihat sekitar, sekarang lampu merah. Dan disebelahnya, ada pengendara motor, semoga saja pria pengendara motor itu tidak melihat kelakuan mesum Heaven barusan.


"Jadi kamu malu kalau ada yang lihat?" Heaven menarik keatas sebelah alisnya. "Berarti kalau dikamar, gak papa dong?" Godanya sambil mengedipkan sebelah mata.


Mayra tak menjawab, lebih memilih membuang muka daripada Heaven menciumnya lagi.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai disebuah restoran italy. Mungkin karena restoran mahal, jadi tak seberapa ramai meski jam makan siang. Heaven langsung memesan sebuah pizza dan dua minuman. Sembari menunggu, dia menopang dagu, menatap Mayra yang duduk tepat didepannya.


"Kak Heaven," desis Mayra. "Jangan manatapku seperti itu, malu." Dia melihat sekeliling. Tapi sepertinya, rasa malunya tak beralasan karena tak ada yang melihat kearahnya.


"Aku menatap istriku, kekasih halalku, kenapa harus malu," sahut Heaven.


"Tapi aku malu."


"Malu karena dilihat orang?"


Mayra hanya menjawab dengan helaan nafas.

__ADS_1


"Baiklah, aku tak akan menatapmu seperti tadi. Tapi saat dikamar nanti, saat hanya ada kita berdua, tak alasan lagi melarangku menatapmu sepuasnya."


Mayra tersenyum absurd. Tak tahu lagi harus seperti apa menghadapi Heaven. Dulu saat suaminya itu masih menyebalkan, ingin sekali dia mencakar mulutnya lalu menelannya hidup hidup. Tapi saat dia bucin seperti ini, malah membuatnya jantungan. Kasihan sekali jantungnya, harus bekerja lebih keras sekarang.


__ADS_2