KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )

KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )
SUAMIKU


__ADS_3

Mayra sengaja tak mempedulikan ponselnya meski tahu ada pesan masuk. Dia yakin itu dari Heaven, makanya dia mengabaikannya. Dia ingin tahu sekeras apa perjuangan suaminya untuk mendapatkannya. Dia butuh bukti, bukan hanya janji. Selama ini dia sudah banyak mengalah, sekarang giliran Heaven.


Ting tong ting tong


Mendengar suara bel berbunyi, Mayra yang sedang menonton tv bangkit untuk membuka pintu.


"Biar saja saja Non," ujar Bik Denok yang baru muncul dari dapur.


"Gak papa, May aja Bi." Mayra berjalan menuju ruang tamu, membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.


Ceklek.


Mata Mayra melotot melihat siapa yang ada diambang pintu, begitupun dengan tamu yang datang. Untuk beberapa detik, tak ada yang bersuara, sama sama diam karena pertemuan tak terduga itu. Ya, tamu yang datang adalah Rafa, mantan pacar Mayra yang saat ini berstatus pacar mama Mita.


"May, kamu Mayra kan?" Rafa melihat Mayra dari atas kebawah. Mantannya itu terlihat lebih cantik daripada saat dia putuskan dulu. Tapi bukan itu yang menjadi pertanyaan utamanya, melainkan kenapa Mayra ada disini? "Kamu kok ada disini?" Akhirnya pertanyaan itu keluar dari bibir Rafa.


"Menurut kamu?"

__ADS_1


"Ka, kamu jadi pembantu disini?" Tebak Rafa sambil menutupi mulutnya yang menganga lebar.


Mayra hanya tersenyum dikira pembantu, tak ada niat sedikitpun untuk menjelaskan.


"Astaga May, aku gak nyangka setelah kamu dipecat dari kerjaan kamu di minimarket, kamu malah jadi pembantu disini." Rafa geleng geleng sambil tertawa cekikian. Mungkin dia merasa jika takdir sangatlah lucu. "Eh May, tahu gak? Sebentar lagi, aku akan nikah sama nyonya kamu. Dan itu artinya, kamu bakal jadi pembantu dirumahku." Rafa masih saja terus tertawa.


Mayra memutar kedua bola matanya jengah. Dia tak mengira mantannya sepercaya diri ini akan menjadi tuan besar. Tapi dia tak akan membiarkan itu, dia tak akan membiarkan Rafa menjadi papa mertuanya. Rafa tak pantas mendapatkan mama Mita.


"Ngomong- ngomong, kamu makin cantik sekarang. Baju kamu juga bagus. Sepertinya gajimu besar hingga bisa membeli baju bagus dan perawatan wajah. Ternyata calon istriku tak hanya royal padaku saja, tapi juga pada pembantu dirumahnya."


"Jadi kamu mengakui, jika sekarang, aku lebih cantik?" tanya Mayra.


Mayra memutar kedua bola matanya malas. Memang siapa juga yang mau balikan dengannya.


"Aku sudah mendapatkan yang lebih segalanya darimu," lanjut Rafa.


"Lebih dalam hal materi maksud kamu? Dasar matre," maki Mayra.

__ADS_1


Bukannya tersinggung atau alih alih marah, Rafa malah cekikikan. "Hidup itu realistis May. Hidup butuh uang." Rafa menggosok gosokkan telunjuk dan jempolnya tepat didepan wajah Mayra. Membuat Mayra jengkel bukan main hingga menepis tangan Rafa agar jauh dari wajahnya.


Disaat bersamaan, mobil Heaven memasuki halaman. Mendengar suara deru mobil, Mayra dan Rafa kompak melihat ke arah sumber suara.


Rafa kaget melihat Heaven turun dari mobil. Padahal mama Mita menyuruhnya datang siang saat Heaven kerja agar keduanya tak bertemu. Dia masih mencari waktu yang tepat untuk mengenallkan keduanya.


Heaven yang baru keluar dari mobil mengerutkan kening melihat Mayra mengobrol dengan seorang pria yang lumayan tampan. Dengan sebuket bunga ditangan, dia menghampiri Mayra dengan langkah lebar.


Rafa, dia sedikit gemetaran melihat Heaven berjalan kearahnya. Ditambah lagi wajah tidak ramah yang Heaven perlihatkan membuatnya ketar ketir. Dia tahu jika pria yang berjalan menghampirinya itu adalah anak kekasihnya. Beberapa kali mama Mita menunjukkan foto Heaven padanya.


Heaven tersenyum kearah Mayra lalu menyodorkan buket padanya. Kalau saja tak ada Rafa, malas sekali Mayra menerimanya, tapi keadaan menuntutnya berbuat lain. Dia harus membungkam mulut Rafa yang sejak tadi mengatainya pembantu.


"Makasih sayang." Ujar Mayra sambil menerima bunga tersebut lalu mencium aroma wanginya.


"Sa, sayang." Gumam Rafa. Mulutnya menganga lebar.


Tak hanya Rafa yang kaget, Heaven juga lumayan kaget mendengar Mayra memanggilnya sayang. Bukankah beberapa menit lalu, Mayra masih mendiamkannya, bahkan tak mau membalas pesannya. Tapi sekarang, wanita itu mendadak memanggilnya sayang.

__ADS_1


Mayra melingkarkan tangannya dilengan Heaven sambil tersenyum kearah Rafa. "Sayang, kenalin ini Rafa, pacarnya mama Mita. Dan Rafa, kenalin ini Heaven, SUAMIKU."


Mata Rafa melotot mendengar Mayra menyebut Heaven suaminya.


__ADS_2